Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jutaan Turis Ditipu Penjual Tanaman Tulip di Amsterdam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2019 18:24 6:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Oktober 2019 18:24
Bagikan
Pasar kembang terapung di kanal kota Amsterdam.
Bagikan

Hidayatullah.com–Para turis telah diperdayai di pasar kembang ternama di kota Amsterdam, Belanda. Pasalnya, hanya 1% saja umbi tanaman tulip yang dijual di pasar terapung kota itu yang benar-benar bisa berbunga, kata pihak investigator.

Sebuah komisi penyelidik yang dibentuk pemerintah wilayah ibu kota Belanda dan asosiasi petani tulip juga kerap mendapati hanya satu bunga yang tumbuh mirip seperti dalam gambar kemasan, serta jumlah umbi dalam kemasan sering kali lebih sedikit dibanding jumlah yang diiklankan.

“Hasil penyelidikan menunjukkan penipuan terhadap konsumen yang kronis,” dalam penjualan umbi tanaman tulip di pasar kembang terapung kota Amsterdam, kata asosiasi petani bunga Belanda KAVB seperti dikutip kantor berita AFP Selasa (15/10/2019).

“Jutaan turis dan pelancong ditipu,” kata Rene le Clercq, ketua KAVB.

Pasar kembang terapung merupakan salah satu ciri khas kota Amsterdam yang tersohor dan sudah ada sejak tahun 1862, ketika para penjual bunga menjalankan rakit-rakit mereka di Sungai Amstel lalu menepikannya di kanal-kanal kota Amsterdam untuk menjajakan dagangan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepopulerannya menginspirasikan lagu “Tulips from Amsterdam”, versi yang terkenal dinyanyikan tahun 1958 oleh biduan Inggris Max Bygraves.

Pada masa sekarang ini, pasar kembang terapung itu berupa jajaran rakit yang ditambatkan permanen dilengkapi dengan rumah-rumah kaca kecil di atasnya. Pedagang di sana tidak hanya menjual umbi bunga tulip, tetapi juga bunga narcissus, snowdrop, carnation, violet, peoni, serta anggrek.

Tim investigasi menemukan permasalahan serupa di kawasan yang dikenal sebagai jalan kembang di Lisse, kota kecil di selatan Amsterdam di mana terdapat banyak sekali umbi tanaman bunga dan lokasi taman Keukenhof yang tersohor.

Dari umbi-umbi tanaman bunga yang dibeli dari kios-kios di Lisse, hanya 2% yang pernah berbunga, kata KAVB.

Sejak pertama kali diimpor dari wilayah Kesultanan Ustmaniyah (sekarang negara Turki) 400 tahun silam, tulip menjadi simbol nasional Belanda dan penjualan umbi tanaman bunga tulip menjadi salah satu pemain utama dalam perekonomian Belanda, kata Le Clercq.

“Namun, penipuan terkait umbi tulip merupakan masalah yang sudah ada sejak 20 tahun terakhir,” imbuhnya.

Korbannya sering kali adalah turis, kata Andre Hoogendijk, direktur KAVB. “Seorang turis yang membeli umbi jelek kemungkinan besar tidak akan kembali lagi,” kata Hoogendijk kepada kanal TV AT5.

Para pedagang di pasar mengatakan kepada AT5 bahwa mereka mengetahui adanya keluhan tentang hal itu.

“Di sini memang ada kios yang menjual sampah. Itu merugikan semua orang, sebab mencitrakan seluruh pasar kembang ini buruk,” kata pedagang itu.

Pemerintah kota Amsterdam dan KAVB sudah membawa masalah itu ke lembaga perlindungan konsumen Belanda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amsterdamtulipturis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya #HijabIsAnIdentity Muslim Ghana Protes Diskriminasi
Tulisan selanjutnya Huawei Boleh Garap Jaringan 5G di Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?