Hidayatullah.com–Perdana Menteri Rumania Viorica Dancila memecat menteri pendidikannya setelah dianggap memberikan komentar yang sangat tidak pantas tentang kasus kematian dua remaja putri yang menghebohkan negara itu.
Perdana Menteri Viorica Dancila mengatakan komentar yang diutarakan Ecaterina Andronescu menunjukkan menteri pendidikan itu tidak memahami persoalan dengan baik.
Alexandra Macesanu, 15, diculik di sebelah barat ibukota, Bucharest, hari Rabu lalu.
Andronescu mengatakan di layar TV bahwa dia dulu diajarkan agar “tidak menumpang mobil orang asing.”
Komentar itu, kata Dancila lewat laman Facebook, sangat tidak bertanggung jawab. Namun, Andronescu mengatakan dirinya tidak bermaksud menyalahkan korban atau keluarganya.
Menteri pendidikan itu menjadi pejabat tinggi Rumania ketiga yang kehilangan pekerjaannya terkait kasus pembunuhan dua remaja putri itu.
Kepala Kepolisian Rumania Ioan Buda sudah dipecat dan Nicolae Moga mundur dari jabatan menteri dalam negeri, tetapi para pengkritik menuntut para pejabat terkait lainnya juga meletakkan jabatannya.
Aparat berwenang dihujani kritik dan kecaman karena dianggap lambat merespon tiga telepon darurat Alexandra Macesanu.
Remaja putri itu menghilang hari Rabu silam saat mencari tumpangan kendaraan menuju rumahnya di Caracal kata polisi.
Petugas menunggu 19 jam untuk menemukan lokasi di mana dia disekap, dan ketika itu gadis tersebut diduga sudah tak bernyawa.
Hari Selasa (30/7/2019), paman gadis itu, Alexandru Companasu, merilis apa yang disebutnya transkrip panggilan darurat 112 keponakannya.
Dalam satu pembicaraan, remaja itu memohon agar petugas tidak menutup teleponnya sebab dia sangat ketakutan. Akan tetapi petugas justru mengatakan juga sedang menangani telepon lain.
Tersangka Gheorghe Dinca, yang sudah mendekam dalam sel tahanan, mengatakan kepada polisi bahwa dia membunuh Alexandra Macesanu.
Pria berusia 65 tahun itu juga mengaku telah membunuh seorang gadis lain bernama Luiza Melencu yang berusia 18 tahun, yang dilaporkan hilang sejak April.
Pengacaranya, Alexandru Bogdan, mengatakan kepada kantor berita nasional Rumania Agerpres hari Ahad bahwa kliennya mengakui kejahatan-kejahatannya tersebut.
Polisi menemukan sisa mayat di rumah Dinca, tetapi belum memastikan apakah DNA yang ditemukan milik korban.
Hari Jumat (2/8/2019) tim penyidik mengatakan sudah menerima hasil awal pemeriksaan forensik, lansir BBC.*