Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Pandemi dan Integritas Seorang Pemimpin

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 15 Mei 2020 09:20 9:20 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 15 Mei 2020 09:20
Bagikan
Illustration: Sarah Grillo/Axios
Bagikan

Oleh: Enzen Okta Rifai

 

Hidayatullah.com |“Sudah puluhan tahun kami tinggal di perkampungan ini. Ketika mendengar raja sedang marah lantas berbuat tidak adil kepada rakyat, sudah terbiasa kami menghadapi tanah-tanah yang kering, tanaman tidak subur, dan ternak tidak menghasilkan apa-apa.”

Kata-kata di atas disampaikan oleh seorang nenek penduduk desa di saat negerinya dipimpin oleh seorang raja di negeri Persia, sebelum masa kenabian Muhammad ﷺ. Peristiwanya sederhana, ketika sang raja sedang menyamar dan singgah di suatu rumah penduduk, ia pun dijamu oleh seorang gadis dengan minuman susu hasil perahan sapi di kandangnya.

Raja itu terus menguping tentang pembicaraan rumah-tangga itu mengenai sosok pemimpinnya. Sampai kemudian ketika datang waktu sore, dan anaknya tidak mendapatkan setetes pun dari susu perahan, ia pun menggerutu pada ibunya, “Bu, mungkin saat ini raja punya niat jahat terhadap rakyat, karena sore ini sapi-sapi di kandang tidak menghasilkan susu sama sekali.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Sabarlah, Nak, kalau sore ini tidak mengeluarkan susu, kita cobalah esok hari.”

Ucapan dari rakyat kecil itu langsung mengena di hati raja yang sedang menyamar itu. Dia memang pernah merencanakan memungut cukai pajak bagi para pemilik sapi di desa-desa. Namun setelah mendengar keluhan gadis itu kepada ibunya, sang raja langsung menyadari kekhilafannya. Betapa besar pengaruh dari keputusan yang diambilnya, bahkan dari sesuatu yang sekadar dia rencanakan terhadap rakyatnya.

Dia mengumpulkan para ajudan dan menteri-menterinya agar segera membatalkan rencana pungutan cukai bagi rakyat kecil. Hingga tersiarlah kabar pada keesokan harinya, penduduk desa itu dapat memerah susu sapi dengan kandungan susu yang melimpah.

Ruh Seorang Pemimpin

Setiap perubahan di negeri manapun, membutuhkan peran pemimpin dan kepemimpinan, kata Rhenald Kasali. Ibarat kendaraan mobil, antara roda yang berputar dengan as atau sumbunya. Roda adalah rakyat dan kita semua, sedangkan pemimpin adalah as atau sumbunya. Kalau pemimpin atau as bergerak sedikit saja, maka roda akan bergerak jauh lebih banyak. Pemimpin yang adil, seperti itulah dia mesti memberi contoh kepada rakyatnya.

Bila dia mau bergerak sedikit di jalan kebaikan dan kebenaran, dengan sendirinya gerakan rakyat akan meniru jauh lebih banyak. Tapi sebaliknya, bila sang pemimpin memberi contoh sedikit saja dalam hal keburukan, hedonisme, boros, dusta dan kebohongan, maka berhati-hatilah, karena dengan sendirinya jutaan rakyat akan menirunya.

Karena itu pemimpin harus serba ekstra hati-hati dalam membuat keputusan yang akan melapangkan kehidupan rakyat, atau justru akan menyempitkan hidup mereka. Dan kalaupun ada pemimpin yang menuntut rakyat agar menempuh jalan yang benar, justru perubahan moral itu harus dimulai dari pemimpinnya sendiri. Karena tidak mungkin bayangan itu lurus, jika benda aslinya bengkok. Di hadapan pemimpinnya, rakyat bukan hanya berharap tetapi juga bercermin, baik melalui sikap dan karakternya maupun kebijakan yang diputuskannya.

Oleh karena itu segala ujian dan cobaan begitu berat dihadapi pemimpin. Bagaikan filosofi pasar, semakin laris suatu barang dipasarkan, semakin besar peluang berduyun-duyun barang komoditas didatangkan, baik yang masih segar maupun yang berbau busuk. Tidak sedikit barang-barang busuk itu dikemas dengan menarik, dan dengan label yang menggiurkan. Tak jarang pula dibungkus dengan pengawet yang sangat membahayakan bagi kesehatan umat. Karenanya dua tipologi pemimpin semakin mengemuka dalam ungkapan berikut ini:

“Jika Anda pemimpin amanah dan jujur, maka orang-orang jahat dan munafik akan kehilangan marketnya. Dagangan mereka menjadi tidak laku dan dijauhi pembeli. Tetapi jika Anda pemimpin munafik, maka rakyat yang jujur dan kreatif akan meninggalkan Anda, dan mereka enggan menawarkan hasil kreasinya kepada Anda.”

Universalitas Keadilan

Kedua tipologi pemimpin di atas dapat menjelaskan kepada kita bahwa hakikat manusia lebih cenderung bersahabat dengan orang yang sepaham dan sependirian dengannya. Jika pemimpin itu korup, maka dia pun akan dikerubungi oleh mereka yang sukanya menjilat, penipu dan komprador yang berebut ingin memanfaatkan peluang korupsinya. Tapi jika pemimpin itu kredibel dan amanah, senantiasa yang mengunjunginya dari kalangan orang-orang baik dan bijak. Hingga karya dan kreasi orang cerdas dan jujur akan memperoleh peluang pasar yang menguntungkan.

Dengan ini semakin kentara garis pemisah antara keduanya. Karena jika pemimpin itu menuruti petuah orang-orang yang tidak kredibel, dukun, “orang pintar” dan sejenisnya, niscaya dia akan berkorban untuk sesuatu yang diharamkan oleh Allah Swt. Tetapi, jika dia akrab dengan orang-orang cerdas dan berilmu, arif dan bijak (sholeh), maka kedekatan dengan Allah akan terjaga dengan baik. Selain itu, jika sang pemimpin loyal kepada rakyatnya, maka para menteri dan segenap kaki-tangannya senantiasa terdorong untuk bersikap loyal kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Khalifah Abu Bakar r.a. pernah tersinggung ketika seorang nenek pengemis Yahudi yang sedang beliau suapi roti protes karena merasa pelayananya kurang halus. Seketika ia pun bertanya, “Mengapa roti ini rasanya berbeda dengan roti yang saya makan beberapa waktu lalu?”

“Orang yang menyuapi nenek (sebelum ini) sudah tidak ada,” jawab Abu Bakar sedih.

“Jadi, siapakah yang menyuapi saya waktu itu?”

“Muhammad Rasulullah ﷺ.”

Dengan pandangan menerawang nenek tua itu membayangkan Muhammad, sosok pemimpin adil yang selama ini dihujat dan ia caci-maki. Dalam batinnya sang nenek menangis dan menyadari kekhilafannya, hingga kemudian menyatakan keislamannya.

Saat ini, ketika pandemi menerpa alam dan jagad raya, kita menunggu hadirnya pemimpin dambaan. Apakah ia seorang kesatria ataukah hanya seorang pencudang?

Pertanyaannya adalah, mengapa kemakmuran dan kesejahteraan belum juga kunjung tiba di negeri yang kita cintai ini? Selayaknya kita bersikap jujur dan legowo, lantas berkaca pada diri sendiri, apakah kita ini sudah tergolong hamba yang bertauhid dan bertaqwa kepada Allah. Satu-satunya Yang layak disembah dan dimintai pertolongan. Ataukah ketuhanan kita masih diselubungi mitos-mitos, dicampuri vested interest (kepentingan pribadi) yang (hanya) menempatkan Allah di posisi ke sekian, setelah urusan harta, pangkat dan jabatan, sambil bersandar pada benda pusaka, kuburan keramat, bukit-bukit peziarahan yang tak layak dijadikan pegangan.

Barangkali jika kemakmuran dan ketentraman itu belum datang, karena memang cerminan diri dan kualitas pemimpin kita, yang belum layak mendapatkan turunya berkah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Wallahu a’lam.*

Alumnus International University of Africa, Republik Sudan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkahcovid-19integritaspandemipemimpinvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Coronavirus: Mal-Mal di Thailand akan Beroperasi Kembali dengan Bantuan Robot
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: Kenaikan Iuran BPJS Bentuk Kedzaliman yang Nyata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?