Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Lima Indikator Kesengsaraan Menurut Fudhail bin Iyadh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 April 2019 09:04 9:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2019 09:04
Bagikan
[Foto: Syakur]
Bagikan

DALAM kitabnya yang berjudul “Madāriju al-Sālikīn” (2/249), Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziah menukil untaian hikmah menarik dari seorang tabi`in kenamaan, bernama: Fudhail bin Iyādh. Kata-katanya, kurang lebih demikian:

خَمْسٌ مِنْ عَلَامَاتِ الشِّقْوَةِ: الْقَسْوَةُ فِي الْقَلْبِ. وَجُمُودُ الْعَيْنِ. وَقِلَّةُ الْحَيَاءِ. وَالرَّغْبَةُ فِي الدُّنْيَا. وَطُولُ الْأَمَلِ.

“Ada lima indikator  kesengsaraan: hati yang keras, air mata membeku, rasa malu berkurang, cinta dunia, dan panjang angan-angan.”

Hati yang Keras

Bagaimana tak sengsara, orang yang berhati keras, akan sangat susah menjalankan kebenaran. Orang-orang Ahlul Kitab, digambarkan oleh al-Qur`an berhati keras:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ١٦

“….dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid : [57]: 16). Mereka susah menjalankan kebenaran karena hati yang keras. Hati yang keras malah berbuah kefasikan.

Baca: Bersegera Mempersiapkan Kehidupan Lebih Baik

Air Mata Membeku

Hati yang keras langsung berdampak pada bekunya air mata. Walau pun mata sehat secara biologis, tidak akan terenyuh dengan kemalangan-kemalangan yang ada di sekelilingnya, tidak akan tersentuh dengan ayat-ayat al-Qur`an. Lain halnya dengan orang beriman, karena hati mereka lembut dan bersih, maka akan sangat mudah menangis. Allah ta`ala menggambarkan mereka dengan baik:

وَإِذَا سَمِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعۡيُنَهُمۡ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمۡعِ مِمَّا عَرَفُواْ مِنَ ٱلۡحَقِّۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكۡتُبۡنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ ٨٣

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad ﷺ)” (QS. Al-Ma`idah [5]: 83).

Di sisi lain, bukankah salah satu orang yang akan mendapat naungan pada hari kiamat adalah orang yang menyendiri dalam sunyi mengingat Allah, hingga berlinang air mata?. Maka dengan demikian, bekunya air mata adalah tanda-tanda kesengsaraan.

Malu Berkurang

Ternyata, efeknya tidak cukup sampai di situ. Lebih jauh, rasa malu pun berkurang. Maksiat dilakukan secara terang-terangan. STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan) menjadi pedoman. Persepsi tentang malu pun menjadi terbalik. Ketika diajak membela agama, malunya tiada kira. Sebaliknya, saat diajak maksiat, malunya jadi tiada. Bila sudah demikian, perhatikan betul sabda Nabi Muhammad ﷺ: “Jika kamu tak malu, maka lakukan sesuka (hati)mu.” (HR. Bukhari, Ibnu Majah). Sebagai sindiran sekaligus peringatan bagi orang yang kehilangan malu.

Baca: Kesengsaraan Rakyat Karena Riba dan Inflasi 

Cinta Dunia

Orang yang sudah terserang virus yang ‘mematikan’ tadi, sudah barang tentu akan mencintai dunia. Lambat laun –tanpa sadar- dirinya digerogoti penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Sudah pasti, yang suka pada dunia secara berlebihan, akan ketakutan menghadapi kematian. Inilah yang ditakuti oleh nabi sepeninggalnya. Beliau takut ketika pintu dunia dibuka seluas-luasnya, membuat orang Muslim silau padanya (HR. Ma`mar bin Rasyid).

Panjang Angan-angan

Lebih tragis lagi, akumulasi virus yang menyerang hati –sebagaimana yang disebutkan tadi-, menyebabkan orang tidak produktif, bahkan hidup dalam awang-awang. Hidup hanya diisi dengan lamunan semu. Berangan-angan panjang. Berpangku tangan. Spirit perjuangan menjadi lesuh. Bila sudah demikian, maka sudah sangat sulit diharapkan. Hanya kesengsaraan yang akan menimpa, jika tidak segera berbenah. Bagaimana mungkin akan menanti datangnya hujan emas dari langit?

Kelima tanda kesengsaraan tadi bisa diobati dengan satu resep mujarab, yaitu: kesehatan qalbu, hati. Bukankah nabi pernah bersabda, “Ketahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika baik, maka semua anggota badan akan baik. Jika jelek, maka semua akan jelek. Yang demikian itu adalah: hati.” (HR. Bukhari, Muslim). Bersihkanlah hati dari segala hal yang bisa mengotorinya, maka kita akan terbebas dari kesengsaraan.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hatihidupkesengsaraan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uni Eropa Dihapus dari Paspor Inggris
Tulisan selanjutnya Kampanye Akbar, Prabowo: Insyaallah Menang, Saya Jemput HRS di Makkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?