Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Longsor di Myanmar Tewaskan Seratusan Orang di Lokasi Tambang Batu Giok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juli 2020 20:16 8:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2020 20:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sedikitnya 113 orang terkubur hidup-hidup ketika longsoran lumpur menyapu sebuah lokasi penambangan batu giok di bagian utara Myanmar, salah satu bencana paling parah yang terjadi di industri berbahaya itu.

Para pekerja sedang mengumpulkan bebatuan dari lahan berbukit-bukit di daerah Hpakant ketika mereka terjebak longsoran lumpur hari Kamis pagi (2/7/2020).

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan tim penyelamat sedang berusaha mencari korban. Sedikitnya 54 orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke tiga rumah sakit, kata seorang anggota dewan setempat dari Hpakant, Khin Maung Myint, kepada Associated Press seperti dilansir The Guardian.

Kondisi lokasi pertambangan sangat berbahaya bagi buruh tambang batu giok yang diketahui berupah sangat minim, terutama apabila musim angin muson yang membawa banyak hujan sedang melanda Myanmar. Tahun lalu, 54 pekerja tambang terkubur longsoran lumpur dari sebuah danau, yang tepiannya ambrol di dekat sebuah lokasi tambang batu giok di Hpakant. Warga dari kalangan rakyat miskin etnis minoritas, yang mencari serpihan bebatuan yang ditinggalkan perusahaan pertambangan besar, seringkali menjadi korban longsoran di lokasi tambang.

Pemerintah Myanmar sebelumnya berkali-kali berjanji akan membersihkan industri giok yang mendatangkan hujan uang bagi negara itu, tetapi sampai saat ini industri yang umumnya dikuasai kalangan elit militer dan konglomerat itu masih tidak diregulasi dengan baik. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hpakant, termasuk wilayah negara bagian Kachin, menyimpan deposit terbesar batu giok sedunia dengan kualitas tinggi. Namun, sayangnya kekayaan alam itu justru tidak memberikan kemakmuran bagi penduduk sekitar.

Pada tahun 2014, laporan Global Witness memperkirakan nilai produksi batu giok Myanmar mencapai $31 miliar atau hampir setengah dari GDP Myanmar tahun itu. Sebagian besar batu giok diselundupkan ke China, dimana batu giok secara tradisional dianggap sebagai batu mulia dan diasosiasikan dengan kaum bangsawan dan orang-orang super kaya.

Wilayah utara Myanmar sangat kaya dengan sumber daya alam, termasuk giok, kayu gelondongan, emas dan batu amber (topaz), yang menjadi sumber keuangan baik militer pemerintah Myanmar maupun pasukan pemberontak etnis Kachin, sementara rakyat sipil terjebak di antara pertikaian bersenjata kedua pasukan itu yang ingin menguasai kekayaan alam di sana.* 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:giokKachinlongsormyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dianggap Aman Orang dari Korsel dan 13 Negara Ini Boleh Bepergian ke Uni Eropa
Tulisan selanjutnya Tidak Becus Menteri Kesehatan New Zealand Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?