Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Zona Merah Likuifaksi, Kelurahan Petobo Sulteng Bakal Dihilangkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2020 08:50 8:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2020 08:50
Bagikan
Warga menyaksikan kondisi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, yang "hilang" akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada Jumat (28/09/2018). Gambar dijepret pada Selasa (02/10/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Kelurahan Petobo yang hancur akibat bencana likuifaksi saat gempa bumi pada 2018 kemungkinan besar akan dihilangkan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Palu, Hidayat pada rapat evaluasi percepatan pembangunan huntap relokasi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi pascabencana 2018 di Aula Merah Putih, Markas Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah kemarin.

“Karena memang warganya sudah tidak ada (tinggal di sana) dan akan direlokasi ke kawasan huntap (hunian tetap),” ujar Wali Kota kutip Antaranews, Kamis (16/01/2020).

Baca: 11 Anggota Keluarga Hilang Akibat Likuifaksi Palu Mengaku Ikhlas

Kelurahan Petobo menjadi kawasan terparah setelah diluluhkantahkan likuifaksi pada tahun 2018. Ribuan jiwa meninggal akibat bencana di kawasan seluas sekitar 180 hektare tersebut.

Puluhan ribu jiwa yang tinggal di belasan ribu rumah di sana terpaksa harus pindah, sebab tempat tinggal mereka hancur dan tak layak lagi dihuni, ditambah pula kawasan tersebut masuk zona merah likuifaksi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Wali Kota menilai bahwa wilayah Kelurahan Petobo sudah tak layak lagi menjadi kawasan permukiman penduduk walaupun sejumlah lokasi di Kelurahan Petobo tak terkena likuifaksi.

Apalagi, disebutkan, pemerintah pusat lewat kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah terdampak bencana 2018 di Sulteng sudahmenetapkan Kelurahan Petobo dalam peta rawan bencana sebagai zona merah likuifaksi alias berpotensi tinggi dilanda likuifaksi kembali, maka tak boleh ditinggali.

Baca: Habis Likuifaksi Terbitlah Pelangi

Kata Wali Kota, saat ini pihaknya telah memerintahkan camat dan lurah agar mendata siapa saja warga yang berdomisili di Petobo yang ingin pindah ke huntap atau tetap dibangunkan rumah di atas tanahnya di sana. “Ini sudah model huntap insitu,” sebutnya.

Wali Kota mengaku tak bisa memaksa pindah segelintir warga yang bersikukuh tetap mau menetap di atas tanah miliknya yang merupakan bekas likuifaksi 2018. Walau demikian, Pemkot Palu telah memberikan imbauan dan peringatan kepada mereka.

“Saya sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR dan kalau memang ada yang punya lahan di sana akan dibangunkan huntap insitu. Ini sementara jalan pendataan. Sudah Ada 55 jiwa yang ingin dibangunkan huntap insitu,” sebut Wali Kota.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bencanagempa SultengLikuifaksiPaluPetoboSultengWali Kota Palu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konjen RI Jeddah Serahkan Surat Kepercayaan ke Dirjen Kemlu Saudi
Tulisan selanjutnya 60.000 Hektare Lahan Pertanian Menyusut Tiap Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?