Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sukamta: Pemerintah Lockdown Mulai Jawa Tapi Bantu Warga Miskin

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 Maret 2020 10:33 10:33 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 Maret 2020 10:33
Bagikan
lockdown
[Ilustrasi] Sebuah pondok pesantren di Kota Depok, Jawa Barat (26/03/2020) melakukan lockdown lokal akibat pandemi Covid-19.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah untuk mengevaluasi skenario penanggulangan Covid-19 yang telah berjalan.

Sukamta juga meminta pemerintah segera membuat opsi skenario yang lebih tepat untuk menekan penyebaran virus corona jenis baru itu.

Usulan itu disampaikan menanggapi tren bertambahnya jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 yang hingga Jumat pagi (27/03/2020) menjadi 893 orang dan telah menyebar ke-24 provinsi di Indonesia. Sedangkan jumlah korban jiwa sebanyak 78 kasus berdasarkan data resmi pemerintah.

“Opsi ‘lockdown’ yang di dalam UU No. 6 Tahun 2018 tetang Kekaraninaan Kesehatan disebut karantina wilayah bisa menjadi pilihan karena saat ini di banyak daerah muncul pasien-pasien positif Virus Corona karena pergerakan masyarakat antar wilayah masih terus terjadi,” ujar Sukamta, politisi asal Yogyakarta kepada hidayatullah.com semalam.

Baca: Pria India Meninggal Dunia setelah Diduga Dipukuli Polisi saat Keluar Rumah Selama Lockdown

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS bidang Polhukam ini, pemerintah jangan menutup opsi lockdown, jika bisa menjadi cara paling efektif mengatasi penyebaran virus.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Di beberapa negara opsi ini sudah dilakukan, termasuk negara tetangga Singapura dan Malaysia. Itu sebabnya sangat penting pemerintah transparan terhadap skenario yang akan dilakukan” ujarnya.

Menurutnya, jika opsi lockdown dilakukan, bisa dimulai dari Pulau Jawa saja. Hal ini, katanya, atas pertimbangan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak berada di Pulau Jawa dan khususnya wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, mengunci Pulau Jawa akan menjadi langkah penting dalam pengendalian penyebaran virus. Pemerintah bisa melakukan lockdown terlebih dahulu di Pulau Jawa selama 2 bulan. Jika data yang dipakai adalah data keluarga miskin, maka anggaran bantuan selama lockdown 2 bulan hanya membutuhkan sekitar Rp 12,5 triliun.

“Berdasarkan perhitungan bahan pokok yang dibutuhkan satu keluarga miskin per bulan dengan rincian sebagai berikut : Beras 10 kg, daging ayam 2 kg, ikan lele segar 2 kg, telur ayam ras 4 kg, minyak goreng 2 liter dengan harga terkini di pasaran maka setiap keluarga bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp 500.000,” paparnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019 yang dikutipnya, jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa mencapai 12.555.900 orang ditambah. Maka, jelas doktor lulusan Inggris ini, apabila dilakukan lockdown selama 2 bulan, dibutuhkan sekitar Rp 12,5 triliun.

Baca: [Berita Foto] Indonesia Lockdown

Ia menilai, kalau opsi lockdown ini dilakukan, pemerintah pun perlu menanggung stimulus kepada 73,5 juta pekerja di Jawa. Perhitungan berdasarkan UMP di berbagai provinsi di Pulau Jawa, pemerintah harus memberikan stimulus sekitar Rp 300 triliun, tujuannya agar perusahaan mau merumahkan karyawannya.

“Dana Rp 300 triliun bisa dikumpulkan dengan mengalihkan beberapa mata anggaran di APBN dan mungkin tidak sebesar itu. Saya kira dalam situasi keprihatinan seperti ini, akan banyak sektor swasta yang mau ikut membantu dengan tetap memberikan gaji kepada karyawannya selama lockdown,” ujarnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Komisi I DPRlockdownPKSPulau JawaSukamtavirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wabah Corona Harusnya jadi Momen Orang Tua Ajarkan Akidah Anak di Rumah?
Tulisan selanjutnya Langgar Aturan Lockdown Pria Rwanda Dicaplok Buaya, 2 Tewas Ditembak Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?