Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Mohammad Natsir, Al-Qur`an dan Pancasila

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 1 Juli 2020 13:09 1:09 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 1 Juli 2020 13:09
Bagikan
Mohammad Natsir
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM buku “Ummat Islam Menghadapi: Konstituante” (1954: 21-24) ada ulasan menarik mengenai pidato Mohammad Natsir dalam Peringatan Nuzulul Qur`an dengan judul “Dalam Pangkuan Al Qur`an Pantjasila Hidup Subur.”

Poin pertama, Islam sebagai agama, di mana al-Qur`an menjadi Kitab Sucinya, bila diibaratkan sebagai lahan, maka merupakan tanah yang subur untuk menyemai Pancasila. Kata beliau, “Di atas tanah dan di dalam iklim Islam. Pantjasila akan tumbuh subur.”

Selanjutnya, bila diamati semua sila (dari 1-5)  tidak bertentangan dengan al-Qur`an. Justru, masing-masing sila ada penguat darinya. Sila pertama misalnya yang membahas tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, ini dikuatkan dengan ajaran al-Qur`an mengenai tauhid (pengesaan Allah).

Kemudian, tutur Natsir, “Bagaimana mungkin Al Qur`an yang menegakkan istilah bainannas sebagai dasar2 jang pokok jang harus ditegakkan oleh umat Islam dapat a priori bertentangan dengan apa jang disebut perikemanusiaan.” Artinya, sesuai dengan sila kedua. Bahkan, kata “adil” dan “beradab” pun berasal dari idiom Islam.

Dari sila ketiga pun, Al-Qur`an juga telah memberikan dasar-dasar nilai berupa pengakuan akan adanya bangsa-bangsa (syu’uuban wa qabaa`ila). Keberadaan bangsa bukan untuk mencipta konflik, tapi justru untuk saling mengenal masing-masing sehingga tercipta kerukunan dan perdamaian.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Hal lain yang tak kalah penting adalah Al-Qur`an memberantas sistem masyarakat feodal serta otoriter, bahkan meletakkan dasar musyawarah dalam pemerintahan. Ini cocok sekali dengan sila keempat. Selain itu, ajaran Islam mengenai penegakan keadilan sosial, sangat pas dengan sila selanjutnya: Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia.

Dilihat dari segi ini saja, Pancasila bukan saja tidak bertentangan dengan al-Qur`an, justru membuat narasi dan nilainya semakin subur dan makmur. Akan terasa aneh dan a-historis jika ada yang mencoba membenturkannya.

Lebih jauh dari itu beliau menandaskan bahwa sila pertama dari Pancasila menggambarkan bahwa untuk mendapatkan keutamaan dan tujuan mulia, kebutuhan manusia pertama kali yang harus dipenuhi adalah kebutuhan beragama.

Pancasila yang model demikian, tutur Natsir, “akan berjumpa dengan Qur`an sebagai Induk-Serba-Sila, sumber jang tidak akan kundjung kering.”

Kalau sila pertama hanya menjadi formalitas; indah dalam kata, namun tak ada bukti dalam kehidupan nyata, maka Pancasila akan lumpuh. Akan berpengaruh besar terhadap sila-sila selanjutnya. Malahan, kalau hanya sebatas kata-kata indah, maka mudah sekali dipergunakan untuk tindakan yang tak bersila atas nama Pancasila.

Hal lain yang diungkapkan Natsir adalah bagi Muslim yang berpedoman al-Qur`an, perumusan Pancasila bukanlah sebagai barang asing dan antagonistis. Ia merupakan bagian kebajikan dalam Islam. Tentu saja bukan berarti menggambarkan seluruh kebajikan, namun sisanya sudah terkandung dalam Islam.

Sebelum mengakhiri pembahasan, Pak Natsir mengingatkan agar jangan gampang memvonis umat Islam sebagai anti Pancasila atau berupaya menghapusnya serta tidak setia dengan proklamasi. Bagi beliau, setia pada Proklamasi bukan berarti menindas dan menahan cita-cita Islam dalam kehidupan bangsa dan negara.

Aneh jika atas nama Pancasila justru melarang upaya perjuangan cita-cita kenegaraan dangan jalan demokratis yang justru bisa menyuburkan Pancasila. Hal ini sah-sah saja ketika dilakukan secara konstitusional.

Bila dirangkum dalam satu paragraf, bagi Natsir, al-Qur`an dan Pancasila tidak bertentangan; bahkan bertumbuh subur dalam pangkuannya serta menjadi induk serba sila. Sila-sila yang ada adalah cerminan di antara kebajikan-kebajikan yang ada dalam Islam. Pancasila bukan sekadar kata Indah yang digunakan sebagai pembenar kepentingan, tapi nilainya perlu terbukti dalam realita. Jangan gampang menuduh umat Islam anti Pancasila. Terakhir, bila ada yang memperjuangkan negara Islam melalui jalur konstitusional, tak perlu dihadapi secara emosional.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masyumiMuhammad NatsirNatsir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Negara Islam yang Dijajah Inggris
Tulisan selanjutnya Jejak PKI Mendompleng Kemerdekaan Indonesia (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?