Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Insinyur India Sulit Mendapat Pekerjaan Layak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2019 18:46 6:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Maret 2019 06:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Santosh Gurav mendapatkan gelar sarjana di bidang teknologi dari perguruan tinggi papan menengah di India bagian barat tahun lalu dalam jurusan teknik elektro dan berharap akan mendapatkan pekerjaan di industri automasi.

Enam bulan setelah lulus, pemuda berusia 27 tahun itu bekerja memperbaiki mixer, kipas angin meja dan perangkat rumah tangga elektronik lainnya di sebuah kios kecil di kota Pune. Ketika bisnis sedang baik, dia mengais lampu-lampu LED rusak dari pengepul rongsokan, memperbaikinya, lalu menjualnya kembali. Dia bisa mendapatkan uang sekitar $50 (kira-kira 713.000 rupiah) sebulan. Uang sebanyak itu hanya cukup untuk membayar uang sewa rumah yang ditempatinya bersama 2 orang teman.

“Saya bahkan belum mulai mencicil pinjaman pendidikan saya,” kata Gurav, merujuk utang hampir $4.000 yang harus dibayarnya yang dipakai untuk membiayai kuliah tingkat sarjana.

Gurav hanyalah satu dari ratusan ribu insinyur India yang belum mendapatkan pekerjaan layak usai menempuh pendidikan tinggi, lapor Reuters Selasa (12/3/2019).

Pada tahun 2014, Perdana Menteri Narendra Modi meluncurkan program “Make in India” yang bertujuan mendorong industri manufaktur guna menyerap jutaan tenaga kerja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Empat tahun kemudian pengaruh program itu terhadap penciptaan lapangan kerja tidak jelas dan pertumbuhan di sektor manufaktur juga tampak lambat. Hal itu antara lain disebabkan tidak adanya reformasi di bidang pertahanan dan ketenagakerjaan.

Pihak pemilik perusahaan sering kali mengeluhkan minimnya ketrampilan kerja di kalangan lulusan sarjana teknik dan teknologi, kata Varun Aggarwal, seorang ahli kelistrikan dan salah satu pendiri Aspiring Minds, sebuah firma penilai ketrampilan kerja karyawan.

“Banyak yang bahkan tidak bisa menggarap basic code,” kata Aggarwal mencontohkan salah satu kekurangan sarjana bidang komputer.

Tidak hanya itu, banyak sarjana yang kemampuan berbahasa Inggrisnya sangat minim. Maklum, mereka umumnya berasal dari daerah pedesaan di mana mereka mempelajari bahasa lokal dan kurang mempelajari bahasa Inggris.

“Saya menonton filim-film dan membaca koran berbahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan, tetapi kebanyakan pemilik perusahaan menginginkan lulusan sarjana… Dan mereka juga menuntut ketrampilan bahasa Inggris, yang saya tidak punya,” kata Ankush Karwade, 22, menceritakan pengalamannya mencari pekerjaan. Sebagai seorang lulusan diploma bidang teknik, ijazahnya kurang dihargai pemilik usaha.

Namun, memiliki gelar master di bidang teknik tidak menjamin seseorang mudah mendapatkan pekerjaan layak di India.

Gayatri, wanita berusia 24 tahun, mendapatkan gelar masternya di bidang teknik empat bulan silam, di bawah paksaan kedua orangtuanya. Dia mengaku bahwa sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan di bidang musik klasik India.

“Ayah saya ingin saya jadi insinyur, saya lakukanlah. Sekarang tidak ada pekerjaan,” kata Gayatri. Sebuah perusahaan yang didatanginya di sebuah job fair justru menawarinya pekerjaan di posisi layanan pelanggan dengan gaji sekitar $140 (hampir dua juta rupiah) perbulan.

“Saya tidak mendapatkan gelar ini (master) hanya untuk duduk di call center,” ujar wanita muda itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jumlah Bankir Jutawan Uni Eropa Bertambah
Tulisan selanjutnya 370 WNA dicoret KPU dari DPT Pemilu 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?