Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Disuruh Ikut Wajib Militer Yahudi ultra-Orthodoks Protes

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2014 12:45 12:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2014 12:43
Bagikan
Yahudi ultra-Orthodoks menolak masuk wajib militer.
Bagikan

Hidayatullah.com—Polisi Zionis Israel menutup jalan utama menuju kota Al-Quds (Yerusalem) dan jalan-jalan menuju ke kota itu, menyusul unjuk rasa besar-besaran oleh warga Yahudi ultra-Orthodoks memprotes rancangan undang-undang yang mengharuskan mereka ikut wajib militer, lansir Aljazeera.

Jurubicara polisi Micky Rosenfeld mengatakan, 3.500 anggota kepolisian diturunkan untuk mengawal unjuk rasa yang diikuti oleh Yahudi ultra-Othodoks dari seluruh Israel hari Ahad (2/3/2014).

Terminal bus pusat ditutup dan hampir semua bus umum tidak beroperasi, sedangkan di dalam kota bus-bus hanya beroperasi dari sore hingga malam.

Sekolah-sekolah dan kantor kementerian juga tutup lebih awal.

Para pemuka masyarakat Yahudi ultra-Orthodoks mendorong agar para wanita dan anak-anak ikut berunjuk rasa, sehingga sebuah jalan utama ditutup dan menjadi tempat para wanita guna memastikan mereka tidak bercampurbaur dengan kaum adam. Ajaran Yahudi Orthodoks melarang wanita dan pria bercampurbaur dalam satu tempat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yaakov Peri, seorang politisi yang ikut merancang wajib militer atas Yahudi ultra-Orthodoks mengatakan, demonstrasi hari Ahad itu merupakan “bagian dari revolusi kesadaran masyarakat ultra-Orthodoks, yang memahami bahwa setelah 65 tahun akan ada peraturan yang meregulasi ultra-Orthodoks dan mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat Israel.”

Sebagaimana diketahui, pengikut Yahudi ultra-Orthodoks selama ini dibebaskan dari wajib militer apabila mereka mempelajari Talmud di yeshiva (semacam seminari ala Yahudi). Tidak sedikit pemuda Yahudi ultra-Orthodoks sengaja masuk Yeshiva untuk menghindari wajib militer, yang diberlakukan bagi laki-laki dan perempuan yang telah menginjak usia 18 tahun.

Pengecualian itu membuat marah warga Yahudi liberal dan sekuler, yang menilainya tidak adil.

Dengan UU baru diharapkan ada peningkatan jumlah ultra-Orthodoks yang menjadi tentara setiap tahunnya, sehingga pada pertengahan 2017 akan ada 5.200 Yahudi ultra-Orthodoks dalam militer Zionis.

Inna Dozhansky, jurubicara untuk anggota parlemen dalam komite penggodok RUU itu Ofer Shelah, mengatakan bahwa kemungkinan hanya sebagian Yahudi ultra-Orthodoks yang akan masuk wajib militer setelah peraturan baru diterapkan.

Pemerintah Zionis akan memberikan insentif finansial kepada yeshiva-yeshiva yang mengirimkan siswanya masuk tentara, imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika akan Pasang Badan untuk Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya Nyapres, Hamdeen Sabahy Tak Berharap Suara dari Al-Ikhwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?