Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bukan Sekedar Penyakit, Lockdown Covid-19 Membuat Kehidupan Rakyat Sudan Semakin Sulit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 April 2020 14:44 2:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2020 14:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Harga-harga komiditi di Sudan terus merangkat naik sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama kematian akibat Covid-19 di negara itu pada 12 Maret dan menyatakan negara dalam keadaan darurat tak lama kemudian. Jauh sebelum wabah, rakyat Sudan sudah mengalami krisis perekonomian dan keuangan yang berakibat pada penggulingan Omar Al-Bashir dari kursi kepresidenan. Lockdown yang diterapkan di banyak negara di dunia berimbas pada kehidupan orang Sudan, bahkan sekedar untuk mendapatkan satu helai masker di pinggir jalan di ibu kota Khartoum bukanlah perkara yang mudah.

Penutupan perbatasan oleh banyak negara berarti barang impor semakin sulit diperoleh. Apotek-apotek di Khartoum banyak yang menempelkan tulisan “tidak ada masker”. Masker semakin langka dan semakin mahal harganya.

“Sebelum ini, masker bedah dijual 80 pound (1,3 euro) satu helai. Sekarang mereka menjualnya 200 pound (3,30 euro),” kata pemilik sebuah toko Haroun Ismail kepada RFI. Dia masih memiliki 10 helai masker untuk dijual.

Suplai barang sulit didapat bagi pedagang eceran seperti Ismail.

Ousmane Abdul Wahid mengalami kesulitan untuk mendapatkan suplai barang dagangannya. Biasanya dia kulakan di Omdurman, pasar terbesar di Sudan. Dia menjual masker pelindung, serta asesoris fesyen dan pakaian. Sembilan puluh persen barang dagangannya didatangkan dari China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bandara ditutup, perbatasan-perbatasan ditutup. Saya tidak tahu bagaimana mendatangkan barang dagangan saya dari China,”ujarnya. “Saya hanya bisa menghabiskan apa yang saya punya di sini dan kemudian saya akan mencari pekerjaan lain.”

Ironisnya, lockdown yang dimaksudkan untuk mencegah penyakit semakin meluas justru membuat pengadaan barang kebutuhan medis juga semakin sulit. Enaam Dablouk, manajer pembelian barang keperluan medis di National Fund merasakan betul dampak lockdown.

“Di waktu normal saja sudah sulit, kami tidak memiliki cukup mata uang asing untuk membeli obat-obatan dan perlengkapan medis. Sekarang dengan krisis ini, barang yang kami butuhkan berlipat ganda,” kata Dablouk. “Penutupan perbatasan merupakan masalah besar karena kami berpacu dengan waktu untuk secepatnya mengimpor obat-obatan vital dan perlengkapan medis, terutama respirator artifisial.”

Wabah Covid-19 dan lockdown juga menimbulkan masalah di bidang bantuan intenasional. Menurut ekonom Hatim Said, pandemi global ini dapat mencabik-cabik harapan pemerintah Sudan.

“Saya kira rencana pemerintah untuk mendapatkan bantuan dari masyarakat internasional tidak akan terwujud, setidaknya dalam jangka pendek. Pasalnya, donor-donor potensial sekarang ini sedang berjuang untuk menyelamatkan kelangsungan hidup mereka sendiri,” kata Said seperti dikutip RFI Jumat (3/4/2020).

Namun, di tengah krisis senantiasa ada kabar baik. Ekspor barang-barang dasar Sudan seperti sereal, hewan ternak hidup, gom arab, masih berlanjut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19lockdownSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tips KPAI Tumbuhkan Budaya Ramah Anak di Tengah Covid-19
Tulisan selanjutnya Mengkaji Akhir Zaman Seharusnya Begini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?