Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din Ingatkan Tak Mudah Menuduh Intoleran dan Mengklaim Paling Toleran

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 Desember 2019 08:35 8:35 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 11 Desember 2019 08:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof M Din Syamsuddin dalam konferensi tentang toleransi di Abu Dhabi, membawa pesan kuat dan relevan dengan bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengatakan, untuk menjaga keutuhan, kerukunan, dan persatuan, maka toleransi merupakan prasyarat mutlak. Dengan demikian, toleransi bukan sekadar kemungkinan tapi adalah keniscayaan.

Namun, Din Syamsuddin mengingatkan agar tidak ada satu kelompok yang mudah mengklaim paling toleran dan menuduh kelompok lain intoleran.

“Klaim sepihak yang bersifat subyektif seperti itu justru akan merusak iklim toleransi yang ada. Tuduhan sepihak seperti itu sering muncul sebagai bermotif politik, dan dengan demikian sikap itu sejatinya merupakan bentuk intoleransi,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Selasa (10/11/2019).

Din mengatakan, daripada mengembangkan pendekatan bernada fobia demikian, sebaiknya bangsa mengembangkan budaya toleransi sejati.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Jika ada masalah di antara kelompok-kelompok, sebaiknya dikembangkan budaya dialog. “Dialog adalah cara bermartabat untuk mengatasi yang ada,” imbuhnya.

Din menyambut baik percakapan tentang toleransi dalam konferensi tersebut, ia menganggapnya sebagai pilar kehidupan dunia yang majemuk.

Menurut Din, pengembangan kemajemukan menuntut beberapa prasyarat. Antara lain pengakuan akan kemajemukan; kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai; toleransi; dan kerja sama.

Toleransi, lanjut Din, adalah sikap dan pandangan mengakui bahwa di antara anasir masyarakat majemuk ada persamaan dan ada perbedaan. Toleransi adalah menghargai perbedaan disertai tenggang rasa terhadap perbedaan itu.

Din menghadiri konferensi Toleransi, dari Kemungkinan kepada Keniscayaan (At-Tasamuh Minal Imkan ilal Ilzam /Tolerance From Possibility to Necessity) di Abu Dhabi itu sejak Senin (09/12/2019).

Ini merupakan konferensi keenam yang diselenggarakan oleh Forum Promosi Perdamaian dalam Masyarakat Islam (Muntadat Ta’zis Silmi fil Mujtama’at al-Islamiyah/Forum for Promoting Peace in Muslim Societies), yang dipimpin oleh Syeikh Abdullah Bin Bayyah, seorang ulama terkemuka di dunia dewasa ini.

Konferensi dihadiri oleh sekitar 300 tokoh berbagai agama dari berbagai negara. Dari Indonesia, selain Din Syamsuddin, hadir pula Prof Amany Lubis (Rektor UIN Jakarta), Prof Amal Fathullah Zarkasyi (Rektor Unida Gontor), Prof Khuzaimah Y Tanggo (Rektor IIQ), serta KH Abdullah Jaidi (Ketua MUI), dan Dr Zaitunah (Dosen UIN Jakarta).

Dalam konferensi dibahas beberapa aspek dari pengembangan budaya toleransi dalam kehidupan masyarakat majemuk, seperti formulasi baru toleransi, etika toleransi, peluang bagi perdamaian, dan Aliansi Keutamaan (Alliance of Virtous).

Yang terakhir itu, jelas Din, merupakan tajuk dari Deklarasi Washington yang disepakati pada konferensi 2018. Aliansi Keutamaan merupakan upaya mengangkat nilai-nilai keutamaan dari berbagai agama untuk ditampilkan sebagai lingkaran kebenaran. Lingkaran Keutamaan (Virtous Circle) diharapkan dapat menggantikan Lingkaran Setan (Vicious Circle) yang melilit peradaban dunia dewasa ini.

Dari Abu Dhabi, Din Syamsuddin sebagai Presiden Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) melanjutkan perjalanan ke New York, Amerik Serikat, untuk menghadiri Pertemuan Para Tokoh Agama-Agama Dunia (Multi Religious Partnership for Peace and Development) yang diselenggarakan oleh Religions for Peace.

Pada pertemuan itu Din Syamsuddin menjadi moderator pada sesi tentang peran agama dalam menanggulangi krisis lingkungan hidup.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din Syamsuddinintoleransikerukunan berbagamakonferensitoleransiWantim MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Turki: Pemberian Nobel pada Peter Handke Hanya akan Mendorong “Musuh-musuh Islam dan Kemanusiaan”
Tulisan selanjutnya Telaga Ilmu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?