Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Jodoh di Bulan Syawal

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2019 19:09 7:09 pm
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 7 Juni 2019 05:00
Bagikan
[Ilustrasi] Pernikahan di Balikpapan Kaltim, Selasa (04/06/2017), 11 Syawal 1438 H.
Bagikan

Hidayatullah.com– Di antara bulan-bulan yang ada, Syawal identik dengan jodoh dan nikah. Dimana-mana banyak tenda bertebaran setelah lebaran. Bukan cuma tenda yang berkibar. Hati juga ikut berdebar. Itu pertanda ada jodoh yang memburu pasangannya.

Kata orang. Jodoh sama dengan kematian. Tak bisa dimajukan. Pun dielakkan. Tak bisa dipastikan pula. Kecuali memang sudah terjadi. Dia nyata tapi misterius adanya. Andai dikejar hingga terengah pun. Bukan jaminan memeluknya dengan mudah.

Ada banyak kisah yang mengungkap misteri di balik jodoh. Sukanya dan dukanya. Namun, kalau sebagian manusia bisa galau gara-gara jodoh. Ada orang yang justru “tak peduli” dengan jodoh. Ajaib bukan?

Kisah ini saya dapati di daerah pinggiran Kota Balikpapan. Tepatnya di batas wilayah paling timur. Hanya sepelemparan tombak dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kalau diterjemahkan, namanya berarti “orang yang disyukuri”. Selain aktif berdakwah membina masyarakat pinggiran, orang itu juga terampil bertukang. Sehari-hari, disibukkan membantu pembangunan Masjid ar-Riyadh, di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Baca: Hari Raya di Balik Jeruji Besi

Menurut sang dai, jodoh tersebut ketetapan Allah. Keyakinan itu sering diulang-ulang kepada istri dan anak-anaknya. Termasuk kepada saya dan seorang kawan. Pagi itu kami sengaja bertamu ke rumahnya, akhir Ramadhan lalu.

Kalau bukan jodoh, ada saja cara Allah membatalkan rencana pernikahan. Sebagaimana jika takdirnya berjodoh. Terlalu mudah bagi-Nya mengikat mereka dengan prosesi akad nikah.

Demikian nasihat bapak dari sepuluh orang anak tersebut. Saat itu secara ada seorang guru madrasah yang menyampaikan niatnya, melamar seorang putrinya. Berharap, niat baik itu bersenandung di bulan Syawal ini.

Baginya, jodoh itu bukan lagi sebab yang mesti diburu mati-matian. Seolah-olah harus si dia. Tak boleh tidak, misalnya. Jodoh itu justru “hanya” akibat dari keyakinan doa kepada Zat Pemberi rezeki yang perlu diasah secara berulang-ulang.

Selanjutnya kami yang hadir di ruangan, tenggelam dalam perjalanan dakwah dan spiritualnya yang luar biasa. Termasuk kisahnya dipertemukan dengan jodoh yang kini menjadi istrinya semata wayang.* Bersambung

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Raya Idul Fitrijodohpernikahansyawaltaqdir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Sri Lanka Berlebaran di Tengah Kontrol Ketat Keamanan
Tulisan selanjutnya Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Sudan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?