Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Kosovo Hashim Thaci Didakwa Kejahatan Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Juni 2020 17:18 5:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Juni 2020 17:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Kosovo Hashim Thaci dan sembilan orang lain bekas anggota kelompok separatis telah didakwa dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan.

Thaci merupakan seorang komandan Kosovo Liberation Army semasa perang kemerdekaan Kosovo dari Serbia antara tahun 1998 dan 1999. Perang itu merenggut nyawa lebih dari 10.000 jiwa.

Thaci didakwa bersama Kadri Veseli, tokoh oposisi dari Partai Demokrat dan pernah menjabat sebagai jubir (ketua) parlemen, oleh pengadilan khusus yang dibentuk untuk mengadili kejahatan-kejahatan terhadap etnis Serbia selama dan sesudah perang kemerdekaan itu.

Sebuah pernyataan dari jaksa penuntut di Kosovo Specialist Chambers yang dirilis hari Rabu (24/6/2020) mengatakan Presiden Hashim Thaci dan para tersangka lainnya “secara pidana bertanggung jawab atas hampir 100 pembunuhan” lawan-lawan politik, orang-orang etnis Kosovo-Albania, Serbia dan Roma, lapor Associated Press.

Dakwaan lain meliputi penghilangan paksa, persekusi dan penyiksaan. Thaci memimpin pasukan KLA selama perang kemerdekaan di akhir era 1990-an.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kantor Thaci hari Rabu mengatakan dia akan segera pulang setelah “dakwaan” itu mengganggu jadwal lawatannya ke Washington untuk membicarakan ketegangan dengan Serbia yang direncanakan digelar akhir pekan ini. Kantornya tidak menjelaskan di mana keberadaan Thaci saat ini.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic diduga akan bergabung dalam pembicaraan tersebut, yang konon bertempat di Gedung Putih.

Ketegangan kedua negara itu berpusar pada penolakan Serbia terhadap pemisahan diri Kosovo sebagai negara merdeka, yang dideklarasikan pada tahun 2008 oleh provinsi yang mayoritas dihuni etnis Albania lewat peperangan berdarah.

“Menurut saat ini merupakan proses legal yang memiliki efek politik penting,” kata Vessela Tcherneva, wakil direktur wadah pemikir European Council on Foreign Relations, kepada Euronews.

“Thaci bertaruh AS akan dapat mengeluarkannya dari proses hukum ini … dia mengatakan Washington merupakan sumber legitimasi … dan keputusan pengadilan ini pada dasarnya memupuskan ambisinya,” imbuh Tcherneva.

Kosovo merupakan satu dari enam negara di kawasan Balkan Barat yang berusaha untuk diterima menjadi anggota Uni Eropa, organisasi yang mengharuskan syarat implementasi supremasi hukum dan hak asasi bagi negara yang ingin bergabung.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hashim Thacikejahatan perangKosovoserbia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pki islam PDIP Minta Polisi Tangkap Pembakar Bendera Partainya
Tulisan selanjutnya Pria Ethiopia Berusia 114 Tahun Sembuh dari Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?