Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarawan: Ada Ilmuwan Kurang PD Sampaikan Kisah Isra’ Mi’raj

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 April 2019 22:47 10:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 April 2019 07:00
Bagikan
Dr Alwi Alatas
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejarawan Alwi Alatas menceritakan, Isra’ Mi’raj adalah satu peristiwa penting yang berlaku sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke Madinah.

Ketika itu Nabi diberangkatkan dari Makkah ke Masjidil Aqsha di kota Iliyya (nama bagi Yerusalem/Baitul Maqdis ketika itu) dan setelahnya dinaikkan ke langit hingga ke Sidratul Muntaha. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap Rabb-nya dan menerima perintah shalat secara langsung.

“Perjalanan ini pada saat yang sama juga memberi nilai simbolis pada aktivitas seorang Muslim saat melakukan shalat. Sehingga dikatakan bahwa shalat itu adalah mi’raj-nya orang-orang yang beriman,” ujar Alwi kepada hidayatullah.com Jakarta pada Kamis (04/04/2019).

Dosen sejarah Islam International Islamic University Malaysia (IIUM) ini menerangkan, ada perbedaan pandangan tentang waktu terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj.

Tetapi, kata Alwi, umumnya disepakati bahwa waktunya pada tahun-tahun menjelang hijrah Nabi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Al-Manshurfury, sebagaimana disebutkan dalam kitab Sirah yang ditulis oleh al-Mubarakfury, berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 10 kenabian,” kata peneliti INSISTS ini.

27 Rajab kemudian menjadi tanggal yang diterima umum dan menjadi waktu diperingatinya Isra’ Mi’raj oleh banyak kaum Muslimin di dunia, termasuk di Indonesia dan Malaysia.

“Menariknya, Allah memberi kemenangan pada Salahuddin al-Ayyubi serta keberhasilan dalam merebut kembali kota al-Quds (Yerusalem) juga pada 27 Rajab, tepatnya pada hari Jumat, 27 Rajab 583 H, bertepatan dengan 2 Oktober 1187,” kata Alwi.

“Karena itu, selain merupakan tanggal bagi peringatan Isra’ Mi’raj, tanggal 27 Rajab sebetulnya dapat dianggap pula sebagai Hari al-Quds bagi dunia Islam.”

Alwi menuturkan, sebagian ilmuwan di dunia Islam pada era modern ini ada yang merasa kurang percaya diri (PD) dalam menyampaikan kisah Isra’ Mi’raj, ataupun berbagai mukjizat Nabi yang lain, karena mungkin dipandang kurang sejalan dengan perkembangan masyarakat yang sudah serba rasional sekarang ini.

Mereka, kata Alwi, lantas mereduksi mukjizat Nabi menjadi hanya berkenaan dengan al-Qur’an saja, atau setidaknya cenderung mengecilkan mukjizat-mukjizat lainnya yang diceritakan di dalam kitab-kitab sirah.

“Hal ini tampak misalnya pada karya Muhammad Hussein Heikal tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Bagaimanapun, hal ini ditolak oleh Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud di dalam artikelnya, “The Timelessness of Prophet Muhammad and the Nature of Virtuous Civilization”. Mukjizat-mukjizat itu, sebagaimana beliau tulis, berfungsi sebagai dukungan Ilahiah bagi Nabi dan para Sahabat pada masa-masa sulit, di samping juga memperkuat hati mereka yang sebenarnya sudah beriman,” ucapnya.

Kisah Isra’ Mi’raj, kata Alwi, sebetulnya bukan tanpa pengaruh terhadap peradaban Barat. Seperti seorang penyair terkenal Italia Abad Pertengahan, Dante Alighieri (w. 1321), yang menggambarkan suasana neraka dan surga di dalam karyanya yang terkenal “Divine Comedy”.

“Di dalam karyanya itu, celakanya, ia menggambarkan Nabi Muhammad dan Ali dihukum di neraka (inferno),” kata Alwi. “Bagaimanapun akhirnya diketahui bahwa narasinya itu banyak mengambil dari penggambaran neraka dan surga yang terdapat di dalam kisah Isra’ Mi’raj.”

Alwi mengungkap, narasi peristiwa itu rupanya telah diterjemahkan pada paruh kedua abad ke-13 menjadi Liber Scale Machometi. Di samping budaya Arab juga telah dikenal luas ketika itu di Tuscany, Italia.

Hanya saja, kata Alwi, sebagaimana dijelaskan Bilquees Dar dalam “Influence of Islam on Dante’s Divine Comedy”, Dante memiliki pandangan negatif terhadap Muslim dan tidak menyukai kenyataan akan luasnya pengaruh Islam ketika itu.

Terlepas dari itu semua, menurut Alwi, warisan terpenting dari peristiwa Isra’ Mi’raj bagi kaum Muslimin adalah ibadah shalat.

“Ini adalah saat-saat ketika seorang Muslim bersimpuh ke hadapan Rabb-nya, lima kali sehari. Ini adalah ibadah utama yang menjadi tiang utama bagi individu, masyarakat, dan peradaban Muslim, sesuatu yang tidak selaiknya ditinggalkan atau dijalani tanpa kesungguhan,” tegasnya.

“Jika tidak melalui ibadah ini kita mengharapkan pertolongan dari-Nya, maka dengan apalagi kita bisa mengharapkannya?”* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsAlwi AlatasBaitul Maqdisisra' Mi'rajNabi Muhammadsejarahsejarawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keuskupan Katolik di Spanyol Diperiksa Terkait Kursus Penyembuhan Gay
Tulisan selanjutnya Sistem Zonasi untuk Permudah Koordinasi & Pelayanan Jamaah Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?