Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PDIP Klaim Wajar Dapat Banyak Menteri dari Jokowi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2019 14:09 2:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2019 14:09
Bagikan
Joko Widodo (Jokowi) salim pada Megawati
Bagikan

Hidayatullah.com– Menurut klaim politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pariera, pantas kalau PDIP mendapat jatah menteri paling banyak di Kabinet Jilid II Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Selain sebagai pemenang pemilu, Andreas menyebut bahwa Jokowi sebagai kader partai kepala banteng itu merupakan alasan mendapatkan jatah menteri terbanyak.

“Terbanyak, pantas,” ujar Andreas pada acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Andreas mengklaim Jokowi butuh dukungan politik dan moral dari PDIP, terkhususnya bagi program yang terkait program pemerintah.

“Hubungan antara PDI dan Jokowi sudah melekat,” sebut Andreas.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selain itu, ia pun menyebut PDIP punya banyak kader yang siap membantu Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan.

Baca: Politikus PDIP Khawatirkan Penggunaan “Syariah” dalam IISP di Madura

Andreas juga mengomentari manuver politik yang dilakukan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019.

Andreas berpendapat bahwa pertemuan Prabowo-Jokowi tidak sampai pada ‘deal jabatan’.

“Pertemuan itu untuk me-refresh situasi yang cukup panas, dalam proses Pilpres yang lalu,” sebutnya kutip INI-Net.

Akan tetapi, Andreas tak bisa memastikan kalau koalisi pemerintah tidak bertambah. Itu ditandai dengan pertemuan Jokowi dengan pimpinan partai politik, termasuk parpol penantang di Pilpres 2019.

“Kita lihat nanti. Mungkin ada perubahan, mungkin akan merubah komposisi dalam kabinet,” sebutnya.

Baca: Sekjen PDIP: Megawati Ingin Jatah Menteri Sebanyak-banyaknya

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengakui bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mau mendapatkan jatah menteri sebanyak-banyaknya dari Presiden Joko Widodo.

Namun, Hasto menyebut partainya tidak ingin kemaruk atau berlebihan dalam hal jatah menteri di kabinet pemerintahan Jokowi periode kedua.

“Ya, kata ibu Mega kan (ingin menteri) sebanyak-banyaknya. Tetapi kita juga tahu bahwa PDI Perjuangan ini tidak kemaruk. PDI Perjuangan memahami bahwa Indonesia harus dibangun dengan bekerja sama dengan seluruh kekuatan elemen bangsa,” sebut Hasto di Jakarta, Selasa (08/10/2019).

Menurut Hasto, pembahasan soal kabinet sudah beberapa kali dilakukan Presiden Jokowi dengan para ketua umum dan calon kandidat menteri dari partai koalisi secara terpisah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hasto KristiyantoJokowiJokowi-Ma'rufkabinet JokowiMenteriPDIPPresiden Joko Widodo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Takmir Masjid di Lereng Merapi Senang Diberi Al-Qur’an
Tulisan selanjutnya Masjid di Nangarhar Dibom, Merenggut 62 Nyawa Jamaah Shalat Jumat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?