Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Patung Dewa Perang China Runtuh di Tuban

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 17 April 2020 09:08 9:08 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 17 April 2020 09:01
Bagikan
Potongan video detik-detik Patung Dewa Perang China, Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, Jawa Timur, runtuh, Kamis (16/04/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Patung Dewa Perang China, Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, Jawa Timur, runtuh. Pantauan hidayatullah.com pada Jumat (17/04/2020) berdasarkan video amatir yang viral, patung raksasa setinggi 30 meter itu runtuh secara tiba-tiba.

Informasi dihimpun media ini, Patung Dewa Perang China yang pendiriannya menuai kecaman dari banyak pihak itu runtuh kemarin. Patung ini terletak di halaman belakang Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tuban.

Runtuhnya Dewa Perang China di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban pada sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (16/04/2020) itu mengagetkan warga sekitar. Kelenteng ini disebut-sebut terbesar se-Asia Tenggara.

Patung bernilai Rp 1,5 miliar yang diresmikan pada tahun 2017 oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut ambruk dalam hitungan detik, hanya menyisakan kerangkanya.

Kepolisian setempat kemudian melakukan penyelidikan atas runtuhnya Dewa Perang China itu. Polisi dikabarkan telah memasang garis polisi (police line) di area patung, dipasang secara melingkar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut kepolisian, berdasarkan keterangan dari pengurus kelenteng, patung runtuh bisa jadi dikarenakan angin dan cuaca panas hujan, sehingga material patung rontok.

Kemudian, bisa pula disebabkan konstruksi bangunan yang kurang bagus.

“Kalau keterangan pengurus kelenteng bisa jadi disebabkan angin dan cuaca panas hujan. Tetapi masih kita lidik, tidak ada korban jiwa,” ujar Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Kasat Reskrim, AKP Yoan Septi Hendri kutip Surya.co.id kemarin.

Baca: Patung Dewa Perang China di Tuban, Dinilai Potensial Cederai Harmoni Bangsa 

Berdasarkan pantauan, patung yang baru berumur 3 tahun itu kini tidak sementereng sebelumnya.

Beberapa saat setelah keruntuhan itu, lokasi masuk kelenteng ditutup, menurut keterangan dari pihak keamanan yang berjaga, penutupan ini atas perintah atasan.

Petugas polisi pun bahkan kemarin belum diperkenankan masuk untuk melakukan penyelidikan. “Pintu masuk kelenteng ditutup, ini perintah atasan,” ujar petugas keamanan kelenteng yang tak menyebut namanya kutip media tersebut kemarin siang.

Kejadian runtuhnya membuat warga sekitar berhamburan ke luar rumah. Getaran yang ditimbulkan akibat runtuhnya Patung Dewa Perang China menyebabkan warga panik.

Salah seorang warga di sekitar lokasi Kelenteng Kwan Sing Bio, Jaman, mengaku mengira ada pesawat yang jatuh.

Baca: Warga Gabungan se-Jatim Tuntut Pembongkaran Patung Dewa Perang China di Tuban

Patung Ditolak Warga

Sebelumnya, pembangunan Patung Dewa Perang China tersebut mengalami penolakan warga. Massa gabungan dari 53 elemen ormas serta LSM nasionalis dan agamis seluruh Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa menuntut dirobohkannya Patung Dewa Perang China, Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, Jatim, Senin (07/08/2017).

Patung dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, sebelum dan setelah runtuh, Kamis (16/04/2020). [Foto: M Sudarsono/Surya]
Informasi yang diterima hidayatullah.com , aksi yang katanya dihadiri ribuan massa itu digelar dalam bentuk orasi, teaterikal, dan audiensi bertema “Boemi Poetra Menggugat”. Berlangsung mulai sekitar pukul 11.00 WIB di depan Kantor DPRD Tingkat I Provinsi Jatim, Surabaya.

Patung Dewa Perang China itu didirikan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pendirian Patung Dewa Perang China ini menuai kecaman dari banyak pihak. Kecaman itu merebak luas di berbagai media termasuk media sosial.

Tuntutan perobohan patung itu didasari banyak alasan, antara lain, menurut massa aksi, karena patung raksasa setinggi 30 meter itu dinilai bukan bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia.

Juga karena patung itu dinilai bukan bagian dari sejarah bangsa Indonesia, serta tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, pun tidak mencerminkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

“(Pendirian patung) tidak mengindahkan rasa kearifan terhadap budaya lokal dan bumi putra Nusantara,” demikian bunyi alasan lain.

Baca: Soroti Patung Dewa Perang China, Jimly Harap Pihak Minoritas Ada Sensitivitas

Masih menurut massa, pendirian Patung Dewa Perang China itu tidak ada nilai-nilai pendidikan dan sejarahnya bagi putra-putri penerus bangsa Indonesia.

“Karakter dan ukuran patung mengindikasikan penguasaan, penindasan, dan penjajahan terhadap bangsa Indonesia,” sebutnya.

Patung Dewa Perang China itu juga dinilai sebagai lambang keangkuhan bangsa asing di Bumi Pertiwi Indonesia.

Bahkan, pendirian patung yang lebih besar dan tinggi daripada tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia Jenderal Soedirman itu, dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh-tokoh perjuangan pendiri bangsa Indonesia.

“(Pendirian Patung Dewa Perang China) sebagai bentuk pengkhianatan jati diri sebagai warga negara Indonesia,” demikian alasan lainnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaJatimKwan Sing Tee KoenpatungPatung Dewa Perang ChinaTuban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antara Virus Wuhan dan Wahn: Mana Lebih Berbahaya?
Tulisan selanjutnya Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

Berita
9 Juli 2026 18:04
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?