Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Kota China Temukan Jejak Coronavirus Pada Makanan Beku Impor

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2020 08:00 8:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Agustus 2020 07:59
Bagikan
Masuk pajak barang mewah (PPnBM): lemarin pendingin-pembeku dengan kapasitas di atas 180 liter dengan nilai impor atau harga jual di atas Rp 10 juta per unit
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua kota di China menemukan jejak-jejak coronavirus pada kargo makanan beku impor, kata pihak berwenang hari Kamis (13/8/2020), meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menganggap serius risiko virus tersebut memasuki rantai makanan.

Sampel yang diambil dari permukaan sayap ayam impor dari Brazil yang dikirim ke kota Shenzhen serta dari permukaan bagian luar kemasan pembungkus udang beku impor dari Ekuador yang dijual di kota Xian telah dites positif coronavirus, kata pihak berwenang lokal seperti dilansir Reuters.

Otoritas Shenzhen mengidentifikasi sayap ayam itu berasal dari sebuah fasilitas milik Aurora, perusahaan eksportir daging ayam dan babi terbesar ketiga di Brazil.

Pihak otoritas kesehatan Shenzhen telah melakukan tes terhadap siapa saja yang kemungkinan kontak dengan produk makanan yang terkontaminasi coronavirus itu, dan semua hasilnya negatif, kata pihak pemerintah kota.

“Sulit mengatakan pada tahap mana ayam beku tersebut tertular,” kata seorang pejabat Aurora yang berbasis di China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komisi Kesehatan Provinsi Shaanxi, di mana terletak kota Xian, mengatakan pihak berwenang melakukan tes dan lingkungan yang berkaitan dengan produk udang yang dijual di sebuah pasar setempat.

Pada bulan Juni, pasar Xinfadi di Beijing menjadi klaster baru coronavirus setelah China selama beberapa waktu nyaris tidak menemukan kasus infeksi Covid-19. Pasar Xinfadi merupakan pusat grosir makanan di mana banyak dijual produk impor. Pihak berwenang mengatakan virus ditemukan di pasar itu pada sebuah papan talenan yang dipakai untuk mengolah ikan salmon impor.

Namun sampai pada laporan terakhirnya di bulan Juli, otoritas pencegahan dan pengendalian penyakit menular di China mengaku belum memastikan bagaimana virus itu sampai di pasar tersebut.

Klaster pertama kasus-kasus Covid-19 berkaitan dengan pasar makanan laut Huanan di kota Wuhan. Hasil studi awal menunjukkan virus berasal dari produk hewani yang dijual di pasar tersebut.

Li Fengqin, kepala laboratorium mikrobiologi di China National Center for Food Safety Risk Assessment mengatakan kepada para reporter pada bulan Juni bahwa kemungkinan makanan beku terkontaminasi sebagai sumber infeksi baru tidak dapat diabaikan begitu saja.

Berbagai macam virus dapat bertahan hidup hingga 2 tahun dalam suhu minus 20 derajat Celsius. Namun, para ilmuwan dan pejabat mengatakan tidak ada bukti kuat sejauh ini bahwa coronavirus dapat menyebar lewat produk makanan beku.

“Orang tidak perlu takut terhadap makanan, kemasan makanan atau antaran makanan,” kata kepala program kedaruratan WHO Mike Ryan dalam suatu kesempatan, kutip Reuters.

US Food and Drug Administration dan Departemen Pertanian dalam sebuah pernyataan bersama mengatakan “tidak ada bukti bahwa orang dapat terjangkit Covid-19 dari makanan atau dari kemasan makanan.

Namun sebagaimana diketahui, WHO menggalakkan agar orang sering mencuci tangan setelah memegang benda-benda di sekitarnya guna mencegah penularan Covid-19.

Diakui oleh WHO dan para pakar kesehatan bahwa sering cuci tangan, mengenakan masker serta menjaga jarak, sampai saat ini masih menjadi upaya sederhana tetapi ampuh untuk meredam penularan coronavirus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacoronaviruscovid-19makanan bekuWHOWuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini Hamas: UEA Menikam Orang Palestina dari Belakang
Tulisan selanjutnya rokok menurut para ulama Cegah Covid-19 Kepulauan Canary Larang Orang Merokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?