Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Covid-19: Tenaga Medis Wafat, Serikat Dokter Mesir Tuding Pemerintah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2020 10:16 10:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2020 10:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para dokter menuding Kementerian Kesehatan Mesir lalai dalam penanganan Covid-19 dan menuding pemerintah bertanggung jawab penuh atas kematian tenaga medis.

Sebuah serikat dokter hari Senin (25/5/2020) mengatakan bahwa sejauh ini 19 dokter meninggal dunia karena Covid-19 dan lebih dari 350 lainnya terinfeksi, lansir BBC.

Serikat itu menyalahkan kurangnya perlengkapan perlindungan diri dan tempat tidur bagi staf yang sakit, dan memperingatkan kemungkinan sistem kesehatan di negara itu ambruk.

Kementerian Kesehatan bersikukuh mengatakan bahwa perlengkapan perlindungan diri sudah cukup disediakan bagi tenaga medis dan mereka yang sakit mendapatkan perawatan sebaik mungkin.

Mesir, negara Arab yang paling banyak penduduknya, sejauh ini melaporkan 17.967 kasus infeksi terkonfirmasi dan 783 kematian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serikat dokter itu mengatakan bahwa kematian di kalangan kolega mereka merupakan akibat dari kegagalan Kementerian Kesehatan dalam menjalankan tugasnya melindungi tenaga medis.

“Kementerian Kesehatan memiliki kewajiban terhadap para dokter dan semua tenaga medis yang mengorbankan kehidupan mereka di garis depan demi mempertahankan keselamatan tanah air.”

Peringatan dari serikat dokter itu muncul dua hari setelah kematian Walid Yehia, dokter berusia 32 tahun yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit karantina di Kairo.

Warganet Mesir ramai membandingkan kasus Walid Yehia dengan perlakuan yang diterima aktris terkenal Ragaa al-Gadawy.

Aktris berusia 81 tahun itu diproses cepat tes Covid-19 dan dilarikan ke sebuah rumah sakit karantina di kota Ismailiya karena mendapatkan rekomendasi personal dari Menteri Kesehatan Mesir, begitu menurut laporan sebuah situs berita online mengutip keterangan putri aktris senior itu, Amira Mokhtar.

Menanggapi isu-isu di atas Menteri Kesehatan Hala Zayed menyatakan bahwa sejauh ini dokter yang wafat mencapai 11 orang bukan 19.

Zayed juga dikabarkan memerintahkan penyelidikan atas kasus kematian dokter Yehia dan berjanji akan mengatasi kekurangan yang ada.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19dokterMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertentangan Islam dengan Komunisme dan Komunisme Mode Baru [1]
Tulisan selanjutnya BMH Gerak Cepat Bantu Korban Banjir di Samarinda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren

Berita
16 September 2026 15:00
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Terbaru

  • LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?