Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Buruh dan Mahasiswa Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2019 14:20 2:20 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 Agustus 2019 14:20
Bagikan
Aliansi Buruh Aceh demo tolak Revisi UU Ketenagakerjaan di Aceh.
Bagikan

Hidayatullah.com– Para buruh dan mahasiswa menolak Revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (RUU Ketenagakerjaan). Aksi penolakan terhadap RUU Ketenagakerjaan bergelombang dilakukan para buruh di berbagai daerah se-Indonesia belakangan ini.

Pada Senin (26/08/2019), Aliansi Buruh Aceh (ABA) yang terdiri dari buruh dan mahasiswa menggelar aksi perjuangan bersama serikat pekerja/serikat buruh dan elemen masyarakat sipil, menolak RUU Ketenagakerjaan.

Dalam aksi di Aceh tersebut, massa menyuarakan aspirasinya, menolak RUU Ketenagakerjaan yang dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat, khususnya kalangan buruh.

Wakil Ketua BEM Unsyiah Rifqi Ubai Sultan dalam orasinya mengatakan, mahasiswa adalah calon pekerja yang nantinya akan mengisi posisi terpenting di negara Indonesia, menjadi pekerja yang nantinya akan memajukan perekonomian bangsa.

“Revisi UU Ketenagakerjaan yang akan digodokkan oleh pemerintah akan menyusahkan rakyat dan merenggut kesejahteraan,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Prabowo Hadiri Peringatan May Day, Buruh Tolak Pemilu Curang

Rifqi menekankan, kesejahteraan rakyat haruslah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. “Adanya UU No 13 Tahun 2003 adalah bentuk perlindungan yang nyata. Jika harus direvisi, kemana lagi rakyat akan mengadu dan memperoleh perlindungan?” ungkapnya sebagaimana keterangan diterima hidayatullah.com.

Aksi tersebut merupakan gelombang aksi buruh secara nasional yang telah dilaksanakan di beberapa provinsi dan kabupaten di Indonesia. Dalam aksi, mereka menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan bagi pekerja/buruh dan masyarakat.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak kondusif seperti saat ini, buruh berharap jangan ada kebijakan yang akan memberatkan dan mempersulit ekonomi kaum buruh dan masyarakat.

Baca: “Jika Tuntutan Buruh Semakin Banyak dan Kritis, Artinya Rakyat Makin Susah”

Aliansi menyatakan, rencana pemerintah merevisi UU Ketenagakerjaan sangat mengusik perasaan pekerja/buruh dimana rencana tersebut merugikan para pekerja baik swasta, BUMN, dan badan usaha lainnya.

Aliansi menyebut, poin-poin yang direncanakan untuk direvisi antara lain terkait upah, pesangon, hubungan kerja, tenaga kerja asing (TKA), dan fasilitas.

Senin kemarin, Gabungan Buruh Jakarta juga menggelar demo menolak revisi UU Ketenagakerjaan. Kelompok buruh menilai, sejumlah poin dalam perubahan peraturan itu memperburuk kondisi pekerja, bahkan menguntungkan pengusaha.

“Hari ini kita kembali turun ke jalan, kita tidak bisa lagi duduk-duduk di pabrik. Kalau kita baca, kita peka, tidak ada revisi (UUK) yang berpihak ke buruh,” ujar Ketua Gabungan Serikat Buruh Mandiri DPC Jakarta, Natalia dalam orasinya di depan Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (26/08/2019) kutip CNN.

Baca: Tarif Dasar Listrik Naik, Pimpinan DPR: Rakyat Kecil Makin Menjerit

“Pesangon akan dikurangi, cuti haid bagi buruh perempuan akan dihapus. Kenapa? Karena alasan penguasa, sudah ada obat penghilang rasa nyeri,” lanjut Natalia dengan pengeras suara, dari atas mobil pick up.

Pertengahan Agustus lalu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri membantah jika pemerintah telah mengeluarkan draf Revisi UU Ketenagakerjaan.

“Yang merevisi siapa? Itu kemakan hoax karena ada draf yang enggak jelas dari mana, pemerintah belum mengeluarkan draf apa-apa,” sebut Menaker Hanif di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jumat (16/08/2019) kutip Antara.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehburuhmahasiswaRUU KetenagakerjaanTenaga KerjaUU KetenagakerjaanUU No 13 Tahun 2003
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemberontak Houthi ‘Tembakkan 10 Rudal Balistik’ ke Saudi
Tulisan selanjutnya Yaman: UEA Eksploitasi Konflik untuk Kuasai Pelabuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?