Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Boss Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang ke Libanon, Pengacaranya Ternganga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Januari 2020 09:37 9:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Januari 2020 09:37
Bagikan
Carlos Ghosn.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pengacara dari mantan CEO Nissan Carlos Ghosn mengatakan bahwa dirinya “ternganga” dengan berita bahwa kliennya telah melarikan diri ke Libanon setelah mendapatkan pembebasan tahanan bersyarat di Jepang.

“Kami sungguh sangat terkejut,” kata Junichiro Hironaka, ketua tim pembela hukum Ghosn, seperti dilansir BBC. “Saya bahkan tidak tahu apakah kami dapat mengontaknya. Saya tidak tahu bagaimana kami akan melanjutkan (proses hukum) setelah ini.” Dia juga mengatakan bahwa tim legalnya masih menyimpan paspor-paspor Ghosn.

Hari Selasa (31/12/2019)., mantan pimpiinan eksekutif Nissan itu, yang sedang menunggu persidangan kasus pelanggaran finansial, mengkonfirmasi bahwa dirinya sudah meninggalkan Jepang.

Ghosn mengatakan dia tidak lari dari hukum melainkan “menyelamatkan diri dari persekusi politik”.

Pria berusia 65 tahun itu merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam industri otomotif sampai penangkapannya bulan November 2018.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ghosn dilahirkan di Brazil dari pasangan suami-istri asal Libanon dan dia dibesarkan di Beirut, sebelum melakukan perjalanan ke Prancis untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

Kementerian-kementerian luar negeri Prancis dan Libanon mengatakan tidak mengetahui perihal kepergian Ghosn dari Jepang dan ketibaannya kemudian di Libanon. Media-media di negara Timur Tengah itu mengatakan dia terbang dengan pesawat jet pribadi lewat Turki.

Ghosn dibebaskan dari tahanan pada bulan April dengan jaminan $9 juta dan syarat tidak pergi meninggalkan Jepang.

Bagaimana dia dapat pergi meninggalkan negeri sakura itu masih belum jelas. Tidak diketahui pula apakah dia memegang duplikat paspor, sebab sebagian pebisnis diperbolehkan demikian. Di rumahnya dipasang kamera pengawas, dan dia dilarang menggunakan telepon serta komputer.

Ghosn merilis pernyataannya setelah hari Senin media melaporkan di sudah pergi ke Libanon.

Menegaskan bahwa dirinya sudah berangkat ke negara Timur Tengah itu, Ghosn mengatakan dia “tidak lagi menjadi tawahan sistem hukum Jepang yang kaku, di mana orang sedari awal dianggap bersalah, diskriminasi terjadi di mana-mana, dan hak-hak dasar kemanusiaan tidak diberikan.

“Saya tidak melarikan diri dari hukum, saya menyelamatkan diri dari ketidakadilan dan persekusi politik,” ujarnya.

Ghosn senantiasa membantah telah melakukan kesalahan yang dituduhkan kepadanya.

Jurnalis BBC News Quentin Sommerville melaporkan dari Beirut bahwan bekas bos Nissan itu tidak akan sulit menemukan tempat aman dan mewah untuk tinggal di Libanon. Sebagai seorang keturunan Libanon, Ghosn menghabiskan masa kecilnya bersama keluarganya di negeri Arab itu. Dia sangat dikagumi di sana dan bahkan potret dirinya dijadikan gambar salah satu perangko Libanon.

Di negeri itu, dia juga ikut mendirikan perkebunan anggur IXSIR, yang membanggakan minuman wine yang dihasilkannya sangat nikmat dan “elegan luar biasa”.

Melarikan diri dari Jepang bukan hal yang mudah mengingat tiga paspor milikinya disita, akan tetapi penjagaan perbatasan Libanon tidak terlalu ketat. Ghosn dikabarkan tiba di sana dengan pesawat jet pribadi hari Ahad malam (29/12/2019), dan orang dengan status sepertinya akan mudah melewati imigrasi. Apabila berada di negeri itu, Ghosn kabarnya sering didampingi oleh pengawal.

Ghosn ditahan di Jepang lebih dari setahun, dan selama itu Libanon sudah mengalami banyak perubahan. Aksi unjuk rasa yang berlangsung selama berbulan-bulan menentang korupsi dan elit politik mengakibatkan perdana menterinya meletakkan jabatan, dan perekonomian negara terpuruk.

Jepang memberikan bantuaan jutaan dolar ke Libanon dan pastinya ingin Goshn kembali ke sana untuk diadili.

Pebisnis kelas kakap itu memang sudah keluar dari negara Jepang yang membuinya, tapi bukan berarti masalahnya selesai.

Ghosn ditangkap dengan tuduhan memiliki pendapatan-pendapatan lain yang tidak dilaporkan ke pihak berwenang dan mengalihkan uang dari Nissan –yang diselamatkan Ghosn dari kebangkrutan oleh tangan dinginnya– untuk menutup kerugian-kerugian bisnis pribadinya. Ghosn juga dituduh mentransfer uang Nissan ke sebuah dealer di Oman, serta menggelapkan uang perusahaan $5 juta untuk kepentingan pribadi.

Semua tuduhan itu dibantah Ghosn.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Carlos GhosnJepangLibanonNissan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran Australia: Militer Dikerahkan untuk Misi Penyelamatan
Tulisan selanjutnya Hujan Deras Awal 2020, Sejumlah Wilayah Banjir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?