Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Riwayat Pemberian ASI Hafidt dan Assifa Dipertanyakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Maret 2014 14:22 2:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2014 14:22
Bagikan
Ahmad Imam Al Hafitd dan Assifa Ramadhani.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh  Ahmad Imam Al Hafitd (19 tahun) dan Assifa Ramadhani (18 tahun), menarik perhatian dokter anak, Utami Roesli. “Gila nih anak! Ya Allah, saya aja dokter selama 42 tahun, kalau mau masuk lift berbarengan sama jenazah, mendingan jenazah itu duluan yang masuk, atau saya cari lift lainnya. Nah ini, bagaimana anak 19-18 tahun bisa membawa mayat keliling-keliling selama 20 jam?” ucapnya saat ditemui seusai Workshop untuk Ustadz-Ustadzah ke-5 tentang “Keajaiban ASI dan Efek Samping Pemberian Formula pada Bayi, Ditinjau dari Sisi Medis dan Hukum Syariah”, Ahad (9/3/2014) di RS Kemang Medical Care, Jakarta.

Dokter anak sekaligus Ketua Pembina Sentra Laktasi Indonesia itu mengaku ingin bertemu orangtua Hafidt dan Assifa. “Saya ingin sekali bertemu orangtuanya dan tanya, berapa lama, sih, mereka disusuin,” ulasnya. Kemudian Utami menjelaskan tentang pengaruh besar ASI terhadap tingkah laku seorang anak.

Wendi H. Oddy, peneliti asal Australia, melakukan penelitian terhadap 2900 ibu hamil. Ia terus mengikuti perkembangan anak mereka sampai usia 14 tahun. Secara terukur, peraih gelar Ph.D dalam bidang nutrisi itu menemukan perubahan tingkah laku saat usia bayi-bayi itu mencapai 2, 6, 8, 10, dan 14 tahun.

Kesimpulannya, semakin lama menyusui, semakin berkurang gangguan mental pada anak dan remaja. Hasil penelitian itu tertulis dalam Journal Pediatric, Oktober 2009. “Itu penelitian yang lama sekali dengan sample yang banyak. Jadi, bagaimana kita nggak mau percaya dengan penelitian itu?” ulas Utami.

Hasil penelitian itu juga menghasilkan kesimpulan, ada delapan gangguan mental yang bisa dikurangi bila anak disusui secara benar. Gangguan mental itu adalah menarik diri, gelisah, depresif, psychosomatic, autisme, gangguan cara berpikir, gangguan bersosialisasi, delinquent behaviour, serta tingkah laku agresif.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Menambahkan penelitian Wendi, Utami juga memaparkan penelitian Cohort pada 540 bayi tahun 2013. Penelitian itu dilakukan pada ibu-ibu yang memiliki bayi usia 9 dan 18 bulan. Mereka ditanya riwayat menyusui untuk kemudian dibandingkan dengan perkembangan kognitif, bahasa, dan motorik bayi-bayi tersebut dengan skala Bayley.

“Hal itu karena bayi-bayi yang mendapatkan ASI langsung dari ibunya, akan memiliki kesehatan mental yang lebih baik sebab tumbuh dalam keadaan aman,” ulas pemegang sertifikat International Board Certified Lactation Consultant ( IBCLC).

Fakta membuktikan, semakin lama periode menyusui, makin tinggi nilai peningkatan perkembangan kognitif, bahasa, dan motoriknya. Hal inilah yang membedakan dengan anak-anak yang banyak diberi susu formula.

Utami juga membeberkan hasil meta analisa terhadap 1802 bayi. Penambahan zat-zat pada susu formula seperti LCPUFA-DHA dan AA pada formula, gagal memberikan efek peningkatan kemampuan kognitif dini pada bayi.

Berdasarkan penelitian itu, kakak kandung seniman Alm. Harry Roesli itu kembali menyatakan rasa prihatinnya. ”Kurang apa bagusnya nama Imam Hafidt, Assifa? Ibunya mengharapkan anaknya sholeh, sholehah. Tapi, mungkin orangtuanya kurang terinformasikan dengan baik,” tutur ibu dua anak itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taufik Ismail Dorong PII Terus Perjuangkan Hak Siswa Muslim
Tulisan selanjutnya Di Tahun Politik 2014, Kerawanan Sosial Tidak Hanya di Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?