Hidayatullah.com–Anggota komunitas Muslim Ghana mendesak agar dibuat peraturan perundangan yang akan melarang dan menjatuhkan sanksi terhadap aparatur pemerintah yang melakukan diskriminasi terhadap wanita atau anak perempuan pengguna hijab atau kerudung.
Tuntutan itu dikemukakan menyusul adanya laporan tentang diskriminasi terhadap sejumlah wanita Muslim di tempat-tempat kerja dan sekolah-sekolah.
Belum lama ini, seorang pengawas dari West African Examination Council meminta seorang pelajar putri melepaskan hijabnya sebelum mengikuti ujian.
Ribuan Muslim Ghana hari Sabtu (12/10/2019) menggelar unjuk rasa di berbagai kota guna mendesak diakhirinya diskriminasi di negara itu.
Syeikh Armiyawo Shaibu. jubir pimpinan para imam di Ghana, mengatakan bahwa aparatur pemerintah yang melakukan diskriminasi terhadap Muslim harus diberi sanksi.
“Sanksi harus diketahui publik agar menjadi efek jera,” imbuhnya seperti dilansir BBC Selasa (15/12019).
Para pemuda Muslim juga memulai kampanye lewat media sosial dengan menggunakan hashtag #HijabIsAnIdentity menyerukan dihentikannya diskriminasi terhadap Muslim.
Secara resmi Ghana merupakan sebuah negara sekuler dan konstitusinya melarang segala bentuk diskriminasi.*