Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Utusan Amerika Minta Akses ke Xinjiang, Bilang China Kobarkan Perang Melawan Agama

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Maret 2019 19:08 7:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Maret 2019 06:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Utusan pemerintah Amerika Serikat untuk urusan kebebasan beragama, Sam Brownback, hari Jumat (8/3/2019), menyeru pemerintah Beijing agar menghentikan persekusi agama di China. Hal itu disampaikannya ketika meminta akses untuk mengunjungi wilayah Xinjiang.

Delansir Reuters, dalam pidatonya yang bernada keras saat mengunjungi Hong Kong, Brownback mengatakan Beijing sedang mengobarkan “perang terhadap agama” dan pemerintah China perlu menghormati hak fundamental dan sakral rakyat untuk beribadat.

“Itu adalah perang yang tidak akan mereka menangkan,” kata Brownback kepada hadirin di Hong Kong Foreign Correspondent’s Club.

“Partai Komunis China harus mendengarkan jeritan rakyatnya sendiri yang menuntut kebebasan beragama dan bertindak untuk mengoreksi kesalahan-kesalahannya,” kata Brownback.

Menanggapi masalah kamp indoktrinasi komunisme untuk warga Muslim di Xinjiang, utusan pemerintah Amerika Serikat itu menyinggung soal pelanggaran-pelanggaran hak asasi, termasuk penyiksaan, indoktrinasi politik dan kerja paksa. Kamp tersebut kabarnya menampung lebih dari satu juta orang dari etnis Uighur dan Muslim dari etnis minoritas lainnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pemerintahan Trump sangat prihatin dan menganggap penindasan ini sebagai upaya sengaja oleh Beijing untuk mendefinisi ulang dan mengontrol identitas, budaya dan kepercayaan (agama) anggota kelompok-kelompok minoritas Muslim ini,” kata Brownback.

Dia menolak mengatakan apakah Amerika Serikat saat ini sedang mempertimbangkan kebijakan atau sanksi baru terhadap China berkaitan dengan tindakan keras China di Xinjiang, termasuk sanksi terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan ketua Partai Komunis setempat Chen Quanguo.

“Kami tidak membicarakan masalah-masalah internal tentang apa yang sedang didiskusikan perihal tindakan apa yang akan diambil di tempat manapun di dunia ini, hal serupa berlaku untuk Xinjiang,” ujar Brownback.

Namun, dia mengulangi lagi permintaannya agar diberikan akses kunjungan terbuka ke kamp-kamp semacam itu.

“Saya ingin mendapatkan kesempatan pergi ke sana, tetapi bukan untuk sekedar diberi pertunjukan. Saya ingin mengunjungi sendiri kamp-kamp yang sebenarnya dan berbicara dengan orang-orang di sana dan mewawancarai mereka secara bebas,” kata Brownback.

Beralih ke isu Katolik di China, Brownback mengatakan bahwa kesepakatan bersejarah yang pernah dicapai antara China dan Vatikan tahun 2018, perihal diperbolehkannya paus menunjuk uskup di wilayah China daratan, sampai saat ini belum ada ada realisasinya. Tidak hanya itu, kekerasan pemerintah China terhadap komunitas Katolik masih berlanjut dan belum akan ada tanda-tanda perubahan dalam waktu dekat, kata mantan anggota Senat AS itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serbia Beri Lampu Hijau Pembangunan Pipa Gas Turkish Stream
Tulisan selanjutnya Warga Gaza Baca Al-Qur’an sebagai ‘Obat Bius’ saat Dioperasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?