Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dompet Hilang kembali pada Pemiliknya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Maret 2014 05:58 5:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2014 05:53
Bagikan
brunei darussalam
Sultan Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah yang segera akan terapkan hukum Islam
Bagikan

MENJELANG pemberlakuan hukum Islam, suasana Brunei nampak berbeda. Sosialisasi penerapan hukum jinayah terjadi di berbagai tempat. Seperti siang itu, saat saya mengikuti shalat Jumat di Masjid Omar Ali Saifuddin.

Masjid Omar Ali Saifuddin, terletak di Bandar Seri Bengawan, Ibu Kota Brunei Darussalam.  Dibangun oleh ayahanda Sultan Hassanal Bolkiah sekitar tahun 1958. Masjid ini menjadi landmark Negara Brunei dan diakui sebagai masjid yang terunik Asia Pasifik. Termasuk kubahnya yang dilapisi emas.

Dari atas mimbar sang khatib mengingatkan para jamaah agar tidak terpengaruh dengan hasutan pihak tertentu yang kurang suka Brunei Darussalam melaksanakan hukum acara pidana Syari’ah yang akan diberlakukan mulai 1 April 2014 ini. Menurutnya, belakangan dirasakan banyak beredar hasutan pada generasi muda untuk mempertanyakan bahkan ‘menggagalkan’ pelaksanaan syariat Islam (KUHP Syari’ah) yang telah diumumkan Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkian pada Oktober 2013 lalu.

Menurut sang khatib, usaha-usaha menggagalkan pelaksanaan syariat Islam dilakukan melalui berbagai saluran media, meliputi; situs-situs blog, jejaring social, termasuk WhatsApp.

“Ini tidak hanya diakses oleh rakyat setempat, bahkan juga pihak luar negeri. Golongan ini juga mencoba menghina raja, menghina para ulama dan menghina hukum syara’. Hal ini dapat dihirup melalui berbagai ungkapan dan tulisan,” ujar khatib yang belum saya ketahui identitas lengkapnya ini.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Materi khutbah yang disampaikan khatib diduga merespons dari titah Sultan Hassanal Bolkiah ketika perayaan kemerdekaan Brunei ke 30 pada 23 Februari 2014 lalu, setelah mendengar suara-suara sumbang mempertanyakan pelaksanaan hukum hudud di negara yang berpenduduk 400 ribu ini. Hudud adalah hukuman yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah Subhanahu Wata’ala sesuai perintah dalam Al-Quran dan Hadits yang meliputi hukum atas kasus perzinahan, minum Miras (minuman keras), mencuri, murtad (orang yang keluar dari agama Islam), merampok  (hirabah), mengambil harta atau membunuh atau menakutkan dengan cara kekerasan, bughat, aksi melawan pemerintah yang syah.

Hanya untuk umat Islam

Enam bulan lalu, pemerintah Brunei melalui titah Sultan Hassanal Bolkiah telah memperkenalkan hukuman Islam termasuk merajamseorang penzina, sekaligus menjadikan Brunei menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara pertama yang menerapkan hukum Islam di tingkat nasional. Hukuman ini, diumumkan akan diberlakukan secara bertahap, dan hanya diberlakukan kepada umat Islam saja.

Dalam sebuah kesempatan, sultan menyampaikan, perintah penerapan hukum Islam ini semata-mata melaksakan perintah Allah.

“Sejauh ini, tanggung jawab kita di hadapan Allah telah tertunai, ” demikian titah sultan dalam satu pernyataan.

Bagaimana reaksi penerapan hukum Islam ini di mata masyarakat?

Sejauh ini rakyat Brunei mendukung dilaksanakan hukum syariat di negaranya.

“Sebagai umat Islam, kita harus menerimanya sebagaimana kita menerima ibadah shalat, puasa, zakat dan haji,” ujar salah seorang warga Brunei yang saya temui dan mengekspresikan kata – kata itu secara spontan.

Sebuah media yang menulis persiapan pelaksanaan hukum Islam
Sebuah media yang menulis persiapan pelaksanaan hukum Islam

Meski penerapan hukum Islam ini baru dimulai bulan April, nampaknya mulai berpengaruh pada dampak kejahatan. Beberapa kali saya tinggalkan laptop di dalam mobil yang berada di areal parkir. Entah, saya tidak merasa cemas apalagi was-was akan kehilangan laptop.

Saat berada di Dewan Pusat Konferensi Internasional Brunei (ICC) beberapa kali saya mendengar pengumuman kehilangan.

“Siapa kehilangan dompet silahkan datang menemui secretariat,” demikian suara dari loud-speaker. Beberapa dompet berisi  uang yang ditemukan di tempat umum dikembalikan kepada yang berhak. Itulah Negara Brunei Darussalam hari ini.

Berbeda dengan negeriku. Logam penutup selokan saja bisa dicuri orang. Meninggalkan barang-barang berharga dalam mobil, ibarat mengundang penjahat untuk mencuri. Pencurian, penipuan, pemerkosaan dan perampokan yang mencederai bahkan memubuh korban, sudah menjadi ‘hiburan’ televisi.*/Rossem, koresponden hidayatullah.com tinggal di Malaysia. Penulis baru saja mengunjungi Brunei Darussalam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukum Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimah Dewan Da’wah Aceh Gelar Pembinaan di Lapas
Tulisan selanjutnya Riset: Miras Pemicu Remaja Jadi Pembunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?