Hidayatullah.com– Menurut Ledia Hanifa Amaliah, anggota Komisi X DPR RI, beberapa hal harus diperhatikan oleh pemerintah terkait pernikahan anak. Pertama, pendidikan yang komprehensif dalam keluarga.
“Pendidikan yang komprehensif meliputi pendidikan agama dan sosial dalam keluarga. Kedua, tingkat pendidikan anak-anak Indonesia sendiri harus ditingkatkan. Data BPS 2017 rata-rata lama bersekolah anak Indonesia hanya 8,9 tahun. Tidak lulus SMP! Berarti, diperlukan upaya keras untuk meningkatkannya,” katanya di Jakarta Selatan, Kamis (25/07/2019).
Faktor lainnya, lanjut Ledia adalah masalah lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.
Ledia antara menilai pemerintah harus meminimalkan pemicu terjadinya seks pra nikah.
“Lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak dan meminimalisir tekanan kelompok pada hal-hal yang negatif. Selain itu, pemerintah juga harus meminimalisir hal-hal yang menjadi pemicu seks pranikah seperti minimuman beralkohol, pornografi, dan narkoba. Undang-undang Pornografi yang sudahkan pada tahun 2008 mengamanatkan dibentukannya Gugus Tugas Antipornografi oleh pemerintah, nyatanya belum berjalan hingga sekarang,” ujarnya.
Menurut Ledia, masalah pernikahan anak yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya, pemahaman orangtua dan keluarga.
“Banyak sebab pernikahan anak ini terjadi ya, ada masalah ekonomi, budaya, pemahaman dan bahkan seks pranikah. Pemahaman orangtua menjadi kunci. Memastikan yang akan menikah baligh dan berakal, karena menikah bermakna membangun peradaban sehingga perlu dipersiapkan dengan matang,” ujar Anggota Legislatif yang juga merupakan Ketua DPP PKS ini dalam keterangan PKS.
Ia berharap, pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar pada tanggal 24 Juli kemarin, bisa mendorong pemerintah lebih serius lagi mengatasi permasalah ini, agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban.
“Pesoalan ini harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah. Dan, penyelesaiannya pun harus dilakukan dari hulur hingga ke hilir. Tentu, kita semua berharap tidak saja pemerintah namun semua elemen untuk serius melihat masalah ini. Begitupun dengan kita, semoga Allah beri kemudahan,” tutupnya.*