Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Upaya Mengelola Rumah Tangga Suami-Istri Campuran Indonesia dan Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2020 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2020 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- KBRI Islamabad mengundang penggiat perkawinan campur, Ibu Silvy Butt Ketua Indo MC dari Jakarta, Ibu Nancy penggiat PERCA dari Surabaya, dan Ibu Rachmawaty Founder SDP (Saya Dan Pakistan) dari Yogyakarta sebagai narasumber dialog virtual KBRI Islamabad dengan WNI di Pakistan, Senin, 13 Juli 2020.

Kehadiran mereka selaku narasumber telah memberikan perspektif yang luas mengenai upaya pengelolaan masalah umum yang dihadapi para wanita Indonesia yang menikah dengan pria Pakistan.

Dialog telah berlangsung interaktif dan efektif utamanya terkait pengalaman dari para wanita Indonesia yang bersuamikan Pakistan, baik yang tinggal di Pakistan maupun di Indonesia.

Dari pengalaman mereka, menjalani suka dukanya sebagai pihak yang mengalami kawin campur sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman mereka atas aspek perbedaan kebiasaan dan aturan kependudukan baik yang berlaku di Indonesia maupun Pakistan.

Duta Besar RI Islamabad, Iwan Suyudhie Amri memberikan motivasi kepada para WNI di Rawalpindi dan Islamabad yang mengaku selalu kangen dengan setiap pertemuan yang dilaksanakan KBRI Islamabad.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Dimana pun saja akan selalu ada pelangi kehidupan seperti perbedaan budaya, bahasa, cara berkomunikasi, dan rasa rindu tanah air yang jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya masalah rumah tangga,” ujar Dubes Iwan Amri.

Dengan melakukan komunikasi dan menggali sebanyak mungkin informasi tentang pengelolaan kehidupan rumah tangga dengan WN Pakistan seperti yang dilakukan saat ini, merupakan salah satu upaya preventif menjembatani penyelesaian masalah-masalah tersebut.

Dubes RI juga mengapresiasi upaya WNI yang turut ikut saling menyemangati satu sama lain.

“Sangat baik yang dilakukan WNI untuk saling berkomunikasi melalui WhatsApp group termasuk dengan Ibu-ibu narasumber yang manjadi penggiat memperhatikan keadaan para wanita WNI yang menikah dan akan menikah dengan WN Pakistan,” sambung Dubes Iwan.

KBRI Islamabad aktif mengoptimalkan berbagai jaringan baik WNI yang berada di Pakistan maupun komunitas penggiat perkawinan campur di Indonesia untuk memperlancar tugas pelayanan dan perlindungan terhadap WNI di Pakistan.

“Apa yang telah dilakukan oleh Ibu-ibu narasumber dari komunitas penggiat perkawinan campur sangat membantu pelaksanaan tugas KBRI dan kiranya sinergisitas dan komunikasi ini akan terus kita kembangkan,” pesan Dubes Iwan.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Fungsi Protkons KBRI Islamabad menyampaikan beberapa aturan yang dibutuhkan WNI, seperti perpanjangan paspor, legalisasi dokumen, dan permohonan surat keterangan yang dapat dilakukan melalui pelayanan pos.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, KBRI juga tetap memberikan layanan kepada WNI antara lain selalu menyampaikan update informasi terkait perpanjangan visa Pakistan bagi WNI yang terdampak Covid-19, perkembangan kondisi Covid-19, syarat kepulangan WNI ke Indonesia, serta lapor diri online melalui Portal Peduli WNI.

Dialog selama hampir dua jam sangat konstruktif dan para WNI menyimak baik setiap materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi.

Kepada WN Pakistan suami para WNI, Dubes RI juga menyampaikan terima kasih yang selama ini selalu memperhatikan berbagai persyaratan kekonsuleran yang harus dipenuhi para isteri mereka.

“Perhatian yang mereka berikan sangat berarti agar WNI dapat terhindar dari permasalahan kependudukan di Pakistan,” tutup Dubes Iwan.* Kiriman Yudi/KBRI Islamabad

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dubes RI untuk PakistanIndonesia-PakistanIwan Suyudhie AmriKBRI IslamabadPakistanpernikahansuami istri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Presiden Malawi Ajak Rakyat Berdoa dan Berpuasa
Tulisan selanjutnya Solusi Pengolahan Daging, Bumbu Coto Qurban Diberikan ke Pesantren, Palestina, dan Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?