Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria Australia yang Meninju dan Injak Muslimah Hamil Dipenjara 3 Tahun

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2020 09:20 9:20 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Oktober 2020 09:20
Bagikan
Seorang pria Australia yang meninju dan menginjak seorang Muslimah yang sedang hamil telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara (BBC)
Bagikan

Hidayatullah.com — Seorang pria Australia yang meninju dan menginjak seorang Muslimah yang sedang hamil telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara lapor laman CNN pada Jumat (02/10/2020). Rana Elasmar, seorang ibu dari empat anak, sedang hamil 38 minggu ketika serangan itu terjadi November lalu, menurut afiliasi CNN Nine News.

Rana Elasmar sedang duduk di sebuah kafe Sydney, mengenakan jilbab, ketika Stipe Lozina mendekati mejanya.  Setelah berbicara sebentar dengannya, Lozina meninju Elasmar beberapa kali dan menginjak kepalanya ketika dia jatuh ke tanah.

Teman-teman Elasmar dan pengunjung lainnya melompat dari kursi mereka untuk menghentikannya. Lozina diduga membuat pernyataan rasis sebelum serangan yang tidak beralasan itu, menurut Nine News. Elasmar mengatakan kepada Nine News bahwa dia saat itu fokus melindungi bayi yang dikandungnya.

Dia menderita luka ringan dalam serangan itu dan putranya tidak terluka.  “Jika Anda merasa berhak untuk melecehkan secara fisik atau verbal seseorang yang terlihat sedikit berbeda dari Anda, maka Australia bukan negara yang tepat untuk Anda,” kata Elasmar kepada wartawan di luar pengadilan bulan lalu.

Berbulan-bulan setelah serangan itu, Elasmar masih mengalami efek fisik dan psikologis, kata saudara perempuannya kepada afiliasi CNN, Seven News pada bulan Juni.  Lozina mengaku bersalah melakukan penyerangan, tetapi dia mengklaim itu bukan serangan Islamofobia atau rasis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tidak membenci mereka, tapi saya tidak cocok dengan mereka. Saya tidak punya urusan dengan mereka,” kata Lozina di pengadilan, menurut Nine News.

Pada hari Kamis, dia dijatuhi hukuman maksimal tiga tahun penjara, dengan masa bebas bersyarat dua tahun. *

 

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliahamiljilbabMuslimahRana Elasmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya separatisme prancis Setelah Berencana akan Awasi Masjid, Presiden Macron Sebut Islam ‘Sedang Mengalami Krisis’
Tulisan selanjutnya lockdown Tahap II, Bantuan Pesantren Rp 1 Triliun di Era Covid Segera Cair

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?