Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan Takut pada Corona Melebihi Takut kepada Allah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 21 Maret 2020 09:40 9:40 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 Maret 2020 06:00
Bagikan
ilustrasi: pixabay.com
Bagikan

Hidayatullah.com | BAGI muslim yang memiliki tauhid kuat, kekhawatiran pada corona dalam batas wajar masih dibenarkan. Namun, ketika sudah menjadi paranoid, hingga mengalahkan rasa takut kepada Allah, maka di sini tauhidnya jadi ternoda.

Mengapa demikian? Karena ada beberapa prinsip yang dimiliki oleh orang bertauhid.

Pertama, segalah sesuatu yang menimpa tidak lepas dari izin Allah, sebagaimana firman-Nya:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Tidaklah menimpa suatu musibah, melainkan dengan izin Allah.” (QS. At-Taghabun [64]: 11) Kalau semua atas izin Allah, maka ketakutan berlebihan tidaklah pantas terjadi pada orang yang bertauhid.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam ayat lain juga ditegaskan:

{مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ} [الحديد: 22]

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid [57]: 22)

Jadi, pada prinsipnya, bagi muslim semua yang terhadi dalam hidup ini sudah dicatatat dalam Lauhil Mahfud, karena itu tidak ada alasan untuk rasa takut berlebihan.

Kedua, ketika merasakan suatu sakit atau kekhawatiran tertular penyakit, bagi muslim bertauhid yang akan diingat terlabih dahulu bukan langsung pada sakitnya, tapi Allah Yang Maha Memberi kesembuhan.

Perhatikan doa Nabi Ayyub berikut:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“dan (ingatlah kisah) Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Anbiya [21]: 23)

Di sini, saat Ayyub diuji dengan sakit yang sangat parah, yang dipangil lebih dahulu adalah Allah, bukan sakit yang dideritanya. Bahkan, untuk menyebut sakit pun dengan penuh adab dan kesopanan.

Ketiga, ada hadits yang mengatakan bahwa, “Apabila kalian mendengar wabah lepra di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut.” (HR. Bukhari)

Ada pandangan menarik dari Badruddin Aini terkait hadits ini. Katanya, “Maksud larangan keluar atau masuk di suatu negeri yang ada wabah tha’unnya adalah agar orang tidak mengira bahwa kematian atau kebinasaannya karena datang ke tempat yang ada wabahnya atau keselematannya karena dia keluar dari sana. Karena, semua itu adalah ketetapan Allah. (Umdatul Qari, 24/125)

Di sini ketauhidan seseorang akan teruji. Bahwa masalah sakit dan kematian, pada prinsipnya mutlak kehendak Allah. Kebinasaan atau kematian pada dasarnya bukan karena mendatangi daerah yang ada wabahnya. Demikian juga keselamatan, bukan karena keluar dari daerah yang ada wabahnya. Pada dasarnya, semua itu tak lepas dari kehendak dan ketetapan-Nya, bukan karena sakit atau wabah itu sendiri.

Keempat, bagi muslim, apapun kondisinya baik baginya, sebagaimana gambaran Nabi: “Perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR. Muslim)

Bagi Muslim, sembuh atau sehat semuanya adalah kebaikan. Jika sembuh atau sehat, dia bersyukur. Ketika sakit, dia bersabar. Ada banyak hadits yang menunjukkan bahwa ketika seorang sakit pun, masih mendapat kebaikan yaitu penghapusan dosa-dosa kecil. Bahkan, orang yang mati terkena wabah misalnya, terhitung syahid di jalan Allah.

Kelima, bukan berarti keempat prinsip tadai menafikan usaha manusia. Buktinya, Nabi memerintahkan agar tidak mendatangi negeri yang terjangkit wabah atau keluar dari negeri yang terserang wabah.

Maka kata Ibnu Qayyim dalam “Ath-Thibbu An-Nabawi” bahwa, “Larangan untuk memasuki negeri yang terkena wabah adalah sebagai kewaspadaan dan perlindungan diri serta larangan menjerumuskan diri pada faktor-faktor kebinasaan. Adapun larangan pergi bagi yang berada dalam suatu negeri yang terjangkit  wabah, adalah adalah agar menjalanan perintah untuk tawakkal, berserah diri dan pasrah kepada Allah.”

Dari lima prinsip itu, nyatalah bahwa tidak seharusnya rasa takut corona melebihi takut kepada Allah. Muslim yang bagus tauhidnya adalah yang sehat keyakinannya tidak memiliki takut yang berlebihan. Baginya, Allah adalah yang pantas ditakuti. Meski begitu, juga tidak menafikan usaha untuk menghindarkan atau memproteksi dari wabah penyakit.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronacovid-19tauhidtho’unvirus coronawabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bimas Islam: Hindari Kegiatan Pengumpulan Massa, Cegah Covid-19
Tulisan selanjutnya Dua Staf Kantor Wakil Presiden AS Terpapar Virus Corona

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?