Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Peringatkan Serbia atas Pemindahan Kedutaannya di ‘Israel’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 9 September 2020 10:33 10:33 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 9 September 2020 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Uni Eropa (UE) telah menyuarakan “keprihatinan dan penyesalan yang serius” atas komitmen Serbia untuk memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem, yang membayangi dimulainya kembali pembicaraan Serbia-Kosovo, TRT World melaporkan.

Presiden Aleksandar Vucic dari Serbia dan Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti akan bertemu di Brussel untuk putaran kedua pembicaraan tatap muka yang ditengahi UE untuk menyelesaikan perselisihan dua dekade setelah bentrok dalam perang.

Pertemuan tersebut mengikuti KTT tingkat tinggi di Gedung Putih di mana Vucic dan Hoti menandatangani pernyataan yang menyetujui langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan ekonomi – dan dalam kasus Serbia, berkomitmen untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang merupakan wilayah Palesina yang diduduki.

Uni Eropa masih berkomitmen pada apa yang disebut “solusi dua negara” di mana Yerusalem akan menjadi ibu kota ‘Israel’ dan negara Palestina di masa depan, dan misi diplomatiknya sendiri berada di Tel Aviv.

Blok tersebut mengharapkan calon anggota seperti Serbia untuk menyelaraskan posisi kebijakan luar negerinya denga UE.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dalam konteks ini, setiap langkah diplomatik yang dapat mempertanyakan posisi bersama Uni Eropa di Yerusalem adalah masalah yang menjadi perhatian serius dan penyesalan,” kata juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa Peter Stano kepada wartawan di Brussels.

Melanggar praktik diplomatik yang sudah berlangsung lama, pemerintahan Presiden Donald Trump pada Desember 2017 mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’ dan memindahkan kedutaan AS ke kota tersebut.

Sengketa yang Sudah Berlangsung Lama

Washington memuji perjanjian yang ditandatangani oleh Vucic dan Hoti pada hari Jum’at (04/09/2020) sebagai terobosan besar, tetapi pada hari Senin kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan bersama yang memberikan pembacaan yang jauh lebih hati-hati.

“Dokumen yang baru-baru ini disepakati di Washington DC, yang dibangun di atas komitmen terkait dialog sebelumnya yang dilakukan oleh kedua pihak, dapat memberikan kontribusi yang berguna untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif dan mengikat secara hukum tentang normalisasi hubungan,” kata pernyataan tersebut dikutip oleh TRT World.

Dalam salah satu perselisihan paling sulit di Eropa, Serbia menolak untuk mengakui deklarasi kemerdekaan Kosovo sejak provinsi tersebut memisahkan diri dalam perang berdarah 1998-1999 yang hanya diakhiri oleh kampanye pemboman NATO terhadap pasukan Serbia.

Baik Kosovo dan Serbia menghadapi tekanan yang meningkat dari Barat untuk menyelesaikan kebuntuan yang dipandang penting bagi kedua belah pihak untuk bergabung dengan UE.

Lebih dari 13.000 orang tewas dalam perang itu, kebanyakan orang Albania Kosovo, yang merupakan mayoritas di bekas provinsi itu.

Pengakuan oleh UE

Satu pertanyaan kuncinya adalah pengakuan diplomatik untuk Kosovo – lima dari 27 negara UE tidak mengakui kemerdekaannya.

Kedua belah pihak telah berada dalam pembicaraan yang dipimpin UE selama satu dekade untuk menormalkan hubungan mereka, tetapi sedikit kemajuan yang telah dibuat, dengan serangkaian perjanjian yang disepakati pada 2013 belum sepenuhnya dilaksanakan, dan putaran negosiasi sebelumnya gagal pada 2018 setelahnya.

Vucic dan Hoti melanjutkan pembicaraan tatap muka di Brussel pada Juli tetapi upaya itu dimulai dengan awal yang dingin, dengan pemimpin Serbia menuduh Pristina mencoba “memeras” Beograd.

Kepala diplomatik UE Josep Borrell, yang menjadi tuan rumah pembicaraan Brussel bersama dengan perwakilan khusus UE Miroslav Lajcak, mengatakan pertemuan Senin (07/09/2020) akan fokus pada “”komunitas non-mayoritas dan penyelesaian klaim keuangan bersama atas properti.”

“Kedua topik itu sangat sensitif dan sangat penting untuk hubungan masa depan antara Kosovo dan Serbia dan untuk kehidupan sehari-hari rakyat mereka,” kata Borrell.

Kesepakatan pemindahan kedutaan Serbia di ‘Israel’ itu datang hanya beberapa minggu setelah Trump mengumumkan pemerintahannya telah menengahi kesepakatan untuk menormalisasi hubungan antara ‘Israel’ dan UEA. Negara-negara Arab tambahan, termasuk Sudan, Bahrain dan Oman, telah diidentifikasi sebagai negara-negara yang mungkin juga akan menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’ dalam waktu dekat, meski belum ada pernyataan yang jelas dari masing-masing negara.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleksander VucicisraelKosovoPemindahan Keduataanserbia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump akan Menjadi Tuan Rumah Upacara Penandatanganan Kesepakatan UEA-‘Israel’ pada 15 September
Tulisan selanjutnya Fachrul Razi Minta Maaf Terkait Pernyataan Radikalisme Masuk Masjid Melalui Good Looking

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?