Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Luar Negeri Cina Bela Kamp Penahanan Muslim Uighur

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2020 12:45 12:45 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 31 Agustus 2020 12:45
Bagikan
Menteri Luar Negeri China Wang Yi
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Cina membela kamp penahanan Muslim Uighur di Xinjiang pada hari Ahad (30/08/2020), menepis masalah hak asasi manusia yang dipertanyakan oleh negara-negara Eropa dan memperingatkan untuk tidak campur tangan dalam urusan Cina.

Menteri Luar Negeri Wang Yi sedang melakukan tur Eropa pertamanya sejak pandemi virus meletus, berusaha menghidupkan kembali perdagangan dan hubungan yang tegang akibat pandemi global dan krisis ekonomi.

Berbicara di Paris pada hari Ahad, Wang mengulangi klaim bahwa semua orang yang dikirim ke pusat pendidikan ulang di Xinjiang telah dibebaskan dan dipekerjakan – bahkan ketika kelompok hak asasi dan keluarga melaporkan tentang penahanan berkelanjutan terhadap Muslim Uighur di kawasan itu dan hilangnya kontak dengan orang yang dicintai, Al Arabiya melaporkan.

“Hak-hak semua peserta pelatihan dalam program pendidikan dan pelatihan, meskipun pikiran mereka telah dirambah oleh terorisme dan ekstremisme, telah dijamin sepenuhnya,” katanya dalam konferensi di Institut Hubungan Internasional Prancis.

“Sekarang semuanya sudah tamat, tidak ada satupun di pusat pendidikan dan pelatihan sekarang. Mereka semua telah menemukan pekerjaan,” lanjutnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan-laporan Lembaga Kebijakan Strategis Australia (ASPI) dan Kongres AS, antara lain, menemukan bahwa ribuan warga Uighur telah dipindahkan untuk bekerja di pabrik-pabrik di seluruh Cina, dengan syarat laporan ASPI mengatakan “diduga kuat merupakan kerja paksa”. Hal ini menghubungkan pabrik-pabrik itu dengan lebih dari 80 merek terkenal, termasuk Nike, Apple dan Gap, BBC melaporkan.

Cina, yang dilaporkan telah menahan lebih dari satu juta Muslim Uighur di kamp-kamp interniran di Xinjiang, telah menggambarkan program-programnya – yang dilaporkan termasuk sterilisasi paksa – sebagai pelatihan kerja dan pendidikan. Pemerintah Cina telah menahan sekitar 1 juta atau lebih anggota etnis minoritas Turki di Xinjiang, menahan mereka di kamp-kamp interniran dan penjara di mana mereka menjadi sasaran disiplin ideologis, dipaksa untuk mencela agama dan bahasa mereka, serta dilecehkan secara fisik.

Cina, tanpa dasar, telah lama mencurigai orang Uighur, yang sebagian besar Muslim, menyimpan kecenderungan separatis karena budaya, bahasa, dan agama mereka yang berbeda.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaCinagenosidaMuslim Uighuruighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perkataan Makruf Lebih Baik dari ‘Sedekah Pesawat’ Sekalipun
Tulisan selanjutnya Aplikasi Perjodohan Muslim Mengalami Lonjakan Unduhan Selama Pandemi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?