Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Milenial: Generasi Keseimbangan Otak dan Otot  

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2019 14:36 2:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2019 14:36
Bagikan
Generasi apa ini?
Bagikan

Oleh: Ihshan Gumilar

 

Hidayatullah.com | TANGGAL  23 september 2019, teriakan-teriakan anak muda itu membuncah ke langit. Aroma keringat mereka menguap dan menyatu bersama di udara bebas. Butiran-butiran peluh deras mengalir membungkus tubuh Q. Aparat bersenjata berdiri menghadang. Mereka tidak takut. Mereka tidak gentar. Mereka berusaha merangsek masuk ke gedung DPR. Warna-warni jaket almamater terlihat bak kuas lukisan yang melukis di atas jalan Jenderal Gatot Subroto. Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan beragam keanehan pada Rancangan Undang-Undang (RUU), termasuk RUU-KPK dan RUU-KUHP.

Dalam aksi tersebut, ada satu yang menggelitik pikiran saya terkait tuntutan mahasiswa untuk mengesahkan RUU P-KS (Penghapusan Kekerasan Seksual). Sebuah pertanyaan terbersit di dalam benak saya. Apakah mereka mengerti sepenuhnya apa yang mereka perjuangkan ? Apakah mereka benar-benar paham tentang RUU P-KS ? Sebelum turun ke jalan lagi, ada baiknya para generasi milenial meluangkan waktu untuk mengunyah tulisan ringan ini dengan pikiran yang tenang dan cemerlang.

Halusinasi RUU P-KS

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

Proses menggapai kebenaran dikenal dengan nama perjuangan. Generasi milenial turun ke jalan, untuk sebuah alasan kebenaran dan kebaikan. Perjuangan itu memerlukan keseimbangan otak dan otot. Oleh karenanya, izinkan tulisan ini memberikan sedikit percikan untuk keseimbangan keduanya.

Satu tahun lalu di bulan oktober tepatnya,  komisi 8 khususnya panitia kerja (panja) RUU‌ P-KS mengundang saya ke DPR untuk memberikan masukan, melalui kacamata psikologi syaraf  (neuropsikologi), terkait adanya desakan untuk pengesahan RUU P-KS yang diusung oleh Komite Nasional (Komnas) perempuan. Di akhir pemaparan, saya menyampaikan bahwa RUU P-KS ini akan menjadi sebuah bom waktu yang tidak bisa terkendali efeknya baik dalam jangka pendek ataupun panjang.

Jika dilihat secara sekelebat, RUU tersebut sangat pro dan melindungi anak-anak Indonesia dan korban kekerasan seksual. Tapi, jika ditelisik lebih dalam dan menyeluruh, RUU PKS justru akan menjerumuskan anak-anak Indonesia ke lembah kenistaan yang lebih dalam dan hanya akan menambah  korban perilaku kejahatan seksual di kemudian hari. Dari 152 pasal yang diajukan, mari kita melihat pada pasal awal RUU tersebut.

Pasal semu

Bab 1 pasal 1

“Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi…”

Ada kata “hasrat seksual” disana. Ia bermakna apapun orientasi dan keinginan seksual seseorang tidak boleh diganggu-gugat. Sekalipun ia menjadi pintu masuk utama atas penyebaran Penyakit Seks Menular (PSM) dikalangan ratusan juta nyawa orang-orang Indonesia.

Tingginya tingkat PSM atau biasa dikenal Sexual Transmitted Disease (STD) yang hinggap pada anak-anak muda dan juga orang dewasa Indonesia, dikontribusikan sangat banyak oleh perilaku seks berisiko di kalangan pelaku seks sesama jenis. Hal ini mempunyai dampak beruntun (domino effect) dalam pelbagai aspek kehidupan :  sosial, ekonomi, dan keluarga Indonesia. Terlebih efek finansial di bidang kesehatan yang akan terus membengkak.

Sudah terlalu banyak anak-anak Indonesia mempunyai orientasi seksual menyimpang sesama jenis (laki-laki ataupun perempuan) yang pada akhirnya terkena PSM. Jujur saja, pemerintah tidak mampu menanggulangi hal ini  secara komprehensif. Dikarenakan jumlah kasus yang kerap bertambah akan tetapi kemampuan menangani amatlah minim dari beragam aspek, tenaga profesional maupun keuangan. Mereka hidup dalam lingkaran setan PSM yang tak pernah putus dan yang pada akhirnya hanya akan membunuh mereka secara perlahan.

Lalu siapa yang akan menanggung biaya pengobatan mereka ? Bukankah dari pajak yang kita berikan ke pemerintah ? Hidup di Indonesia sudah sangat sulit dengan keadaan ekonomi selama lima tahun ini yang amat morat-marit. Alangkah baiknya biaya ekonomi kesehatan itu kita alihkan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti peningkatan mutu pendidikan.

Apakah presiden berpikir sampai kesini ketika ia mengajukan agar RUU P-KS disahkan ? Ketidakmampuan presidenkah untuk melihat atau ketidak mengertian presidenkah terhadap permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ? Untuk makan satu hari saja rakyat susah, lalu mengapa harus ditambah lagi oleh PSM yang akan menyebar luas dengan adanya RUU‌ P-KS ? Sungguh pelik dan miris !

Jika tulisan ini dianggap menghina presiden, mari kita berpikir sejenak. Bukankah RUU P-KS itu akan menambah lagi jumlah permasalahan sosial dan ekonomi di negara ini ? Jika disahkan hari ini, siapa yang akan menanggungnya ? Tentunya rakyat hari ini dan juga anak cucu kita. Oleh karena itu, siapa yang sesungguhnya menghina ? Tulisan singkat ini atau  presiden yang akan memberikan kesengsaraan kepada ratusan juta rakyatnya dengan meminta undang-undang tersebut disahkan ?

Seorang pemimpin itu bukan hanya dilihat keberhasilannya dari apa yang ia capai selama 5 tahun. Akan tetapi seorang pemimpin itu harus mampu melihat dalam jangka waktu 20 tahun ke depan bahkan lebih. Pemimpin yang baik itu mampu meredam penyakit, bukan meninggalkan atau bahkan menambah penyakit.

Keluarga milenial

Wahai para demonstran, jika anda berjuang dan turun ke jalan saat ini. Ingatlah suatu saat anda akan memiliki keluarga dan anak-anak. Jika anda meminta sepenuhnya RUU‌ P-KS disahkan, pastikan tidak ada pasal-pasal yang akan menyulitkan kemaslahatan hidup orang banyak ataupun hidup anda sekalipun di kemudian hari.

Hilangnya nyawa para mahasiswa, kucuran darah yang mengalir, dan butiran-butiran keringat yang jatuh ke jalan adalah sebuah usaha keras dari generasi milenial saat ini. Jangan sampai usaha keras itu seperti sedang berusaha keras menggali kuburan sendiri. Jika Anda memiliki anak di kemudian hari, dan Anda ingin mengobati orientasi dan perilaku seks menyimpang anak Anda, ia berhak melaporkan anda ke polisi untuk tidur di hotel prodeo. Karena anak tersebut dilindungi oleh RUU P-KS yang menjamin kebebasan hasrat dan orientasi seksual apapun jenisnya.

Semakin anda perjuangkan RUU P-KS, semakin dalamlah kuburan itu. Ketika anda masuk ke dalamnya, tak ada yang bisa anda perbuat. Kecuali hanya menunggu detik-detik kematian. Lalu darah daging andalah yang akan menutup kuburan itu dari atas. Sadarlah !.

Jaga momentum

Jangan pernah takut dan jangan pernah berhenti untuk menyuarakan kebenaran. Telaah dengan baik RUU-KPK, RUU-KUHP, dan yang lainnya. Anda tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah. Terus bergerak. Pastikan anda mengerti dengan pasti tentang apa yang anda perjuangkan dan telusuri. Jangan sampai anda memperjuangkan hal yang akan membuat anda menyesal di kemudian hari.

Hidup hanya sekali. Lakukanlah yang terbaik untuk keseimbangan otak dan otot dengan apapun yang anda miliki. Sekarang atau tidak pernah sama sekali. Cepat atau lambat, anda akan memimpin negeri ini.

Jaga momentum dan jangan pernah mati !

Penulis adalah Neuropsikolog

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminismelgbtliberalorientasi seksRUU KUHPRUU P-KSseks menyimpang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Doa dan Sinkritisme
Tulisan selanjutnya Kemenag Gelar Pentas Pendidikan Agama Islam, Diikuti Ribuan Pengurus Rohis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?