Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Tempuh Upaya Damai Usir Kapal China Pencuri Ikan di Laut Natuna

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Januari 2020 15:27 3:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2020 19:32
Bagikan
[Ilustrasi] KRI Tjiptadi-381 yang beroperasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (30/12/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Indonesia melalui Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I melakukan upaya damai dalam mengusir kapal China pencuri ikan di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya persuasif mengajak kapal penjaga pantai China membawa nelayan-nelayannya meninggalkan perairan Natuna.

Sesuai aturan seharusnya nelayan China tersebut ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, jelas Yudo. Sementara kapal penjaga pantai memang hanya diusir keluar dari perairan Indonesia.

“Tapi kita lakukan upaya damai. Meminta mereka keluar dengan sendirinya, di samping upaya negosiasi juga dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan China,” ujar Yudo dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL, di Tanjungpinang, Kepri, Ahad (05/01/2020) kutip Antaranews.

Baca: Indonesia Protes Keras China yang Langgar ZEE di Perairan Natuna

TNI pun katanya telah menggelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Natuna.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Katanya operasi tersebut tak mempunyai batas waktu sampai kapal China betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.

“Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan ada penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut,” sebutnya.

Pangkogabwilhan I Yudo menyatakan kapal nelayan China menangkap ikan dengan memakai pukat harimau yang ditarik dua kapal di laut Natuna.

“Berdasarkan pantauan kami dari udara, mereka memang nelayan China yang menggunakan pukat harimau,” ujarnya.

Penggunaan pukat harimau di Indonesia telah dilarang oleh pemerintah lewat peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.

Baca: PKS: Kapal China Usir Nelayan Indonesia di Perairan Kita Tak Bisa Dibiarkan

Disebutkan, nelayan China terakhir kali sebelumnya memakai pukat harimau di laut Natuna sekitar tahun 2016 silam, di mana kala itu TNI menangkap dua kapal negara tirai bambu tersebut.

Sejak penangkapkan tersebut, kata Yudo, tidak ada lagi nelayan China yang berani menangkap ikan di Natuna. Akan tetapi saat ini mereka datang kembali menjarah potensi laut Indonesia.

Bahkan jelasnya aktivitas nelayan China itu kini didampingi dua kapal penjaga pantai (coast guard) dan satu pengawas perikanan China.

Sementara sebelumnya, Kepala Pusat Studi Keamanan Nasional dan Global Universitas Padjadjaran Yusa Djuyandi mengatakan, Pemerintah Indonesia perlu melakukan tindakan tegas dengan pendekatan militer (hard power) selain diplomatik (soft power) dalam menyikapi persoalan Natuna.

“Sudah sepatutnya Pemerintah Indonesia mengambil kembali tindakan tegas, baik secara diplomatik maupun militer,” katanya lewat keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (04/01/2020).

Baca: Waspadai Blok Natuna Dikuasai Asing

Yusa menegaskan bahwa Natuna merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang mempunyai arti penting bagi kedaulatan NKRI. Pulau ini menjadi semakin penting karena secara langsung juga bersinggungan dengan batas laut wilayah negara-negara lain di ASEAN.

“Tidak jarang beberapa kapal nelayan kita dihalau oleh kapal patroli negara lain, seperti Malaysia dan Vietnam, padahal sesungguhnya kapal nelayan kita masih berada di dalam batas wilayah Zone Eksklusif Indonesia. Bahkan tidak jarang pula kapal patroli kita yang juga harus berhadapan dengan kapal nelayan asing yang dilindungi oleh kapal patroli negaranya,” paparnya.

Yusa menekankan bahwa pembahasan mengenai batas wilayah di sekitar laut Natuna sejatinya sudah begitu jelas, yaitu mengikuti hukum Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Namun, pelanggaran dan persinggungan antara kapal nelayan dan patroli Indonesia dengan negara lain selalu saja terjadi. Persoalannya persinggungan dan ancaman itu bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, tetapi berkali-kali.

Baca: Kapal Sipil Vietnam Tabrak Kapal Perang TNI AL yang Tangkap Maling Ikan

Yusa menilai, kalau persinggungan terjadi antarkapal patroli negara-negara ASEAN, maka bisa dibicarakan lewat jalur diplomatik dan dalam forum internal ASEAN (soft power), daripada memakai cara kekuatan militer (hard power).

“Namun lain halnya dengan pelanggaran dan ancaman yang diberikan oleh kapal patroli China. Pelanggaran yang dilakukan oleh kapal patroli China perlu disikapi sedikit berbeda dengan pelanggaran oleh kapal laut negara tetangga,” katanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaillegal fishingkapal asingkapal Chinanelayan Chinapencurian ikanperairan Natuna
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengusaha Sushi Jepang Bayar $1,8 Juta untuk Seekor Ikan Tuna di Lelang Tahun Baru 2020
Tulisan selanjutnya Menteri Pendidikan Maszlee Dipaksa PM Mahathir Mundur karena Tidak Ikut Perintah Kabinet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?