Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

‘Berpahit’ Dakwah Dahulu, Berjodoh Manis Kemudian

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2019 06:33 6:33 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 8 Juni 2019 05:00
Bagikan
[Ilustrasi] Salah seorang dai bekerja bakti dalam pembekalan sebelum nikah massal di Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, 2013.
Bagikan

Sambungan dari kisah pertama

 

Hidayatullah.com– Berhubung acara pernikahan masih tiga hari lagi. Baiknya kamu ikut pelatihan saja dulu di Samarinda.

Pesan itu dibisikkan Ustadz Abdullah Said Rahimahullah, pendiri Pesantren Hidayatullah. Singkat tapi lugas. Tak ada tawar menawar. Kalau perintah berarti dengar dan taat saja pilihannya.

Pagi, di akhir Ramadhan lalu, saya beruntung. Waktu itu bersama seorang sahabat, kami bersilaturahim ke rumah sang ustadz.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Syukurnya, sosok ustadz pendiam itu akhirnya mau membuka suara. Ia jadi terpancing menceritakan perjalanan dakwah dan jodohnya yang terbilang unik. Khususnya bagi remaja milenial di zaman now.

Seperti kisah sebelumnya, tokoh sekarang seolah nyaris tidak peduli dengan jodoh yang dipilihkan untuknya. Baginya, ia lebih suka memikirkan “how to” menjemput calon pendamping hidupnya.

Padahal pemuda yang namanya berarti “selalu disyukuri” itu mengaku baru saja beberapa hari tiba di Kota Balikpapan. Sebelumnya, sesuai SK, ia diamanahi berdakwah di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur.

Lagi asyik berdakwah, dai berdarah Duri tersebut didatangi utusan dari Ustadz Abdullah Said. Amanatnya, dirinya harus segera pulang mengikuti pernikahan santri secara massal di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca: Menanam Asa di Savana Jaya

Dalam hati, ia mengaku heran. Kabarnya ada pernikahan. Tapi tak ada tanda-tanda atau suasana semarak yang terlihat layaknya pernikahan yang biasa dilihatnya.

Makin heran lagi, H-3 alih-alih suasana acara pernikahan makin kentara, ia justru disuruh ikut pelatihan “Dinas Sosial” di luar kota. Dimana nyambungnya? Tanda tanya itu kian membesar di benaknya.

Singkat cerita, desas desus pernikahan massal yang mulanya viral alias trending topic di jagat lisan para santri perlahan menurun. Kabar gembira itu ditelan dengan banyaknya kerja bakti dan proyek lapangan yang tak pernah habis di Gunung Tembak.

Didorong kegelisahan memikirkan nasib umat yang sudah lama ditinggal, sang dai memberanikan diri menghadap Pimpinan. Berharap bisa diizinkan kembali ke daerah asalnya bertugas, di Derawan.

Rupanya, titah Pimpinan berkata lain. Ia justru diminta mengecek jadwal kapal laut yang berlayar ke ujung timur Indonesia. Disuruh bersiap menjejalahi Papua. Misi tetap sama. Menyebar benih dakwah dan Islam di sana.

Rute pelayaran sudah di tangan. Rupanya takdir belum juga menyentuh garis finish. Ia justru diminta turun di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Mengawali rintisan dakwah bagi kaum Minoritas Muslim di Bitung.

Benar-benar terjun bebas. Nyaris tanpa sabuk pengaman atau pelampung penyelamat. Jangankan uang saku atau bekal memadai di saku. Alamat yang dituju saja juga tak punya. Uang pun sudah habis buat tiket kapal saja.

Pertolongan Allah. Ia dapat tumpangan di sebuah kompleks. Tak jauh dari masjid di satu perumahan. Meski berkali-kali pindah tempat tidur, hari-harinya selalu dihabiskan berjalan kaki bersilaturahim ke siapa saja yang ditemuinya.

Baca: Fatu Marando, Medan Dakwah Penuh Tantangan

Selalu ada kejutan bagi yang mengurus agama Allah. Di satu masjid, ada sekelompok warga yang baru saja ditinggal pergi ustadznya. Ibarat anak ayam, mereka kehilangan induk yang membimbing mereka. Klop! Jadilah pemuda nekat tadi didaulat menjadi sosok pengganti ustadz yang hengkang.

All out dalam dakwah. Kebiasaan itu melekat kemanapun ia bertugas. Sebagian warga merasa takjub melihat semangatnya yang tak pernah surut.

Apa jawabannya? Dengan santai ia merespon keheranan itu. SK tugas sebenarnya berdakwah di Papua. Jadi sejak awal mentalnya sudah siap dengan medan lebih berat dan cobaan yang lebih banyak.

Tepat setahun berdakwah seorang diri di Bitung. Panggilan “suci” itu menggema kembali. Ia dipanggil pulang ke Gunung Tembak. Isunya sama seperti dulu. Bakal ada penjodohan sesama santri. Pernikahan Massal, demikian tajuk yang kembali menghangat.

Bagaimana kisah penjodohannya? Seperti apa lika-liku Pernikahan Massal zaman old? Ikuti kisah selanjutnya.*
Bersambung

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahHari Raya Idul FitriHidayatullahjodohpernikahansyawaltaqdir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Berencana Larang Peritel Buang Barang yang Tak Laku
Tulisan selanjutnya Polisi Gelar Razia Minuman Keras di Cirebon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?