Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penyiksaan Tawanan Iraq Instruksi Komandan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Mei 2004 08:47 8:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2004 08:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagaimana dilaporkan harian The Washington Post kesaksian Kapten Robert Shuck, pengacara militer seorang tentara yang dituntut dalam skandal Abu Ghraib mengatakan bahwa Komandan Tentara AS di Iraq Letjen Ricardo Sanchez hadir dalam beberapa interogasi dan/atau kekerasan terhadap tahanan di penjara dekat Baghdad tersebut. Sanchez dan pejabat senior militer lainnya tahu betul apa yang sedang terjadi di kamar interogasi Tier 1A penjara Abu Ghraib.

“Pengacara Kapten Robert Shuck juga mengatakan seorang sersan di penjara itu disiapkan untuk memberikan kesaksian bahwa petugas intelijen mengatakan kepadanya penyiksaan tahanan di blok sel itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” tulis The Post dalam situsnya, Sabtu.

Shuck merupakan pengacara Staf Sersan Ivan Frederick dari Kompi Polisi Militer ke-372. Frederick menghadapi pengadilan militer dalam skandal Abu Ghraib. Saat hearing 2 April lalu yang dibuka untuk umum, Shuck mengatakan bahwa komandan kompi itu, Kapten Donald Reese, disiapkan untuk memberikan kesaksian sebagai imbalan bagi kekebalan atas tuntutan.

Berdasar rekaman tersebut, Shuck diinterogasi oleh seorang penuntut militer mengenai pernyataannya. “Apakah Anda mengatakan bahwa Kapten Reese akan memberikan kesaksian bahwa Jenderal Sanchez ada di sana dan melihat apa yang terjadi?” tulis The Post mengutip pernyataan penuntut, Kapten John McCabe.

“Itulah yang dia katakan kepada saya,” balas Shuck. Dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah petugas pengadilan dan tidak akan berbohong. “Saya punya dua anak di rumah. Saya tidak akan membahayakan karir saya,” lanjutnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam hearing di Kamp Kemenangan di Baghdad, Shuck juga mengatakan, Reese akan memberikan kesaksian bahwa Kapten Carolyn Wood, yang mengawasi operasi intelijen militer di Abu Ghraib, terlibat dalam interogasi intensif atas tahanan, membiarkan sejumlah aktivitas, dan menekankan bahwa apa yang dituduhkan itu adalah prosedur standar.

Namun, menurut The Post, Reese tidak memberikan kesaksian pada hari itu. Reese juga tidak mendapatkan kekebalan dari tuntutan sebagai ganti kesaksiannya. Kolonel Jill Morgenthaler, petugas humas di Baghdad, mengatakan bahwa transkrip hearing 2 April itu tidak akan dirilis.

Sementara itu, merujuk pada pertanyaan mengenai Sanchez kepada pejabat militer AS di Timur Tengah, Jubir Dephan mengingatkan bahwa pernyataan pengacara pembela atau kliennya harus diperlakukan dengan kehati-hatian yang tepat. Mengutip pernyataan Brigjen Mark Kimmitt, Jubir militer AS di Iraq, Sanchez tidak bisa dimintai komentar. Namun, dia akan memberikan respons kemudian. Komandan militer AS membantah laporan tersebut.

“Ada laporan berita yang dipublikasikan pada 23 Mei 2004 yang mengatakan bahwa Letjen Ricardo Sanchez, komandan pasukan multinasional Iraq mengetahui dan dalam beberapa hal hadir di Abu Ghraib saat berlangsung penyiksaan tahanan. Laporan ini salah.” Begitu bunyi statemen militer AS kemarin.

Ditambahkan, Sanchez mempertahankan kesaksiannya di depan komite kongres bahwa dirinya tidak mengetahui penyiksaan itu sampai dia memerintahkan penyelidikan terhadap dugaan tersebut pada Januari lalu. Kepada Komite Dinas Bersenjata Senat, Sanchez mengaku tidak menerima laporan dari Komite Palang Merah Internasional pada 6 November yang merinci kekerasan di Penjara Abu Ghraib sampai dua bulan kemudian. Dia bersedia bertanggung jawab atas yang terjadi di Abu Ghraib. Namun, dirinya membantah bahwa sebelumnya mengetahui penyiksaan tersebut.

Meski Sanchez memerintahkan penyelidikan tersebut pada Januari lalu, skandal Abu Ghraib baru muncul pada akhir April saat program 60 Minutes II CBS menayangkan foto-foto penjaga penjara Amerika yang menyiksa dan melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan Iraq yang ditelanjangi serta ditutupi kepalanya. Termasuk, sekelompok tahanan telanjang yang membentuk piramida manusia.

Foto tersebut memicu kemarahan dunia dan memunculkan keraguan atas komitmen AS untuk membangun masyarakat berdasarkan demokrasi dan penghormatan HAM di Iraq seperti yang selama ini mereka gembar-gemborkan. (ap/rtr/afp/jp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sikap Fanatik dalam Beragama
Tulisan selanjutnya Emirat Arab Akan Bangun 400 Rumah Warga Pelestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?