Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Al Khwarizmi: Sang Jenius Matematikawan Muslim yang Merevolusi Aljabar

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Juli 2020 13:48 1:48 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Juli 2020 13:48
Bagikan
al Khwarizmi, matematikawan muslim
Patung Al Khwarizmi, ahli matematika abad kesembilan, Ichan Kala, Khiva, Uzbekistan
Bagikan

Hidayatullah.com | Aljabar adalah cabang matematika serbaguna dan banyak ilmuwan mengatakan itu dapat menentukan struktur sebenarnya dari alam semesta. Sementara invoasi besar manusia seperti penerbangan dan transportasi berkecepatan tinggi didasarkan pada persamaan aljabar, dunia modern tidak terlalu peduli tentang asal-usulnya.

Adalah polimatik abad ke 9, Muhammad al Khwarizmi, yang memberikan bentuk pasti pada seni aljabar dan algoritma.   Selama Gerakan Penerjemahan Abad Pertengahan, akademisi membangun di atas karya-karya para polimatik India, Babilonia dan Yunani, memperkenalkan konsep ilmiah yang menjadi terobosan.

Sejak al Khwarizmi tumbuh dewasa di era kearifan ilmiah yang besar, dibentuk dan dipengaruhi oleh Masa Keemasan Islam, dia melanjutkan banyak karya para polimatik Yunani dan India. Persamaan algoritmik Khwarizmi didasarkan pada sistem decimal yang dibuatnya dengan campuran huruf Arab dan India. Dia mengembangkannya setelah mempelajari karya-karya astronom India, Brahmagupta. Eropa pernah mengandalkan sistem numerik Romawi yang kompleks, namun meniru sistem decimal 1-10 lima abad kemudia di abad ke 15.

Dalam bukunya, The Arabs: A Short History, Philip Khuri, seorang profesor Amerika-Libanon di Universitas Harvard dan Princeton, menggambarkan Khwarizmi sebagai “salah satu pemikir ilmiah Islam terbesar dan orang yang mempengaruhi pemikiran matematika hingga batas yang lebih besar dari penulis abad pertengahan lainnya.”

Khwarizmi secara luas diakui karena menyusun table astronomi tertua. Studi ilmiah astronomi pada Masa Keemasan Islam dimulai ketika Baitul Hikmah, atau Perpustakaan Besar, didirikan di Baghdad antara tahun 754-775 Masehi di bawah pemerintahan Khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Khwarizmi juga cepat mengembangkan tabel trigonometri secara terperinci termasuk fungsi sinus, yang kemungkinan besar diekstrapolasi ke fungsi bersinggungan oleh Maslama, seorang astronomi Arab-Muslim. Dia juga menyempurnakan representrasi geometris dari bagian kerucut dan mengembangkan kalkulus dua kesalahan, yang kemudian membawanya ke konsep diferensiasi.

Khalifah Abbasiyah ke tujuh, Al Mamun, memerintahkan para ulama polimatik untuk mengukur volume dan keliling bumi – Khwarizmi adalah satu diantara mereka. Dia tidak hanya berpartisipasi di dalamnya, namun dia merevisi dan mengoreksi pandangan Ptolemeus dengan membuat sistem dan mengoreksi datanya untuk Afrika dan Timur tengah, dan menghasilkan peta pertama dunia yang diketahui pada 830 Masehi bersama dengan ahli geografi lainnya.

Selain itu, Khwarizmi juga menulis tentang perangkat mekanik seperti astrolabe dan jam matahari. Karya-karyanya menjadi buku teks utama yang digunakan oleh Universitas Eropa antara abad ke 14 dan 17.

Tabel astronomis dan trigonometriknya, yang direvisi oleh Maslama Al-Majriti (pada paruh kedua abad ke-10), diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sejak tahun 1126 oleh Adelard of Bath. Itu berisi tabel Muslim pertama dan berisi tidak hanya fungsi sinus, tetapi juga garis singgung.

Asal dan kehidupannya

Lahir pada 780, nama lengkapnya adalah Abu Abdallah Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi. Ia dilahirkan di Khwarizm, Khiva masa kini, yang terletak di selatan Laut Aral.

Dia dipanggil ke Baghdad oleh Khalifah Abbasiyah Al Mamun, yang merupakan pelindung pengetahuan dan pembelajaran.  Al Mamum menugaskannya sebagai astronom istana. Dari judul karyanya, Hisab Al-Jabr wal Muqabalah (Kitab Perhitungan, Pemulihan dan Pengurangan), Aljabar (Al-Jabr) mendapatkan namanya.

Dia menyelesaikan sebagian besar karyanya dalam periode antara 813 dan 833, dan meninggal sekitar 850.*/artikel diambil dari TrtWorld

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al KhawarizmiAljabarmatematimatematikawan Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PP Darussalam: Alhamdulillah Santri Gontor Sudah Sembuh dari Covid-19
Tulisan selanjutnya Di Hari Kemerdekaan AS, Patung Melania Trump di Slovenia Dibakar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Berita
13 Juni 2026 15:11
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Terbaru

  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?