Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Presiden Sudan Omar Al-Bashir Disidang dalam Kasus Kudeta 1989

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juli 2020 20:18 8:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juli 2020 20:18
Bagikan
Omar Al-Bashir.
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan presiden Sudan Omar Al-Bashir diadili di pengadilan Khartoum dalam kaitannya dengan kudeta militer tahun 1989 yang membawanya ke puncak kekuasaan.

Bekas anggota militer berusia 76 tahun itu, yang sebelumnya sudah menjadi terdakwa kasus korupsi, terancam hukuman mati apabila dinyatakan bersalah terkait andilnya dalam kudeta 1989, lansir BBC Selasa (21/7/2020).

Lebih dari 20 orang bekas pejabat Sudan diadili bersama Bashir dalam kasus kudeta tersebut, termasuk bekas wakil presiden Ali Osman Taha dan sekjen Partai Kongres Rakyat Islam (PCP) Ali Al-Haj, lapor Reuters mengutip keterangan pejabat kehakiman.

Bashir tiba di pengadilan tersebut dengan mengenakan kemeja putih, masker serta sarung tangan plastik, dan dikawal ketat petugas keamanan.

Pada bulan Desember 2019, Bashir telah divonis dua tahun penjara dalam dakwaan korupsi dan uangnya disita negara, lapor kantor berita pemerintah Sudan, Suna.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Reuters melaporkan ratusan orang menghadiri persidangan kemarin. Para pengacara, pendukung, anggota keluarga para terdakwa dan jurnalis semua mengeluh tidak mendapatkan akses untuk mengikuti jalannya persidangan.

“Kami memutuskan untuk menunda persidangan ke tanggal 11 Agustus, sebab kami memerlukan ruangan yang lebih besar agar jarak sosial bisa dipraktikkan, mengatur tempat persidangan dan memastikan semua terdakwa mendapatkan pengacara dan hak-hak lainnya,” kata hakim, seperti dilansir Anadolu.

Bashir naik ke puncak kekuasaan pada tahun 1989 setelah memimpin teman-temannya di militer untuk menggulingkan PM Sadiq Al-Mahdi serta pemerintahannya yang terpilih melalui pemilu. Bashir dan kawan-kawan beralasan kudeta perlu dilakukan guna “menyelamatkan negara dari partai-partai politik yang busuk.”

Dia menjadikan dirinya sendiri ketua Dewan Komando Revolusi dan kemudian membubarkan pemerintah dan institutsi-institusi lain, serta membubarkan partai-partai politik dan serikat-serikat pekerja. Di masa Bashir berkuasa, demonstrasi dilarang dan status negara dalam keadaan darurat diberlakukan.

Kemudian pada April 1990, sebanyak 31 anggota pasukan keamanan dieksekusi dengan tuduhan berusaha melakukan kudeta terhadap Bashir. Namun, sebagian kalangan menduga tuduhan itu hanyalah upaya Bashir untuk menyingkirkan sejumlah orang yang tidak disukainya.

Tim pengacara Bashir mengatakan pada bulan Desember 2019 bahwa berbagai dakwaan yang ditujukan kepadanya merupakan balas dendam politik, karena dilakukan 30 tahun setelah kejadian.

Bashir sendiri dilengserkan juga lewat kudeta militer April 2019, setelah rakyat selama berbulan-bulan berunjuk rasa meminta agar harga roti, yang merupakan makanan pokok, diturunkan. 

Bashir tidak dapat memenuhi tuntutan rakyat dikarenakan Sudan menghadapi masalah pelik dari dalam dan luar negeri, mulai dari hilangnya sebagian besar pendapatan negara dari minyak akibat pemisahan Sudan Selatan hingga tekanan sanksi internasional akibat negara itu dituding sebagai sponsor terorisme. Sehingga yang awalnya menuntut harga roti diturunkan, rakyat marah menuntut Bashir segera diturunkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1989kudetakudeta 1989Omar al-BashirSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukti di Tinja, Ratusan Pengunjung Taman Nasional Yosemite Diduga Terjangkit Covid-19
Tulisan selanjutnya WHO: Tren Infeksi Covid-19 di Eropa Selatan dan Balkan Mengkhawatirkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?