Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman akan Perbolehkan Polisi Gunakan DNA untuk Identifikasi Tersangka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2019 18:34 6:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Agustus 2019 18:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Polisi di Jerman dalam waktu dekat kemungkinan akan dapat menggunakan DNA untuk lebih mengetahui ciri dan identitas pelaku kejahatan, seperti usia dan warna kulitnya.

Kementerian Kehakiman telah mengajukan RUU yang akan memungkin polisi menggunakan analisis DNA untuk menentukan karakteristik pelaku kejahatan yang sekarang ini masih tidak diperbolehkan, seperti usia tersangka, warna matanya, warna kulitnya, serta rambutnya.

Rencana perubahan kebijakan itu dilaporkan Funke Media Group dan kantor berita Jerman DPA hari Kamis (1/8/2019) seperti dilansir DW.

Berdasarkan UU yang berlaku saat ini, polisi hanya dapat menggunakan sampel genetik yang ditemukan –seperti rambut, sel kulit atau tetesan darah dari tempat kejadian perkara– untuk dites guna menentukan gender pelaku atau mencocokkannya dengan DNA yang terdapat di dalam database.

Sebastian Fiedler, ketua asosiasi penegak hukum Jerman (BDK), mengatakan reformasi itu akan sangat membantu polisi, dan dapat menentukan mana orang yang kemungkinan tersangka atau bukan sejak dini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pakar kriminologi Tobias Singelstein juga menyambut rencana perubahan UU itu dan mengakui manfaatnya, tetapi juga memperingatkan bahwa hasil tes DNA itu hanya merefleksikan probabilitas.

“Ada bahaya para penyidik akan terlalu mengandalkan hasil DNA,” ujarnya kepada DPA. “Hal itu dapat mengakibatkan pendekatan lain dalam penyidikan terburu-buru diabaikan.”

Dalam teks RUU itu disebutkan bahwa analisis DNA itu bukanlah diskriminasi, sebab tidak diarahkan hanya kepada sekelompok orang saja. Apabila hasilnya menunjukkan tersangka berasal dari kelompok minoritas, maka hal itu tidak boleh dijadikan bahan untuk menyebarkan propaganda atau menyulut kebencian.

Akan tetapi, politisi Partai Hijau Konstantin von Notz meragukan akurasi dan kepastian hasil analisis DNA itu terjamin. Dia juga khawatir risiko prasangka dan diskriminasi terhadap satu kelompok dalam masyarakat bisa dihindari.

RUU itu melarang tes DNA untuk menentukan etnis tersangka. Namun, Singelstein di Universitas Ruhr mengatakan bahwa pada akhirnya nanti hal tersebut akan diperbolehkan.

“Dari sudut pandang sains, banyak hal bisa diketahui. Sejauh mana kita mau melangkah? Akankah ini menjadi reformasi yang terakhir? Saya kira kita tidak akan berhenti sampai di sini,” imbuhnya.

RUU tersebut telah diajukan ke pemerintah dan para menteri, dan kemudian akan diserahkan ke kabinet untuk disetujui.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DNAJermanpolisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Mendagri, Menteri Pendidikan Rumania Dipecat karena Komentar Kasus Pembunuhan 2 Remaja
Tulisan selanjutnya Presiden Donald Trump Mengancam Akan Lepaskan Ribuan Anggota ISIS Kembali ke Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?