Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mengenal Nagarno-Karabakh, Wilayah Azerbaijan yang Diduduki Armenia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 September 2020 15:43 3:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2020 15:42
Bagikan
Wilayah Nagarno-Karabakh diarsir hitam yang dikuasai Armenia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pertempuran sengit antara dua musuh bebuyutan di Kaukasus Selatan akhirnya pecah pada hari Ahad, (29/9/2020). Setidaknya 24 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Ratusan alutsista dari kedua pihak juga hancur.

Azerbaijan menuduh Armenia melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menembakkan alteri yang menargetkan pemukiman sipil dan pos militer ke Azerbaijan.

Menanggapi serangan Armenia, Azerbaijan mengumumkan darurat perang di beberapa wilayahnya. Parlemen Azerbaijan pada hari Ahad, (29/9/2020) menetapkan status darurat perang dalam rapat luar biasa Majelis Nasional.

Sebaliknya, Armenia pun menuduh Azerbaijan menyerang permukiman sipil di Nagorno-Karabakh. Azerbaijan menyangkal dan mengatakan itu adalah serangan balasan. Nagorno-Karabakh sendiri adalah wilayah diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dikendalikan oleh pasukan Armenia, termasuk kota utama Stepanakert.

Kementerian pertahanan Armenia mengatakan pasukannya telah menjatuhkan dua helikopter dan tiga pesawat tak berawak Azerbaijan. Sebaliknya pemerintah Azerbaijan merilis video serangan pesawat tanpa awak terhadap pos-pos penting dan kendaraan militer Armenia.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Azerbaijan juga mengumumkan bahwa telah berhasil merebut kembali 7 desa di daerah Fuzuli dan Jabrayil, di sekitar wilayah Nagorno-Karabakh.

Azerbaijan dan Armenia telah sama-sama menyatakan status darurat perang dan memobilisasi tentaranya ke wilayah Nagorno-Karabakh. Kekuatan penuh kedua negara meningkat di wilayah tersebut.

Nagorno-Karabakh

Wilayah Nagorno-Karabakh adalah daerah pegunungan dan hutan lebat, berada di jantung konflik bersenjata selama puluhan tahun antara Armenia dan Azerbaijan.

Di bawah hukum internasional, Nagorno-Karabakh diakui sebagai bagian dari Azerbaijan. Tetapi etnis Armenia yang menolak pemerintahan Azerbaijan telah mengendalikan wilayah itu sendiri dengan dukungan dari pasukan Armenia, Azerbaijan berhasil didorong keluar dalam perang pada tahun 1990-an.

Nagorno-Karabakh yang terletak di bagian selatan Kaukasus, tepatnya 270 km sebelah barat Baku, ibu kota Azerbaijan. Wilayah ini dihuni oleh mayoritas etnik Armenia, dan dikuasai oleh militer Armenia.

Penduduk etnik Armenia setempat pernah memproklamasikan kemerdekaan Republik Nagorno-Karabakh dari Azerbaijan pada 10 Desember 1991, tetapi kedaulatan republik tersebut tidak diakui oleh dunia internasional dan wilayah tersebut secara de jure dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan.

Status wilayah tersebut telah diperdebatkan setidaknya sejak 1918, ketika Armenia dan Azerbaijan merdeka dari kekaisaran Rusia. Sebelum tahun itu wilayah ini pernah dikuasai oleh Dinasti Shafawiyah dan Kesultanan Turki Utsmani di beberapa sisinya.

Pada awal 1920-an, pemerintahan Soviet menetapkan Kaukasus selatan dan Nagorno-Karabakh yang berpenduduk mayoritas Armenia menjadi wilayah otonom di dalam republik Azerbaijan saat itu.

Saat Uni Soviet mulai lemah dan akan runtuh, Nagorno-Karabakh berada di bawah pemerintahan langsung pemerintah Azerbaijan Soviet. Etnis Armenia tidak menerima itu.

Pada tahun 1988, badan legislatif Nagorno-Karabakh memilih untuk bergabung dengan republik Armenia, sebuah tuntutan yang ditentang keras oleh pemerintah Azerbaijan Soviet dan Uni Soviet yang beribukota di Moskow.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, separatis etnik Armenia di Nagorno-Karabakh yang didukung pasukan Armenia berhasil merebut wilayah itu dan tujuh distrik Azerbaijan yang berdekatan.

Sedikitnya 30.000 orang tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam pertempuran itu.

Meskipun gencatan senjata yang ditengahi secara internasional telah disepakati pada tahun 1994, negosiasi perdamaian terhenti dan bentrokan sering terjadi di sekitar Nagorno-Karabakh dan di sepanjang perbatasan Azerbaijan-Armenia.

Pada April 2016, puluhan orang dari kedua belah pihak tewas dalam pertempuran paling serius di Nagorno-Karabakh selama bertahun-tahun.

Bentrokan terbaru pada hari Minggu juga menyebabkan korban jiwa dari kedua belah pihak, termasuk warga sipil.

Konflik berkepanjangan telah mengkhawatirkan komunitas internasional sebagian karena ancamannya terhadap stabilitas di kawasan yang berfungsi sebagai koridor jalur pipa yang membawa minyak dan gas ke pasar dunia.* Munawwar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArmeniaAzerbaijanKaukasus SelatanNagarno-Karabakhperang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Yaman dan Kelompok Houthi Setuju untuk Bertukar Lebih dari 1.000 Tahanan
Tulisan selanjutnya Covid-19: Lebih dari 1 Juta Orang Meninggal dan 33,3 Juta Terinfeksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?