Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty International: Turki Mendeportasi Pengungsi Suriah ke ‘Zona Aman’

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2019 18:05 6:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2019 18:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Turki memindahkan dengan paksa pengungsi Suriah ke wilayah Suriah dekat perbatasannya, daerah yang direncanakan Turki sebagai ‘zona aman’, meskipun di sana masih terjadi konflik bersenjata. Demikian dikatakan Amnesty International dalam laporannya yang dirilis hari Jumat (25/10/2019).

Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi yang melarikan diri dari Suriah sejak perang saudara mulai berkecamuk di negara itu pada 2011. Awalnya kedatangan pengungsi disambut baik oleh pemerintah Turki dan warganya. Namun seiring dengan waktu, banyak terjadi gesekan di berbagai daerah antara warga lokal dengan pengungsi. Pemerintah Ankara bermaksud memukimkan kembali sedikitnya 2 juta pengungsi Suriah ke daerah di bagian utara Suriah yang disebutnya ‘zona aman’.

Ankara mengatakan lebih dari 350.000 pengungsi Suriah secara sukarela sudah kembali ke negara asal mereka.

Dalam laporannya, Amnesty International mengatakan pengungsi menyampaikan keluhan diancam atau secara fisik dipaksa oleh polisi Turki untuk menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa mereka secara sukarela kembali ke Suriah.

“Realitasnya, Turki menempatkan nyawa pengungsi Suriah dalam bahaya serius dengan memaksa mereka kembali ke zona perang,” kata organisasi hak asasi manusia berbasis di Inggris itu seperti dilansir Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Amnesty mengatakan pihaknya berkeyakinan jumlah pengungsi yang dipaksa kembali ke Suriah beberapa bulan terakhir mencapai ratusan, berdasarkan wawancara yang dilakukannya antara bulan Juli dan Oktober. Namun, Amnesty juga mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa mengkonfirmasi 20 kasus pemulangan pengungsi Suriah kembali ke negara asalnya.

Sampai berita ini dirilis Reuters, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah Ankara perihal laporan Amnesty tersebut.

Orang-orang Suriah yang dideportasi umumnya dikatakan kepada mereka bahwa mereka tidak terdaftar atau tinggal di luar provinsi Turki di mana mereka terdaftar sebagai pengungsi, kata Amnesty dalam laporannya. Akan tetapi, ada pula orang-orang yang dideportasi dari provinsi-provinsi di Turki di mana mereka terdaftar sebagai pengungsi.

Anna Shea, peneliti Amnesty untuk bidang hak pengungsi dan migran, mengatakan bahwa Turki patut mendapatkan pengakuan atas perannya menampung jutaan pengungsi Suriah selama beberapa tahun ini. “Akan tetapi negara itu tidak dapat menggunakan kedermawananan tersebut sebagai alasan untuk meremehkan hukum internasional dan dalam negeri dengan mendeportasi orang ke zona konflik aktif.”

Koran pro-pemerintah Turki Yeni Safak hari Jumat mengatakan bahwa kehidupan akan “dinormalkan kembali” di Tel Abyad dan Ras Al-Ain –kota kecil di daerah perbatasan Suriah– sebab pasukan Turki sudah mengambil alih daerah itu dari tentara Kurdi di Suriah YPG.

Yeni Safak mengatakan Turki akan membangun kembali kedua kota kecil itu yang hancur akibat perang, mengadakan pasukan keamanan dan aparat hukum di sana serta berupaya mewujudkan stabilitas ekonomi di kawasan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amnesty InternationalsuriahTurkiZona Aman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din: Pengangkatan Menteri Prerogatif Presiden, Tapi Harus Pahami Penilaian Rakyat
Tulisan selanjutnya Kepulauan Solomon Ingin Batalkan Penyewaan Pulau Tulagi ke China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?