Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Santri Ditantang Jadi Wartawan, Media Pesantren Harus Berinovasi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 20 Februari 2014 06:20 6:20 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 20 Februari 2014 06:20
Bagikan
Studi banding majalah Husnul Khotimah ke redaksi
Bagikan

Hidayatullah.com- Kunci persaingan media massa saat ini adalah inovasi, baik majalah, online dan sebagainya. Demikian pula bagi media-media berbasis pesantren. Sudah saatnya para santri mengembangkan media di pesantrennya dengan inovasi yang lebih menarik.

Pesan ini disampaikan Pemimpin Redaksi (Pemred) Kelompok Media Hidayatullah (KMH) Mahladi kepada jajaran awak majalah Husnul Khotimah yang berkunjung ke kantor KMH, Jalan Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Jakarta Timur, Selasa, (18/02/2014). Para awak majalah terbitan Pondok Pesantren (PP) Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat ini sedang melakukan studi banding.

Mahladi mengatakan, jangan sampai tampilan produk jurnalistik milik pesantren monoton, begitu-gitu saja. Untuk berinovasi pun tak perlu dipaksakan. Inilah tantangan bagi pesantren-pesantren khususnya para santrinya.

Maka, ujarnya, dalam setiap pelatihan jurnalistik yang digelar KMH, yang pertama Mahladi katakan kepada para santri adalah kemauan keras mereka untuk menjadi wartawan.

“Siapa yang mau menginfakkan waktunya, melapangkan waktunya berjuang lewat ini, ayo kita bersama-sama, berpeluh bersama-sama, berpikir bersama-sama,” ujar Kepala Biro Humas Pimpinan Pusat Hidayatullah ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mahladi mengatakan, di awal-awal membangun sebuah media, yang harus ditanamkan kepada para santri bukanlah hasilnya. Bukan pula dari mana iklan akan datang. Tapi utamakanlah prosesnya.

“Kalau kita tidak ditanamkan itu, maka biasanya enggak kerasan, inovasi itu buntu. Dan inovasi itu jangan dikira dengan biaya yang mahal. Tidak! Nah biasanya masalah terbesar dalam mengelola majalah di pesantren itu adalah bosan,” lanjutnya.

Pembagian Tugas

Terkait media online, Mahladi meyakini, sebuah situs harus rajin memposting (update) artikel jika ingin dikunjungi banyak orang. Jika di media umum, ranking update berpengaruh pada pemasukan melalui iklan.

“(Itu) kalau mau mencari iklan. Tapi kalau mau di pesantren atau sekolah itu saya kira tidak seperti itu (uang. Red) orientasinya,” imbuhnya.

Media-media pesantren pun, menurutnya, tetap bisa selalu memperbaharui beritanya walau dengan uang dan personel terbatas. Caranya, dengan pembagian tugas bagi tiap kru.

“Pertanyaannya adalah apakah semua keadaan bisa kita beritakan di situs kita? Semua kasus, semua masalah, semua berita, bisa kami beritakan di situs kami (hidayatullah.com, red). Namun dengan sudut pandang yang berbeda dengan media-media umum,” ungkapnya.

Mahladi menjelaskan, sudut pandang merupakan cara melihat sebuah peristiwa. Untuk menangkap sudut pandang ini, tidak bisa dicapai secara singkat.

“Enggak bisa langsung. Mantan pelatihan jurnalistik langsung bisa melihat sudut pandang yang bagus, enggak bisa, harus latihan. Harus berkali-kali. Reportase, reportase, reportase, sehingga kita bisa mendapatkan sudut pandang yang menarik,” jelasnya.

“Jadi jangan kehabisan ide. Bahkan seorang anak kecil bersepeda di depan kampus kemudian jatuh, itu berita. Apakah jalanannya buruk, apakah ditabrak, semua itu berita. Tinggal sudut pandangnya aja,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 orang dari PP Husnul Khotimah menyambangi kantor redaksi KMH. Selain bersilaturahim, mereka melakukan studi banding tentang manajemen pengelolaan media dakwah Islam berbasis majalah dan online.

“Majalah Husnul Khotimah, majalah ini baru berusia 6 tahun, baru mulai tahun 2008. Sehingga perlu banyak studi banding, melihat majalah-majalah lain yang usianya lebih dahulu daripada kami,” ujar Sanwani dalam sambutannnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya YMN Targetkan Tebar 10 Ribu Mukena ke Daerah Bencana di Nusantara
Tulisan selanjutnya Adam Amrullah Akan Segera Disidang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?