Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kepulauan Solomon Ingin Batalkan Penyewaan Pulau Tulagi ke China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2019 18:16 6:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2019 18:16
Bagikan
Solomon Islands (Kepulauan Solomon).
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Solomon Islands (Kepulauan Solomon) mengatakan perjanjian yang ditandatangani salah satu provinsinya tentang penyewaan keseluruhan Pulau Tulagi ke sebuah perusahaan China adalah bertentangan dengan hukum dan harus dihentikan.

Penyewaan jangka panjang Pulau Tulagi oleh Provinsi Tengah ke perusahaan China Sam Enterprise Group diungkap ke publik tidak lama setelah negara kepulauan di kawasan Pasifik itu mengalihkan hubungan diplomatiknya dari Taipei ke Beijing pada bulan September. Perubahan sikap Kepulauan Solomon itu terhadap Beijing mengundang kecaman dari Amerika Serikat.

Jaksa Agung John Muria mengatakan provinsi dan perusahaan China tersebut tidak dapat membuat kesepakatan semacam itu tanpa persetujuan dari pemerintah pusat.

“Perjanjian itu tidak diperiksa oleh Kejaksaan Agung sebelum ditandatangani,” kata Muria dalam sebuah pernyataan hari Kamis (24/10/2019) seperti dilansir Reuters.

Perjanjian itu bertentangan dengan hukum, tidak dapat dilaksanakan dan harus dihentikan dengan segera, imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

China beberapa tahun terakhir memperluas pengaruh finansial dan politiknya terhadap negara kecil di kawasan Pasifik itu, yang sebelum ini merupakan sekutu kuat Amerika Serikat di kawasan itu sejak Perang Dunia Kedua.

Kesepakatan yang dibuat Sam Group dengan Provinsi Tengah bertanggal 22 September itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan sangat luas kepada konglomerat asal China itu untuk membangun infrastruktur di Tulagi dan pulau-pulau di sekitarnya.

Bermarkas di Beijing, Sam Group merupakan konglomerat teknologi, investasi dan energi yang didirikan tahun 1985 sebagai sebuah badan usaha milik negara (BUMN) China.

Sam Group menolak menunjukkan pejabat eksekutifnya yang dapat memberikan keterangan kepada Reuters hari Jumat.

Dalam sebuah pernyataan di websitenya, Sam Group mengatakan perwakilannya sudah bertemu dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare di awal Oktober saat kunjungan delegasi negara itu ke China.

Tulagi merupakan pulau yang penting bagi Amerika Serikat sebagai lokasi pangkalan militernya di masa Perang Dunia Kedua. Pulau itu juga merupakan tempat di mana ibu kota Kepulauan Solomon berada sebelum dipindahkan ke Pulau Guadalcanal.

Yao Ming, wakil dubes China untuk Papua New Guinea, saat memberikan keterangan di Honiara ibu kota Kepulauan Solomon hari Rabu (23/10/2019) mengatakan bahwa China akan membangun sejumlah infrastruktur, termasuk gelanggang olahraga, sebagai “hadiah kenegaraan”.

Yao mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris secara historis bertangjung jawab menyebabkan banyak negara mengalami kesulitan keuangan.

“China bukanlah negara yang membuat apa yang disebut jebakan utang,” kata Yao kepada para jurnalis lokal, yang rekamannya diperoleh Reuters.

“Kalian bisa melihat negara mana yang terlilit utang … bukan China melainkan Amerika Serikat dan Inggris,” ujarnya.

Diplomat utusan Beijing itu juga mengatakan bahwa China akan mendukung Huawei Technologies yang akan mendirikan lebih banyak lagi infrastruktur di Kepulauan Solomon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaKepulauan Solomon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty International: Turki Mendeportasi Pengungsi Suriah ke ‘Zona Aman’
Tulisan selanjutnya Mendorong Gaya Hidup Halal setiap Individu sampai Pelaku Industri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?