Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Donald Trump Mengancam Akan Lepaskan Ribuan Anggota ISIS Kembali ke Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2019 18:50 6:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Agustus 2019 18:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa sekitar 2.500 anggota ISIS yang ditangkapnya bersama pasukan sekutu di Suriah dan Iraq tak lama lagi akan merambah kembali ke Eropa, apabila Uni Eropa tidak bersedia menangani mereka di negaranya sendiri.

Trump berulang kali mengutarakan kegeramannya atas keengganan Uni Eropa untuk merepatriasi dan mengadili sendiri warganya yang tertangkap di wilayah konflik Timur Tengah. Hari Kamis (1/8/2019) dia kembali menyuarakan ancamannya dengan mengatakan akan membiarkan ratusan teroris yang sulit diperangi kembali ke Eropa, lansir RT.

“Akan selalu ada orang di sekitarmu, tapi kami saat ini sudah menangkap lebih dari 10.000 — kami ada 2.500 anggota ISIS yang kami ingin Eropa mengambilnya, sebab mereka akan kembali ke Eropa, ke Prancis, ke Jerman, ke berbagai tempat,” kata Trump berbicara di hadapan sejumlah reporter di halaman Gedung Putih.

“Jadi kami ada ribuan pelaga ISIS yang kami ingin agar Eropa mengambilnya, dan kita lihat apakah mereka akan mengambil mereka. Jika tidak, mungkin kami akan melepaskan mereka,” kata Trump dengan nada sedikit mengancam.

Ini bukan pertama kalinya Trump meminta agar negara-negara Eropa “menerima kembali” warga mereka yang pergi ke Suriah atau Iraq untuk ikut berperang bersama ISIS dan kelompok bersenjata lainnya. Pada bulan Februari Trump menyebut angka anggota ISIS itu 800, atau kurang dari sepertiga jumlah yang disebutnya sekarang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kala itu Trump mengatakan ‘jihadis’ sepertinya akan menyusup ke Eropa begitu pasukan AS ditarik setelah ‘kekhalifahan’ berhasil dikalahkan, yang kata Trump hasil dari usaha yang semata dilakukan oleh Amerika Serikat.

Namun, sepertinya sejumlah negara Eropa “tidak gentar”. Jerman mempertanyakan legalitas langkah yang akan diambil AS itu, sedangkan Denmark langsung menolaknya.

Trump sempat membuat para jenderalnya terkaget-kaget ketika pada bulan Desember 2018 dia mengumumkan akan menarik pasukan AS dari Suriah, sebab “satu-satunya alasan” mempertahankan keberadaan pasukan berkekuatan 2.000 personel itu adalah mengalahkan ISIS yang faktanya sudah melemah.

Namun, beberapa pekan kemudian dia melunak, dengan mengatakan pada bulan Maret bahwa 400 personel militer AS akan dipertahankan berada di Suriah sampai batas waktu yang tidak ditentukan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:abad XV Masjid terbesar di EropaDonald TrumpISIS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman akan Perbolehkan Polisi Gunakan DNA untuk Identifikasi Tersangka
Tulisan selanjutnya India Loloskan RUU Larangan Muslim Cerai Instan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?