Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tidak Becus Menteri Kesehatan New Zealand Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juli 2020 20:56 8:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2020 20:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dr David Clark hari Kamis (2/7/2020) menyatakan mengundurkan diri dari jabatan menteri kesehatan New Zealand yang didudukinya sejak tahun 2017, setelah berkali-kali melakukan kekeliruan meskipun pada saat yang sama diakui perannya dalam kesuksesan negaranya menghadapi pandemi Covid-19.

Beberapa waktu terakhir seruan agar Clark mengundurkan diri semakin menguat setelah NZ, yang beberapa pekan lalu menyatakan negaranya bebas dari coronavirus, ternyata mengalami peningkatan jumlah infeksi yang diyakini karena adanya kelalaian petugas dalam mengontrol warga tanpa gejala Covid-19 yang dikarantina.

Berikut sejumlah kesalahan yang dilakukan Clark sehingga mendapat sorotan dan kecaman publik NZ di dunia nyata maupun maya.

Pertama, ketika negara New Zealand sedang ketat-ketatnya memberlakukan kebijakan lockdown yang sangat membatasi pergerakan dan aktivitas warganya, Clark justru melanggar aturan dengan bersenang-senang mengendarai sepeda gunung di waktu luangnya. Akibat perilakunya itu dia terpaksa meminta maaf secara terbuka kepada publik.

Tiga hari kemudian dia terpaksa meminta maaf kembali, tetapi kali ini kepada Perdana Menteri Jacinda Arden, karena bepergian dengan mobil pribadi mengajak keluarganya piknik ke pantai yang berjarak 20 kilometer dari rumahnya. Di pantai, dia dan keluarganya asyik berjalan-jalan menyusuri pasir pantai dan deburan ombak, sementara jutaan rakyat diharuskan tinggal di rumah dan diperbolehkan keluar hanya bila ada keperluan mendesak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pekan lalu, Dr Clark terpaksa menanggung malu di muka umum karena melimpahkan kesalahan pelaksanaan prosedur karantina kepada Direktur Kesehatan NZ Ashley Bloomfield, sementara Dr Bloomfield berdiri di dekatnya.

“Saya sudah memutuskan bahwa hal terbaik bagi saya adalah mengundurkan diri,” ujar Clark, mengakui bahwa tindak-tanduknya yang tidak patut justru mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Sungguh merupakan suatu keistimewaan dapat menjalani peran ini (sebagai menteri),” katanya seperti dilansir The Guardian.

New Zealand sejauh ini hanya memiliki catatan 1.528 kasus infeksi coronavirus dengan 22 kematian.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19David ClarkMenteri kesehatanNew Zealand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Longsor di Myanmar Tewaskan Seratusan Orang di Lokasi Tambang Batu Giok
Tulisan selanjutnya Unilever Terpaksa Tutup Satu Pabriknya Karena Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?