Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Berjanji Lakukan “Pembalasan” atas Kematian Qassem Soleimani

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Januari 2020 17:22 5:22 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Januari 2020 17:20
Bagikan
Qasem Suleimani - Ayatollah Ali Khamenei
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memuncak pada Jumat setelah serangan udara AS membunuh Mayor Jenderal (Mayjen) Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Elit Iran, Quds dan Jamal Jafaar Mohammad atau dijuluki Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan milisi dukungan Iran dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

Pentagon mengkonfirmasi serangan tersebut, mengatakan itu datang “atas perintah presiden”.

Kematian Soleimani dan al-Muhandis adalah titik balik potensial di Timur Tengah dan diperkirakan akan balasan keras dari Iran dan pasukan yang didukungnya di wilayah itu terhadap kepentingan AS dan Israel.

Mantan komandan tinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan akan membalas dengan keras tindakan AS.

“Dia menyusul saudara-saudaranya yang syahid, tetapi kami akan membalas dengan keras Amerika,” Mohsen Rezaei, mantan komandan Garda Revolusi Iran yang saat ini sekretaris badan negara yang kuat itu, mengatakan dalam postingannya di Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menetapkan tiga hari berkabung, mengatakan pembunuhan Mayor Jenderal Soleimani akan menggandakan motivasi perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Menurut saluran televisi pemerintah Iran, Khamenei mengatakan pembalasan keras menunggu “para penjahat” yang membunuh Soleimani.

Pemimpin DPR Amerika Serikat dari Demokrat mengeluarkan pernyataan mengecam serangan udara yang diperintahkan Donald Trump yang membunuh Soleimani, menyebut presiden belum mendapatkan persetujuan Kongres.

“Prioritas tertinggi para pemimpin Amerika adalah untuk melindungi kehidupan dan kepentingan warga Amerika. Tetapi kita tidak bisa menempatkan nyawa prajurit Amerika, diplomat, dan lainnya semakin beresiko terlibat dalam tindakan yang provokatif dan tidak proporsional,” kata Nancy Pelosi dikutip Al Jazeera.

“Serangan udara malam ini beresiko memicu eskalasi kekerasan lebih lanjut yang berbahaya. Amerika – dan seluruh dunia – tidak bisa membiarkan ketegangan meningkat ke titik tidak bisa kembali,” tambahnya. “Pemerintah telah melancarkan serangan malam ini di Iraq yang menarget pejabat militer tingkat tinggi Iran dan membunuh Komandan Pasukan Quds Iran Mayjen Qassem Soleimani tanpa Otorisasi Penggunaan Kekuatan Militer (AUMF) terhadap Iran. Selanjutnya, tindakan ini diambil tanpa konsultasi dengan Kongres.”

Dia menyerukan pengarahan singkat tentang situasi ini.

Politisi Demokrat lain, Adam Schiff, mengatakan di Twitter, “Rakyat Amerika tidak menginginkan perang dengan Iran”.

Tokoh Syiah Libanon dan Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah mengaku berduka da memberikan belasungkawa kematian Soleimani.

“Saya mengucapkan selamat kepada mereka dan menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Komandan Qassem Soleimani, yang memberikan tahun terakhir hidupnya dalam mendukung Irak dan rakyatnya dan membebaskannya dari pendudukan dan terorisme, sampai darahnya tumpah di tanah Irak, ” ujarya dikutip media Lebanon.

Kendaraan Qassem Soleimani yang hancur oleh serangan AS

Minyak meroket

Harga minyak melonjak lebih dari 4 persen pada Jumat setelah berita kematian Soleimani.

Minyak mentah Brent naik hampir 3 Dolar AS pada 69.16 Doral AS per barel, nilai tertinggi mereka sejak 17 September, karena pasar khawatir Iran akan membalas pembunuhan jenderal tingginya dengan menyerang aset-aset AS dan sekutu mereka di Timur Tengah.

Soleimani adalah tokoh paling ditarget AS dan Israel setelah bertahun-tahun dipandang sebagai arsitek dari banyak kegiatan terorisme Iran di Timur Tengah, termasuk upaya untuk menempatkan pijakan di Suriah dan serangan roket ke Israel.

Beberaoa video yang viral di media sosial  menunjukkan sebagian rakyat Irak bergembira dan merayakan tewasnya Qassem Soleimani dan Jamal Jafaar Mohammad.

Video yang beredar melalui twitter itu memperlihatkan massa membawa bendera berlari-lali di jalanan menyambut kematikan Soeleimani. *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IrakiranPasukan Mobilisasi PopulerPMFQassem Soleimanisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Lagi, Aksi Bela Uighur di Kedubes China
Tulisan selanjutnya 409 Ribu Warga Korban Banjir-Longsor Jabodetabek, Kota Bekasi Paling Banyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?