Hidayatullah.com—Seorang remaja Australia yang memecahkan telur di kepala seorang senator Australia mengatakan telah menyerahkan donasi yang diterimanya yang berjumlah hampir A$100.000 (sekitar US$69.000 atau hampir 996 juta rupiah) untuk korban pembantaian di dua masjid di Christchurch, New Zealand, lapor BBC.
Will Connolly melemparkan telur ke kepala senator Frase Anning bulan Maret lalu, setelah politisi itu menyulut kemarahan publik sehari usai tragedi di masjid New Zealand. Anning menyalahkan penembakan oleh Brent Tarrant –pria Australia yang berideologi rasis dan mengusung supremasi kulit putih– yang menewaskan 51 orang tersebut kepada migrasi Muslim. Sebagaimana diketahui sebagian orang di negeri-negeri kulit putih (di Barat, serta Australia dan New Zealand) kesal dengan merebaknya migrasi Muslim ke negara mereka yang secara tradisional merupakan penganut Kristen.
Will Connolly, 17, mendekati Anning dari belakang ketika senator itu sedang memberikan keterangan dalam konferensi pers di Melbourne 16 Maret, sambil memecahkan telur di kepalanya.
Akibat tindakannya itu Connolly, yang kemudian dijuluki “Egg Boy”, harus berurusan dengan hukum. Donasi pun kemudian berdatangan untuk membantunya membayar pengacara dan biaya perkara.
Hari Selasa (28/5/2019) lewat Instagram pemuda itu mengumumkan telah menyalurkan donasi yang diterimanya sebesar A$99.922,36 kepada Christchurch Foundation and Victims Support.
“Akhirnya!!! setelah terkumpul dana bantuan $99.922,36 hari ini telah ditransfer ke Christchurch Foundation and Victims Support. Bagi kalian yang tidak tahu, ada 2 laman Go Fund Me yang dibuat untuk membantu saya membayar biaya hukum dan untuk ‘membeli telur lebih banyak lagi’. Syukurnya, Gordon Legal bekerja secara probono untuk saya sehingga saya tidak perlu membayar biaya pengacara sama sekali. Saya memutuskan untuk mendonasikan seluruh uang itu untuk membantu meringankan derita korban dari pembantaian tersebut … Uang itu bukan milik saya. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Corey dan @sajjad12345 yang membuat laman donasi tersebut dan kepada setiap orang yang menyumbangkan uangnya dan menjadikan hal ini mungkin. Kepada para korban tragedi itu, saya dengan sepenuh hati berharap (donasi) ini akan meringankan sebagian derita kalian,” tulis Connolly di laman Instagram-nya.
Pada bulan Maret pemuda itu pernah mengatakan kepada jaringan televisi Australia Ten, “Saya paham apa yang saya lakukan itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan. Namun demikian, telur ini telah mempersatukan banyak orang.”
Fraser Anning menolak meminta maaf atas komentar yang dibuatnya, meskipun ada petisi yang ditandatangani 1,4 juta orang. Dia akhirnya gagal mendapatkan kursi senat Australia untuk memperpanjang masa jabatannya dalam pemilu 18 Mei.*
*