Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 300 Orang Tewas di Iran Setelah Menenggak Metanol

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 Maret 2020 13:47 1:47 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 Maret 2020 13:47
Bagikan
Pananganan corona di RS Iran/VOA
Bagikan

Hidayatullah.com-Media Iran melaporkan lebih dari 300 orang telah tewas dan lebih dari 1.000 dirawat setelah minum alkohol yang mengandung metanol. Mereka beramai-ramai menenggak minuman terlarang ini setelah mendapat berita palsu bahwa metanol diyakini dapat menyembuhkan mereka dari virus corona (COVID-19).

Informasi ‘obat palsu’ telah mulai menyebar secara tidak bertanggung jawab di media sosial di seluruh Iran. Sebuah jejaring sosial pada awalnya melaporkan seorang guru di Inggris pulih dari virus setelah meminum campuran wiski dan madu, kutip APnews.com, Jumat (27/3/2020).

Informasi ini menjadi tidak terkendali ketika seseorang mengklaim bahwa alkohol dapat menyembuhkan dan terhindar dari virus.

“Virus ini menyebar dengan cepat dan banyak orang mati, sehingga banyak yang mulai panik tanpa berpikir panjang,” kata Dr. Knut Erik Hovda, ahli toksikologi klinis di Oslo yang mempelajari keracunan metanol dan kekhawatiran tentang wabah Iran.

Baca: Lebih dari 20 Orang Tewas karena Minuman Miras Bajakan di Iran

 Ketakutan terhadap virus tersebut, ditambah dengan rendahnya tingkat pendidikan dan rumor internet. Hal ini membuat banyak orang mengikuti anjuran tidak jelas dengan meminum alkohol yang mengandung metanol di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya dan Kota Shiraz di Irak selatan.

Seorang bocah berusia 5 tahun mengalami kebutaan pada matanya setelah orng tuanya memberikan metanol beracun.  Bocah tersebut hanya satu dari ratusan korban epidemi yang sedang mencengkeram Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bahkan sebelum wabah corona, keracunan akibat metanol telah mengambil banyak korban di Iran. Satu studi akademik menemukan keracunan metanol membuat 768 orang sakit di Iran antara September dan Oktober 2018, dan menewaskan 76 orang.

Di Iran, pemerintah mengamanatkan bahwa produsen metanol beracun menambah pewarna buatan pada produk mereka sehingga masyarakat dapat membedakannya dari etanol, jenis alkohol yang dapat digunakan dalam membersihkan luka.

Baca: Orang Iran Ternyata Doyan Mabuk 

Minum miras di Iran dapat dihukum dengan denda uang tunai dan 80 cambukan. Namun, minoritas Kristen, Yahudi, dan Zoroaster dapat minum minuman beralkohol secara pribadi.

Sementara polisi sesekali mengumumkan larangan alkohol, perdagangan alkohol tidak beracun juga berlanjut. Arak Iran yang dibuat secara lokal dari kismis yang difermentasi, yang dikenal sebagai Aragh sagi, dijual seharga  10 AS Dolar /1,5 liter. Vodka impor dijual seharga  40 AS Dolar per botol.

“Setiap tahun selama Nowruz, atau liburan Tahun Baru Persia yang dimulai 21 Maret, pelanggan saya berlipat ganda,” kata Rafik, seorang Iran-Armenia yang membuat vodka di ruang bawah tanah rumahnya di Teheran. “Tahun ini, karena corona, melonjak empat atau lima kali lipat,” katanya dengan menyembunyikan namanya.

Farhad, seorang peminum berat yang menggambarkan dirinya sendiri yang tinggal di Teheran tengah, mengatakan alkohol tetap mudah ditemukan bagi mereka yang mencarinya.

“Bahkan Anda bisa menemukannya ketika Anda berjalan di jalananan,” katanya.

Sejak 1979, 40 pabrik alkohol Iran telah  berubah menjadi kebutuhan farmasi dan pembersih. Yang lain dibiarkan begitu saja seperti pabrik alkohol Shams yang ditinggalkan di sebelah timur Teheran.

Tetapi sekarang, di saat beberapa masjid di Iran membagikan alkohol untuk pembersih, para pejabat berencana untuk mulai bekerja lagi di Syams untuk menghasilkan 22.000 liter alkohol 99% sehari.

Republik Islam telah melaporkan lebih dari 29.000 kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 2.200 kematian akibat virus, korban tertinggi dari negara mana pun di Timur Tengah. *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alkoholcovid-19iranmetanolminuman keras di Iranvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjajah ‘Israel’ Menghancurkan Klinik Darurat COVID-19 Palestina
Tulisan selanjutnya Kepala RS Haiti Diculik, Tenaga Medis Tak Mau Terima Pasien Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?