Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Berkuasa dan Bertahta, Maka Insyaf Lebih Baik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Mei 2019 19:48 7:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Mei 2019 05:00
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

KEHIDUPAN di dunia ini sejatinya adalah tempat dimana manusia diukur, dinilai dan ditetapkan tempatnya kelak di akhirat. Jika seseorang beriman dan beramal shaleh, maka kelak berada di dalam surga-Nya.

Akan tetapi, mengakui apalagi sampai pada tingkat mengimani Allah sebagai Ilah (Tuhan yang disembah) bukanlah perkara mudah. Terlebih suara yang memberikan keterangan mengenai hal itu datang dari orang yang secara status sosial bukan siapa-siapa.

Hal ini pernah terjadi pada sosok Raja bernama Namrudz yang memandang remeh seorang Ibrahim, hanya karena dia bukan seorang berkedudukan. Ia hanya pemuda yang menurut pandangannya tak berpengalaman dan tak berdaya.

Hingga tiba suatu waktu dimana ia dibuat tak mampu mengelak dari hujjah kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim Alayhissalam. Yakni saat Ibrahim ditangkap dan diadili di hadapan orang banyak untuk mempertanggungjawabkan perihal hancurnya berhala-berhala yang mereka sembah.

قَالُوْٓا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَا يٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۗ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?”” (QS. Al-Anbiya'[21]:62).

قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ

“Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.”” (QS. Al-Anbiya'[21]:63).

فَرَجَعُوْٓا اِلٰٓى اَنْفُسِهِمْ فَقَالُوْٓا اِنَّكُمْ اَنْتُمُ الظّٰلِمُوْنَۙ

“Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, “Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri).”” (QS. Al-Anbiya'[21]:64).

ثُمَّ نُكِسُوْا عَلٰى رُءُوْسِهِمْۚ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هٰٓؤُلَاۤءِ يَنْطِقُوْنَ

“Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.”” (QS. Al-Anbiya'[21]:65).

قَالَ اَفَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يَضُرُّكُمْ ۗ

“Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?” (QS. Al-Anbiya'[21]:66).

فٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

“Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?”” (QS. Al-Anbiya'[21]:67).

قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ

“Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.”” (QS. Al-Anbiya'[21]:68).

قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

“Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”” (QS. Al-Anbiya'[21]:69).

وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَۚ

“Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.” (QS. Al-Anbiya'[21]:70).

Kisah yang tertuang di dalam Al-Qur’an tersebut menggambarkan kepada siapapun juga bahwa tidak mungkin ada Tuhan selain Allah. Dan, dalam konteks sejarah Nabi Ibrahim, sang raja sadar bahwa benar apa yang disampaikan oleh Ibrahim muda kala itu.

Lihatlah bagaimana hal itu menghampiri hati dan kesadaran sang raja yang kafir itu.

“Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.”

Akan tetapi, karena manusia merasa dirinya memiliki kekuasaan, bisa melakukan apapun secara semena-mena, maka kesadaran itu ditenggelamkan, hingga tumbuhlah angkara murka di dalam dirinya. Lantas raja itu mengeluarkan kebijakan untuk membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim.

Tetapi, apa yang terjadi, kala kebijakan itu benar-benar dilakukan? Api menjadi dingin atas kehendak Allah.

يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

“Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS. Al-Anbiya [21]: 69).

Dengan demikian, kita mestinya insyaf sedini mungkin, bahwa tidak mungkin kita melawan Allah dengan menjadikan diri yang punya kuasa berbuat semena-mena.

Sungguh, kekuasaan, jabatan, pengaruh, dan kekuatan hanyalah titipan sementara yang Allah berikan guna menilai seperti apa sebenarnya kualitas seseorang sebagai manusia.

Lihatlah apa yang Allah kehendaki terhadap Raja Namrudz kala berkehendak brutal kepada kekasih-Nya, Nabi Ibrahim. Allah tidak datangkan kekuatan macam-macam, tapi Allah perintahkan api agar tidak membakar Nabi Ibrahim. Selamatlah Nabi Ibrahim, di dunia dan di akhirat. Sedangkan sang raja, terlaknat dan celaka dunia dan akhirat.

وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَۚ

“Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.” (QS. Al-Anbiya'[21]:70).

Ibn Katsir menerangkan dalam tafsirnya bahwa mereka yang dzalim, semena-mena, menolak kebenaran, akan menjadi orang yang kalah dan hina.

“Karena mereka hendak menipu daya seorang Nabi Allah, maka Allah pun menipu daya mereka dan menyelamatkan Nabi-Nya dari api. Dengan demikian mereka pun kalah,” tulisnya.

Dengan demikian, mari insyaf diri, sungguh tidak akan pernah ada kekuatan yang dapat mengalahkan kebenaran, keimanan seorang Muslim, dan kesungguhan mereka di dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Sekalipun ada kesempatan menganiaya orang-orang beriman, maka itu hanya akan menjadi bukti sekaligus undangan datangnya pertolongan Allah kepada perindu kebenaran. Dan, sungguh sejarah yang ada di dalam Al-Qur’an adalah pelajaran berharga, jika kita benar-benar mau membaca dengan segenap daya. Allahu a’lam.* Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:insyafJabatankekuasaannabi IbrahimpenguasaRaja Namrudz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Egg Boy: Donasi Hampir A$100.000 untuk Korban Pembantaian di Masjid New Zealand
Tulisan selanjutnya kebebasan seksual lgbt BPN Prabowo-Sandi Belum Kasih Semua Bukti ke MK: bagian Strategi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?