Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Peneliti: Asap Kebakaran Hutan Bikin Bayi Lebih Pendek

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Februari 2019 08:20 8:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Februari 2019 08:20
Bagikan
Kebakaran hutan yang terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Hasil riset para peneliti dari Duke University, Amerika Serikat menemukan dampak negatif dari kebakaran hutan pada kesehatan manusia.

Penelitian terbaru berjudul “Seeking Natural Capital Projects: Forest Fires, Haze, and Early-life Exposure in Indonesia” yang dipublikasikan di situs organisasi Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) melansir kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia pada 1997 memberi pengaruh negatif terhadap pertumbuhan anak-anak.

Bahkan oleh majalah TIME, peristiwa kebakaran hutan tahun 1997 itu dinobatkan sebagai salah satu yang terburuk sepanjang masa.

Selama peristiwa tragis ini, hampir 11 juta hektare tanah dibakar untuk tanaman baru, dengan asap dan kabut meluas hingga ke Malaysia, Brunei, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Polusi yang dihasilkan sedemikian buruknya hingga memberi dampak negatif pada pertumbuhan. Penelitian PNAS membuktikan bahwa bahkan anak-anak di dalam rahim dapat terpapar polusi asap, yang berpotensi menghambat pertumbuhan tinggi badan mereka.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Baca: Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Temuan riset juga menyebutkan bahwa udara beracun dapat menyaring pasokan oksigen janin dan menyebabkan perubahan permanen, yang berpotensi menyebabkan berat badan bayi saat lahir rendah dan tinggi badan yang lebih pendek di usia dewasa.

“Berbeda dari penelitian sebelumnya, yang memfokuskan perhatian pada kasus kematian yang disebabkan oleh kebakaran hutan, kami menfokuskan riset pada jutaan korban selamat namun menderita penurunan fungsi dan kemampuan,” tulis para periset seperti dilansir Indonesia Inside dari DW.de., Selasa (26/02/2019).

Sudah umum diketahui bahwa polusi udara dapat memberi dampak negatif pada kesehatan, terutama pada anak-anak. Namun hasil studi terbaru ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan lebih berbahaya daripada yang kita bayangkan sebelumnya.

Kebakaran hutan tahun 1997 merupakan bencana besar. Jumlah besar sulfida, dinitrogen oksida, dan abu lepas ke udara, menghasilkan seperempat dari jumlah emisi karbon tahun itu.

Diperkirakan peristiwa ini membuat sekitar 20 juta orang terdampak negatif pada kesehatan mereka. Hasil penelitian terbaru diketahui sekitar satu juta anak-anak dan bayi dalam kandungan turut terpengaruh polusi udara.

Baca: BNPB: Kebakaran Lahan 843 Hektare di Riau Awal 2019

Sebagai bagian dari penelitian, para periset di Duke University, AS memeriksa 560 anak yang terkena dampak. Mereka, selama kebakaran hutan masih berada di dalam kandungan atau berusia kurang dari enam bulan.

Para peneliti menganalisis data paparan prenatal terhadap polusi, gizi anak, faktor iklim, informasi genetik, dan faktor sosial lainnya.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang lahir selama peristiwa kebakaran hutan (1997 hingga 1998), rata-rata lebih pendek 3,4 sentimeter di usia 17 tahun dibandingkan jika mereka tidak terpapar polusi saat kecil.

Melalui hasil penelitian ini, para periset menekankan perlunya kebijakan untuk mendeteksi dan menekan kebakaran atau memberlakukan larangan bakar hutan. Menurut mereka, kebijakan semacam itu akan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Temuan ini juga memberikan justifikasi yang kuat untuk kebijakan pemerintah Indonesia yang sedang dilakukan terkait pemulihan hutan, termasuk kebijakan yang berfokus pada pemulihan lahan gambut. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbayiDuke Universitykarhutlakebakaran hutanKesehatanpenelitianpolusi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Inses di Lampung, Kepedulian Masyarakat harus Lebih Ditingkatkan
Tulisan selanjutnya Rabithah Al-Ma’ahid Al-Qur’aniyyah Dukung Prabowo-Sandiaga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?