Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Facebook Menyimpan Bukti Kunci Pembantaian Muslim Rohingya oleh Militer Myanmar

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2020 11:41 11:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Agustus 2020 11:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepala Mekanisme Investigasi Independen di Myanmar (IIMM) Nicholas Koumjian, lembaga yang dibentuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan Facebook memegang materi yang sangat relevan dari kejahatan internasional yang serius oleh pemerintah Myanmar. Namun sampai hari ini raksasa media sosial itu belum membagikan apa pun dalam pembicaraan selama setahun.

Kepala badan investigasi PBB mengatakan bahwa Facebook belum merilis bukti kejahatan internasional yang serius yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar. Facebook sebelumnya telah berjanji untuk bekerja sama dalam penyelidikan pelanggaran di negara itu termasuk terhadap mayoritas Muslim Rohingya.

Myanmar menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas penumpasan militer pada 2017 lalu terhadap Muslim Rohingya, yang memaksa lebih dari 730.000 orang melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Myanmar membantah tuduhan genosida, dan mengklaim bahwa angkatan bersenjatanya melakukan operasi yang sah terhadap pejuang bersenjata yang menyerang pos polisi.

Penyelidik PBB mengatakan Facebook memainkan peran kunci dalam penyebaran ujaran kebencian yang mendorong aksi kekerasan di Myanmar. Facebook mengatakan sedang bekerja untuk menghentikan ujaran kebencian, dan menghapus semua akun yang terkait dengan militer Myanmar, termasuk pejabat senior militer, tetapi mereka mengaku menyimpan semua data.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB membentuk IIMM pada 2018 untuk mengumpulkan bukti kejahatan internasional di Myanmar untuk digunakan dalam penuntutan pelaku yang terlibat di masa mendatang. “Sayangnya, hingga saat ini, kami belum menerima materi apa pun dari Facebook tetapi diskusi kami terus berlanjut dan saya berharap kami pada akhirnya akan menerima bukti penting ini,” kata Koumjian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komentarnya menyusul langkah Facebook pekan lalu untuk memblokir tawaran oleh Gambia, yang membawa kasus genosida terhadap Myanmar di ICJ di Den Haag, untuk mendapatkan postingan dan komunikasi oleh anggota militer dan polisi Myanmar. Raksasa media sosial itu mendesak Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) Distrik Columbia untuk menolak permintaan tersebut, yang dikatakan akan melanggar undang-undang AS yang melarang layanan komunikasi elektronik untuk mengungkapkan komunikasi pengguna.

Dalam sebuah pernyataan minggu lalu sebagaimana dikuti Al Jazeera, Facebook mengatakan tidak dapat memenuhi permintaan Gambia tetapi bekerja dengan IIMM.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:facebookICJmahkamah internasionalmuslim Rohingyamyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Macam Apa yang Dibayangkan oleh Apollinaris?
Tulisan selanjutnya Anak dan Tahapan-tahapan Mengenalkan Hobi Membaca

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?